Menuju konten utama

Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Memilih AC, Gak Cuma Dingin!

Ketahui berbagai hal yang harus diperhatikan sebelum membeli AC, mulai dari jenis, ukuran PK sesuai ruangan, hingga fitur lain yang mendukung kenyamanan.

Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Memilih AC, Gak Cuma Dingin!
Ilustrasi AC. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Cara memilih AC berkualitas harus mempertimbangkan banyak hal. Tak hanya berpatokan pada kemampuannya dalam mendinginkan ruangan, AC juga sebaiknya dilengkapi teknologi dan berbagai fitur yang bisa meningkatkan efisiensi maupun kenyamanan.

AC merupakan perangkat yang dapat membuat udara di dalam ruangan menjadi lebih sejuk dan nyaman. AC membuat aktivitas sehari-hari seperti bekerja, belajar, atau beristirahat tidak terganggu oleh suhu panas berlebih.

Banyak orang mengira AC bekerja dengan cara menciptakan udara dingin di dalam ruangan. Padahal, AC bekerja dengan prinsip dasar memindahkan panas dari dalam ke luar ruangan.

Secara sederhana, cara kerja AC adalah mengambil udara panas dari dalam ruangan, kemudian udara tersebut dilewatkan ke dalam sebuah sistem yang berisi refrigeran (zat pendingin).

Refrigeran ini menyerap panas dari udara dan membawanya keluar ruangan melalui unit outdoor. Setelah panasnya hilang, udara akan menjadi sejuk dan ditiupkan kembali oleh AC ke dalam ruangan. Proses ini terjadi secara terus-menerus sehingga suhu ruangan tetap nyaman.

Dengan kemampuannya untuk mendinginkan udara inilah AC menjadi salah satu perangkat penting di dalam rumah, terutama yang tinggal di daerah panas. Namun, memilih AC tidak boleh sembarangan. Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan saat hendak membeli AC.

Pilih Jenis AC yang Sesuai

Ilustrasi Air conditioner

Ilustrasi AC. foto/istockphoto

Memilih AC harus dilakukan dengan cermat karena setiap jenis AC memiliki karakteristik, kapasitas, dan tingkat efisiensi yang berbeda. Dikutip dari laman Samsung, jenis AC dapat dibedakan berdasarkan bentuknya, berikut di antaranya:

1. AC Ducting (AC Central)

AC jenis ducting atau central dirancang untuk mendinginkan area besar sekaligus melalui jaringan saluran udara (ducts). Unit utama biasanya ditempatkan di satu lokasi, lalu udara dingin disalurkan ke setiap ruangan melalui ventilasi di dinding atau langit-langit.

Sistem ini cocok untuk rumah besar atau bangunan komersial karena dapat meratakan suhu di banyak ruangan sekaligus dan cenderung lebih efisien bila direncanakan dengan baik.

2. AC Split

AC split merupakan tipe AC yang paling umum digunakan di rumah dan kantor. AC split terdiri dari unit indoor yang ditempatkan di dalam ruangan, dan unit outdoor yang menampung kompresor di luar.

Karena setiap unit indoor punya kontrol suhu sendiri, kita dapat mengatur tingkat pendinginan atau suhu di setiap ruangan sesuai kebutuhan.

3. AC Window

AC window berbentuk satu unit terpadu yang dipasang pada bingkai jendela atau lubang di dinding. Unit ini menarik udara hangat dari dalam ruangan, mendinginkannya, dan kembali menghembuskannya sebagai udara dingin.

AC window cocok untuk ruangan berukuran kecil atau apartemen studio karena pemasangannya sederhana dan tidak membutuhkan dua unit terpisah seperti AC split.

4. AC Standing

Sesuai namanya, AC ini diletakkan secara berdiri di lantai dan biasanya memiliki desain yang agak tinggi. AC standing direkomendasikan untuk ruangan yang tidak memungkinkan pemasangan unit di dinding atau plafon. Salah satu kelebihan dari AC ini adalah perawatannya yang relatif lebih mudah.

5. AC Portable

AC portabel mirip seperti AC standing, tapi dengan ukuran yang lebih ringkas sehingga bisa dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain sesuai kebutuhan. Meskipun tetap membutuhkan selang pembuangan udara panas melalui jendela, unit ini tidak perlu pemasangan tetap seperti AC split atau ducting.

AC Inverter vs AC Non-Inverter

Mode dry pada AC

Ilustrasi AC. foto/istockphoto

Memilih AC tidak hanya berdasarkan bentuk, tapi juga bisa berdasarkan teknologi yang diusungnya. Di sini, kita akan mengenal jenis AC inverter dan non-inverter.

Kedua jenis AC ini memiliki perbedaan dari cara kerja kompresornya, dan perbedaan ini berpengaruh pada konsumsi listrik, kenyamanan, hingga biaya operasional secara keseluruhan.

Secara umum, AC inverter bekerja dengan menyesuaikan kecepatan kompresornya sesuai kebutuhan suhu ruangan. Artinya, setelah suhu yang diinginkan tercapai, kompresor tidak langsung mati, tapi berputar pada kecepatan lebih rendah sehingga tetap menjaga suhu dengan penggunaan energi yang lebih efisien.

Sebaliknya, AC non-inverter akan hidup dan mati secara berulang sesuai kebutuhan suhu (sistem on/off). Ketika kita menyalakan AC, kompresor akan bekerja hingga suhu ruangan mencapai target.

Setelah suhu dingin yang ditargetkan tercapai, kompresor akan mati. Di sisi lain, suhu ruangan tidak akan dingin selamanya dan bisa kembali naik. Ketika suhu naik, kompresor akan menyala lagi dengan tenaga penuh untuk mendinginkan ruangan dan mencapai suhu yang ditargetkan.

Pola ini justru membuat konsumsi listriknya jadi lebih tinggi dan kurang efisien dalam penggunaan jangka panjang. Menurut situs Aqua Elektronik, AC inverter menguntungkan dalam hal konsumsi daya listrik karena bisa menghemat listrik hingga sekitar 30-40% dibandingkan AC non-inverter.

Menentukan PK AC Sesuai Ukuran Ruangan

Mode dry pada AC

Ilustrasi AC. foto/istockphoto

Selain mengenal jenis-jenis AC, hal lain yang patut dipertimbangkan adalah ukuran ruangan. Hal ini penting agar kita bisa menentukan kapasitas AC atau ukuran PK yang memadai.

Di banyak panduan internasional, kapasitas AC biasanya diukur berdasarkan Btu/hr (British thermal units per hour), yaitu jumlah panas yang dapat dihilangkan dalam satu jam operasi.

Untuk ukuran kapasitas yang lebih familiar di Indonesia, Btu dikonversi ke PK (Paard Kracht). Ukuran 1 PK biasanya setara dengan sekitar 9.000 Btu/hr. Secara umum, daftar konversi Btu ke PK adalah sebagai berikut:

Btu/hrPK
± 5.000½
± 7.000¾
± 9.0001
± 12.000
± 18.0002

Sementara itu, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk menentukan kapasitas AC, mulai dari ukuran ruangan hingga jumlah penghuninya. Cara hitung PK AC tidaklah rumit, tapi kita harus menghitung jumlah Btu terlebih dahulu. Menurut situs Panasonic, rumusnya sebagai berikut:

(P x L x T x Faktor 1 x 35) + (Jumlah Orang dalam Ruangan x Faktor 2)

P: panjang ruangan

L: lebar ruangan

T: tinggi ruangan

Faktor 1 mengacu pada jenis ruangan dengan nilai berikut:

  • Kamar tidur = 5
  • Kantor/ruang keluarga = 6
  • Restoran = 7
Angka 35 adalah konversi 1 m3 ke 1 ft3 (1 m3 = 35,31 ft3)

Faktor 2 mengacu pada penghuni dengan nilai berikut:

  • Dewasa: 600 Btu
  • Anak: 300 Btu
Contoh: Sebuah kamar tidur dengan panjang 3 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 3 meter, dihuni oleh 1 orang dewasa, maka kapasitas AC yang diperlukan adalah sebagai berikut.

Btu = (P x L x T x Faktor 1 x 35) + (Jumlah Orang dalam Ruangan x Faktor 2)

Btu = (3 x 3 x 3 x 5 x 35) + (1 x 600)

Btu = 4.725 + 600 = 5.325

Ruangan tersebut diketahui memiliki nilai 5.325 Btu/hr. Jika 1 PK adalah 9.000, kapasitas AC ruangan tersebut:

5.325 : 9.000 = 0,59

Maka, ruangan tersebut bisa menggunakan AC ukuran 0,5 atau ½ PK. Jika dicocokkan dengan tabel konversi Btu/hr ke PK, nilai 5.325 juga cocok dengan ukuran AC ½ PK.

Fitur-Fitur AC Lain yang Patut Dipertimbangkan

Ilustrasi AC

Ilustrasi AC. foto/IStocphoto

Memilih AC yang tepat tidak hanya soal merek atau adanya label “inverter” atau tidak, tapi juga fitur-fitur lain yang dapat menunjang kenyamanan, efisiensi energi, dan kemudahan penggunaan. Berikut beberapa fitur yang patut dipertimbangkan saat hendak membeli AC:

Kemudahan Perawatan (Self Cleaning)

Fitur self cleaning atau pembersihan otomatis bisa jadi solusi cerdas untuk menjaga kualitas udara sekaligus memperpanjang usia pakai AC. Cara kerja fitur ini biasanya dengan membekukan evaporator untuk menangkap debu dan kotoran.

Setelah kotoran terperangkap dalam es, AC akan mencairkannya kembali dengan cepat agar kotoran tersebut terbilas keluar melalui saluran pembuangan air.

Dengan adanya fitur ini, kelembapan di dalam unit indoor dapat dikurangi secara signifikan sehingga pertumbuhan jamur dan bakteri yang sering memicu bau tidak sedap dapat dicegah.

Mode dan Fungsi Tambahan

Kehadiran berbagai mode operasional memungkinkan kita untuk menyesuaikan kinerja AC sesuai kebutuhan. Misalnya, ada AC dengan fitur turbo mode yang sangat berguna untuk mendinginkan ruangan secara cepat.

Beberapa model AC juga dilengkapi dengan fitur sleep mode yang secara cerdas akan menyesuaikan suhu secara bertahap saat kita terlelap. Fitur ini berguna untuk mencegah rasa dingin berlebih sekaligus bisa menghemat energi.

AC dengan Rating Energi (EER/CSPF) Tinggi

Energy Efficiency Ratio (EER) adalah indikator yang bisa menunjukkan seberapa efisien sebuah AC dalam mengubah energi listrik menjadi daya pendingin. Semakin tinggi angka EER-nya, semakin efisien dan semakin sedikit listrik yang dibutuhkan untuk mendinginkan ruangan.

Pilih AC dengan nilai EER 10 ke atas. Menurut situs Institute for Essential Services Reform (IESR), EER dapat dihitung berdasarkan rasio perbandingan kapasitas pendinginan udara yang dihasilkan (dalam Btu) dengan konsumsi daya listrik per jam.

Sebagai contoh, jika sebuah AC memiliki kapasitas pendinginan 9.000 Btu/hr dan konsumsi daya listrik 600 watt, maka nilai EER-nya adalah 9.000 : 600 = 15.

Sementara itu, Cooling Seasonal Performance Factor (CSPF) merupakan indikator efisiensi energi AC yang menilai kinerjanya sepanjang musim pendinginan, termasuk suhu berubah-ubah dan beban parsial.

Nilai CSPF biasanya ditampilkan dengan sistem bintang 1-5. Semakin tinggi rating CSPF, maka AC dinilai lebih hemat listrik dan ramah lingkungan.

AC dengan Smart Control

Beberapa model AC sudah bisa terhubung ke internet atau Wi-Fi sehingga penggunanya dapat mengontrol perangkat ini melalui aplikasi di smartphone.

AC ini biasanya menawarkan berbagai fitur canggih yang berbeda-beda, tergantung merek dan modelnya. Fitur-fitur ini mencakup pengaturan suhu otomatis, penjadwalan, hingga mode khusus yang menyesuaikan kinerja AC dengan kebutuhan pengguna.

Selain itu, AC smart biasanya memiliki fitur kendali jarak jauh. Fitur ini memungkinkan kita mematikan AC dari jarak jauh via smartphone, sangat berguna jika kita lupa mematikannya saat keluar rumah sehingga bisa menghemat daya listrik.

Rekomendasi AC Terbaik

Remote AC

Ilustrasi AC. FOTO/iStockphoto

Dengan banyaknya pilihan AC di pasaran, penting untuk mengetahui produk mana yang menawarkan kombinasi terbaik antara performa,efisiensi energi, dan kemudahan perawatan. Berikut beberapa rekomendasi AC terbaik yang bisa dijadikan referensi untuk mendinginkan udara secara optimal:

1. LG Air Conditioner 1/2 PK DUALCOOL T05EV5

AC berkualitas ini berkapasitas 1/2 PK dan mengusung teknologi Dual Inverter Compressor yang mampu mendinginkan ruangan lebih cepat dan bisa hemat listrik hingga 70%. Fitur unggulannya, Watt Control, memiliki beberapa opsi pengaturan daya listrik untuk menyesuaikan konsumsi dengan kebutuhan.

Selain itu, AC ini dilengkapi dengan fitur Auto Cleaning untuk menjaga kebersihan unit bagian dalam. Dengan daya listrik 420 watt dan menawarkan pendinginan cepat, AC dari LG ini bisa didapatkan dengan harga Rp3.300.000 - Rp4.000.000.

2. Sharp Air Conditioner - Garuda Series 0,5 PK - AH-XP6BMY

AC inverter dari Sharp ini termasuk AC hemat energi yang menggunakan teknologi J-Tech Inverter yang dapat menghemat energi hingga 65%. AC ini memiliki fitur Plasmacluster Ion yang menyebarkan ion positif dan negatif ke seluruh ruangan untuk menjaga udara tetap bersih dan sehat.

AC ini dilengkapi Garuda Wing Airflow untuk menyebarkan hembusan udara lebih luas serta Super Jet Mode untuk pendinginan cepat. Dengan rating CSPF bintang 5 dan daya listrik 465 watt, AC ini dibanderol dengan harga Rp3.500.000 - Rp4.000.000.

3. TCL AC Inverter 1PK - TAC-09CSD/XAFI2

Produk ini merupakan AC hemat energi dengan teknologi AI Tech yang mampu mengurangi konsumsi listrik hingga 70% sekaligus menawarkan performa pendinginan cepat. AC ini dilengkapi Healthy Filter dengan anti-bakteri dan enam filter tambahan untuk menjaga udara bebas polusi, debu, virus, dan bakteri.

Fitur Super Quiet membuat AC tetap senyap, sementara Eco Mode menjaga suhu stabil di 26°C dengan efisiensi energi maksimal. Dengan Turbo Cooling, ruangan bisa mendingin hingga 18°C hanya dalam 30 detik. Dengan konsumsi daya 900 W, AC ini bisa dibeli dengan harga Rp3.000.000 - Rp3.500.000.

4. Midea AC Inverter 1/2 PK MSIAF-05CRDN2X

Midea AC Inverter 0,5 PK (MSIAF-05CRDN2X) termasuk AC hemat energi dengan fitur iECO Mode yang mampu mengurangi konsumsi energi secara signifikan selama 8 jam, sementara fitur Gear Control menyesuaikan daya listrik agar lebih hemat.

AC ini juga dilengkapi berbagai fitur lain, termasuk Turbo Cool untuk mendinginkan ruangan dengan cepat serta Self Cleaning untuk menjaga kebersihan unit AC. Dengan daya listrik 200-385 W, AC ini dibanderol dengan harga Rp3.400.000 - Rp4.000.000.

5. Gree AC F5S Series - Inverter 0.5 PK - GWC-05F5(S)

Gree menghadirkan AC Inverter yang memberikan pendinginan cepat, operasi tenang dan tidak berisik, serta perawatan yang mudah. Dilengkapi Double Louver dan fitur Fast Cooling, AC ini mampu mendinginkan ruangan hanya dalam 2 menit.

AC ini juga dibekali berbagai fitur, termasuk Power Drop Mode yang memungkinkan penghematan listrik hingga 50% dan fitur Smart Cleaner System untuk pembersihan otomatis. Dengan daya listrik 350 W, AC ini bisa didapatkan dengan harga Rp5.000.000 - Rp5.500.000.

Demikian penjelasan terkait cara memilih AC, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan, serta rekomendasi pendingin ruangan dari berbagai merek. Dengan memahami fitur, kapasitas, efisiensi energi, dan kemudahan perawatan, kita bisa menentukan pilihan AC yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruangan.

Butuh rekomendasi produk atau informasi menarik lain seputar peralatan elektronik? Cek melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Elektronik

Baca juga artikel terkait AC atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Byte
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani