Menuju konten utama

Proses Perubahan Energi yang Terjadi pada AC

Proses perubahan energi yang terjadi pada AC cukup kompleks, dengan tenaga utamanya berupa energi listrik. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Proses Perubahan Energi yang Terjadi pada AC
Perubahan energi pada AC. foto/istockphoto

tirto.id - Salah satu contoh perubahan energi yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam penggunaan pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC). Saat AC terhubung dengan listrik terdapat perubahan energi yang akhirnya dapat membuat ruangan yang panas menjadi dingin.

Namun, seiring dengan manfaat penggunaan AC, ada juga dampak negatif yang ditimbulkan. Lantas, dampak apakah yang ditimbulkan dari penggunaan AC?

Pada umumnya, AC menggunakan gas freon untuk membuat ruangan menjadi dingin. Penggunaan gas freon inilah yang berpotensi menyebabkan pemanasan global dan peningkatan paparan cahaya ultraviolet ke bumi.

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, hal yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan produk AC yang lebih ramah lingkungan dan membatasi penggunaan AC.

Selain melibatkan gas freon, penggunaan AC juga melibatkan sejumlah proses perubahan energi untuk mendinginkan ruangan. Prinsipnya, energi yang digunakan oleh AC adalah energi listrik. Penjelasan lebih rinci terkait proses perubahan energi pada AC bisa disimak di bawah ini.

Proses Perubahan Energi yang Terjadi pada AC

AC menggunakan energi listrik sebagai sumber daya utama. Listrik disalurkan melalui sistem kelistrikan suatu bangunan menuju unit AC. Berkaitan dengan hal ini, muncul pertanyaan lebih lanjut yakni AC menggunakan arus listrik apa dalam mengubah menjadi gerak?

Pendingin ruangan yang ada di rumah kita menggunakan arus listrik bolak-balik (Alternating Current/AC). Arus listrik AC adalah jenis arus yang bergerak bolak-balik dan dihasilkan oleh generator yang dapat menghantar arus dengan lebih besar dibandingkan dengan arus searah (Direct Current/DC). Listrik AC menjadi pilihan yang lebih populer untuk digunakan dalam rumah tangga karena lebih ekonomis dan memiliki sistem yang lebih aman.

Dirangkum dari situs Penn State College of Earth and Mineral Sciences dan Energy Saver, energi listrik yang digunakan oleh AC (Air Conditioner) berubah menjadi energi gerak. Lantas, hambatan listrik dalam kabel menyebabkan sebagian energi listrik berubah menjadi panas.

Di dalam unit AC, energi listrik diubah menjadi gerak melalui penggunaan motor atau penggerak. Motor ini bertanggung jawab menggerakkan sejumlah bagian lain, seperti kipas, kompresor, dan katup ekspansi.

Sistem AC menyerap panas dari ruang dalam dan melepaskannya ke luar. Hal ini dicapai melalui penguapan dan kondensasi refrigeran. Refrigeran menyerap panas dari udara di dalam ruangan, menguap, dikompres untuk melepaskan panas yang diserap ke udara luar. Tahap berikutnya adalah pengembunan, yang sekaligus bertujuan mengulangi siklus.

Dalam proses tersebut, energi gerak yang dihasilkan oleh motor digunakan untuk menggerakkan kipas dan komponen lain di dalam sistem AC. Kipas membantu mengalirkan udara sedangkan kompresor dan katup ekspansi berperan dalam siklus refrigerasi untuk mengatur suhu udara.

Air Conditioner (AC) menggunakan energi listrik sebagai sumber daya utamanya. Energi listrik ini diperlukan untuk menggerakkan berbagai komponen dalam AC dan untuk menjalankan siklus refrigerasi yang memungkinkan pendinginan atau pemanasan ruangan.

Dalam proses tersebut, energi listrik diubah menjadi bentuk energi lain, yakni energi panas dan kinetik, yang diperlukan untuk mentransfer dan mengatur suhu udara di dalam ruangan.

Contoh Perubahan Energi dalam Kehidupan Sehari-hari

Selain pemakaian AC, masih terdapat banyak contoh terkait perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari. Dirangkum dari sejumlah sumber, berikut ini beberapa contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menyetrika pakaian

Saat menggunakan setrika listrik, energi listrik dikonversi menjadi energi panas untuk merapikan lipatan pada pakaian.

2. Menggunakan kipas angin

Kipas angin mengubah energi listrik menjadi energi kinetik, yang kemudian menghasilkan aliran udara dan memberikan efek pendinginan.

3. Televisi yang menyala

Pada televisi, energi listrik diubah menjadi energi cahaya dan suara untuk menampilkan gambar dan suara.

4. Membakar bahan bakar

Saat membakar bahan bakar seperti kayu atau gas, energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas dan cahaya.

5. Mengisi daya baterai ponsel

Saat mengisi daya baterai ponsel, energi listrik diubah menjadi energi kimia dalam baterai untuk penyimpanan dan penggunaan selanjutnya.

6. Bermain layang-layang

Ketika layang-layang diterbangkan, energi potensial yang diberikan oleh angin dikonversi menjadi energi kinetik saat layang-layang bergerak.

7. Penggunaan lampu

Pada lampu, energi listrik diubah menjadi energi cahaya dan sekaligus menghasilkan energi panas.

Baca juga artikel terkait PERUBAHAN ENERGI atau tulisan lainnya dari Umi Zuhriyah

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Umi Zuhriyah
Penulis: Umi Zuhriyah
Editor: Fadli Nasrudin