Menuju konten utama

Mengapa Kita Perlu Energi Alternatif di Kehidupan Sehari-Hari?

Mengapa kita perlu energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari dan apa contoh penggunaan energi alternatif?Simak penjelasan dan uraian singkatnya. 

Mengapa Kita Perlu Energi Alternatif di Kehidupan Sehari-Hari?
Mengapa Kita Perlu Energi Alternatif di Kehidupan Sehari-Hari?./Petugas melakukan pengecekan saluran pipa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di area sumur KMJ-51 di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang , Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/10/2017). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

tirto.id - Mengapa kita perlu energi alternatif? Alasan utama dibutuhkannya konversi ke energi alternatif yaitu pemenuhan energi dengan sumber daya alam tak terbarukan berisiko habis.

Bahan bakar dari fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara memerlukan waktu jutaan tahun untuk kembali tersedia dari fosil makhluk hidup yang mati dan terkubur. Di sisi lain, manusia mengonsumsi energi begitu cepat.

Energi fosil juga tidak ramah lingkungan. Ketika minyak bumi, gas alam, batu bara dibakar, gas karbon dioksida dan metana yang dihasilkan akan membuat efek rumah kaca. Pemanasan global pun tak terelakkan lagi.

Menurut data Kementerian ESDM, cadangan minyak Indonesia pada 2021 sekira 3,95 miliar barel yang terdiri 2,25 miliar cadangan terbukti dan 1,7 miliar cadangan potensial.

Cadangan ini kurang lebih memberikan ketersediaan minyak sampai 8 tahun ke depan. Dengan demikian, kebutuhan pengembangan energi alternatif menjadi sangat signifikan.

Apa itu Energi Alternatif?

Energi alternatif sama maknanya dengan energi terbarukan. Istilah ini merujuk pada energi yang bukan berasal dari fosil. Keberadaan energi alternatif tersedia dalam jangka panjang dan jumlahnya melimpah.

Contoh energi alternatif yang memiliki sumber yaitu matahari, angin, panas bumi, biomassa, hingga nuklir. Contoh penggunaan energi alternatif terlihat pada berbagai produk energi alternatif antara lain panel surya, kincir angin, biomassa, baterai, hingga hydropower.

Mengapa Kita Perlu Energi Alternatif?

Energi alternatif diperlukan untuk menggantikan energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Energi alternatif bisa dikembangkan secara individu dan kelompok. Semakin luas penggunaan energi alternatif, ketergantungan terhadap energi fosil dapat diturunkan.

Di sisi lain, kesadaran untuk segera beralih ke energi alternatif semakin menguat karena akan muncul masalah besar jika energi fosil benar-benar habis.

Manusia dapat mengalami kesulitan menjalani kehidupan karena rata-rata telah bergantung pada berbagai peralatan listrik. Ada pun kebutuhan bahan bakar untuk kendaraan, tidak mungkin lagi mengandalkan produk dari minyak bumi.

Apa keunggulan dari penggunaan energi alternatif? Dampak dari penggunaan energi alternatif tidak seperti energi fosil yang dapat merusak lingkungan. Energi alternatif ramah lingkungan sehingga turut membantu masyarakat tetap sehat.

Selain itu, keuntungan energi alternatif adalah tersedia melimpah dan aman untuk lingkungan. Sumber energinya mudah didapatkan sehingga lebih hemat dan efisien.

Ada pun bagi perusahaan atau pelaku usaha, berkecimpung di lini bisnis energi alternatif cukup menggiurkan dari sisi keuntungan. Pengembangan produk energi alternatif akan berjalan dalam jangka panjang.

Manfaat Penggunaan Energi Alternatif

Manfaat penggunaan energi alternatif dapat ditinjau dari sumbernya. Contoh energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari beserta manfaatnya sebagai berikut:

1. Matahari

Matahari sebagai sumber energi alternatif yang melimpah. Selama matahari masih ada, maka manusia masih bisa memanfaatkan energi dari panas matahari.

Manfaat energi alternatif ini diterapkan pada panel surya untuk menghasilkan listrik rumahan.Pemerintah Indonesia juga telah mengoperasikan Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui PLTS Terapung Cirata dan PLTS Likupang.

2. Panas Bumi

Panas Bumi juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, terutama sebagai pembangkit listrik. Indonesia termasuk negara terbesar kedua sebagai penghasil listrik bertenaga panas bumi secara global.

Lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang sudah dimiliki Indonesia antara lain PLTP Kamojang, PLTP Lahendong, PLTP Sibayak, PLTP Salak, PLTP Darajat, PLTP Wayang Windu, PLTP Dieng, dan PLTP Ulubelu.

3. Air

Air sejak dulu dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Turbin-turbin ditempatkan pada bendungan dan digerakkan dengan derasnya aliran air untuk menghasilkan listrik.

4. Angin

Angin telah dipakai sebagai penyuplai listrik. Wilayah dengan hembusan angin kuat, cocok untuk ditempatkan kincir angin pembangkit listrik.

Indonesia telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Sidrap (Kabupaten Sidenreng Rappang) dan Tolo (Kabupaten Jeneponto).

5. Biomassa

Biomassa adalah energi alternatif yang didapatkan dari sumber daya hayati. Istilah lain biomassa yaitu fitomassa. Sumber biomassa contohnya kotoran hewan, dedaunan, eceng gondok, serbuk gergaji, sekam padi, sampah dapur, dan sebagainya.

Sumber biomassa ini dengan teknik tertentu bisa menghasilkan energi tertentu. Misalnya saat kotoran hewan, tumbuhan, hingga sampah organik dibusukkan, dapat menghasilkan gas yang mudah terbakar dan dapat dipakai sebagai pengganti gas LPG. Cairan dan materi padat lainnya berguna sebagai pupuk.

Baca juga artikel terkait ENERGI ALTERNATIF atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Dhita Koesno