Menuju konten utama

Tips Memilih Softlens Minus yang Aman & Nyaman bagi Mata Myopia

Temukan tips memilih softlens minus yang aman dan nyaman. Ketahui pula aturan pemakaian dan jenis-jenis softlens yang sesuai dengan kebutuhan mata myopia.

Tips Memilih Softlens Minus yang Aman & Nyaman bagi Mata Myopia
Ilustrasi Lensa Kontak. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bagi pemilik mata myopia, memahami tips memilih softlens minus sangat penting sebelum membeli. Hal ini agar koreksi penglihatan tidak hanya efektif, tapi juga aman bagi kesehatan mata.

Myopia, rabun jauh, atau mata minus adalah kondisi gangguan penglihatan ketika objek yang jauh terlihat buram, sementara objek dekat masih tampak jelas. Kondisi ini terjadi karena cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina, melainkan di depannya.

Myopia sendiri tidak mengenal usia, bahkan bisa terjadi pada anak-anak. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2024, setidaknya ada 3,6 juta anak di Indonesia yang mengalami kelainan refraksi pada mata sehingga menyebabkan rabun jauh.

Mata minus bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari faktor genetik hingga kebiasaan melihat jarak dekat terlalu lama. Apalagi, saat ini terjadi perubahan gaya hidup dengan semakin maraknya penggunaan gawai.

Untuk mengatasi hal ini, banyak orang memilih menggunakan soflens minus untuk mengoreksi penglihatannya. Dibandingkan kacamata, softlens menawarkan bidang pandang yang lebih luas, minim distorsi visual, serta lebih praktis.

Softlens bekerja dengan membantu memfokuskan cahaya agar jatuh tepat di retina sehingga penglihatan menjadi lebih jelas. Selain aspek kenyamanan dan estetika, pemilihan softlens yang tepat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mata.

Efektivitas Softlens dalam Mengontrol Progresi Myopia

Ilustrasi contact lens

Ilustrasi Lensa Kontak. FOTO/iStockphoto

Sebelum memahami tips memilih softlens minus, kita pahami dulu manfaat dan efektivitas softlens terhadap koreksi penglihatan dan progresi myopia. Progresi myopia (pertambahan derajat mata minus) bisa terjadi karena banyak faktor, termasuk screen time atau penggunaan gawai.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa softlens tidak hanya berfungsi sebagai alat korektif penglihatan, tapi juga memiliki potensi untuk memperlambat laju progresi myopia, khususnya untuk jenis softlens multifokal.

Salah satunya diungkap dalam jurnal Effect of High Add Power, Medium Add Power, or Single-Vision Contact Lenses on Myopia Progression in Children.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa softlens multifokal dengan add power tinggi paling efektif dalam memperlambat kenaikan minus selama 3 tahun, dibandingkan softlens multifokal add power sedang maupun softlens biasa (single vision).

Hal serupa juga diungkap artikel ilmiah Contact Lenses Used to Slow Nearsightedness in Youth Have a Lasting Effect yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH).

Studi ini menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan lensa kontak multifokal high-add memiliki pertumbuhan bola mata paling lambat dan penambahan minus yang paling sedikit dibandingkan kelompok yang menggunakan lensa biasa.

Tidak hanya itu, manfaat dari penggunaan softlens multifokal ini juga tetap bertahan, bahkan setelah anak-anak tersebut berhenti menggunakannya.

Secara keseluruhan, bukti ilmiah mendukung bahwa ada jenis softlens, khususnya lensa multifokal, dapat berperan dalam mengontrol progresi myopia, terutama ketika digunakan sejak awal dan sesuai rekomendasi profesional mata.

Aturan dan Durasi Penggunaan Softlens yang Aman untuk Kesehatan Mata

 Softlens mata minus

Softlens mata minus. foto/istockphoto

Secara umum, softlens memang aman digunakan, tapi penggunaannya tetap tidak bisa sembarangan karena akan ada kontak langsung antara lensa dengan mata kita. Oleh karena itu, pengguna softlens wajib mematuhi beberapa aturan, termasuk terkait durasi.

Berapa lama idealnya kita memakai softlens? Melalui kanal YouTube resmi RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, dr. H. Rochmad Haryanto, Sp.M yang merupakan dokter spesialis mata menjelaskan bahwa softlens tidak bisa digunakan sepanjang hari.

“Kekurangannya (softlens) tidak bisa dipakai terus-menerus, jadi harus ada jeda untuk dilepas. Maksimum (pemakaian) 8-10 jam harus dilepas,” jelasnya.

Hal ini selaras dengan hasil penelitian yang tertuang dalam jurnal The Effect of Contact Lens Wearing Time on Corneal Health: An Optometry Perspective. Studi ini meneliti dampak pemakaian softlens pada 37 orang dengan range waktu berbeda, mulai dari 4 hingga 12 jam.

Studi ini juga menunjukkan bahwa durasi penggunaan lensa kontak memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan kornea, dan penggunaan lebih dari 8 jam per hari berkorelasi kuat dengan peningkatan gejala iritasi mata.

Ilustrasi Softlens

Ilustrasi softlens. FOTO/iStockphoto

Selain soal durasi, masih ada beberapa aturan lain yang harus jadi perhatian para pengguna softlens. Berikut beberapa aturan memakai softlens seperti dikutip dari situs EMC Healthcare dan Moorfields Eye Hospital:

  • Jaga kebersihan tangan
Selalu cuci tangan dengan sabun tanpa pewangi dan keringkan terlebih dahulu sebelum memasang atau melepas lensa. Ini membantu mengurangi risiko bakteri atau kotoran masuk ke mata.

  • Gunakan cairan pembersih lensa yang tepat
Bersihkan dan disinfeksi softlens setiap kali setelah pemakaian menggunakan lens solution yang direkomendasikan. Jangan pernah memakai air keran atau air mineral karena dapat membawa mikroorganisme berbahaya.

  • Ganti larutan dan wadah lensa secara teratur
Buang larutan lama dan isi dengan yang baru setiap hari, serta bersihkan wadah lensa secara berkala. Wadah yang kotor dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

  • Jangan tidur dengan softlens masih terpasang
Tidur dengan lensa kontak, kecuali jenis softlens yang diresepkan khusus oleh dokter. Tidur dengan softlens dapat menghambat oksigen ke kornea dan meningkatkan risiko infeksi mata.

  • Hindari memakai softlens saat berenang
Air, seperti di kolam atau laut, sering mengandung bakteri dan organisme berbahaya yang dapat menempel di lensa, meningkatkan risiko infeksi mata.

  • Buang dan ganti lensa sesuai jadwal
Jangan memakai lensa kontak melebihi batas waktu yang direkomendasikan oleh dokter mata untuk menghindari iritasi dan infeksi.

  • Perhatikan tanda-tanda gangguan mata
Jangan abaikan tanda gangguan mata. Jika mata terasa merah, sakit, atau penglihatan kabur, segera konsultasikan ke dokter mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jenis-Jenis Softlens untuk Mata Minus

Ilustrasi contact lens

Ilustrasi Lensa Kontak. FOTO/iStockphoto

Salah satu tips memilih softlens minus adalah mengetahui jenis lensa kontak yang ingin dipakai. Dilansir dari situs CDC, berbagai jenis softlens dapat dibedakan berdasarkan material pembuatan dan jadwal pemakaian.

Jenis Softlens Berdasarkan Material Lensa

  • Soft Contact Lenses
Softlens terbuat dari plastik lunak dan fleksibel/lentur yang dirancang untuk memungkinkan oksigen mengalir ke kornea mata. Material ini umumnya lebih nyaman saat pertama kali digunakan dan menjadi pilihan yang paling umum bagi pemakai softlens.
  • Rigid Gas Permeable (RGP)
Lensa dari material ini biasanya lebih tahan lama dan mampu memberikan penglihatan yang cukup tajam. Meski demikian, RGP cenderung memerlukan waktu adaptasi lebih lama dan perawatannya lebih kompleks dibandingkan softlens lunak.

Berdasarkan Jadwal Pemakaian

  • Daily Wear (Pemakaian Harian)
Softlens dengan jadwal daily wear dirancang untuk dipakai hanya pada siang hari. Lensa jenis ini tidak untuk dipakai saat tidur karena penggunaan saat tidur dapat meningkatkan risiko infeksi mata. Setelah dipakai seharian, lensa ini harus dilepas, dibersihkan, dan disimpan dengan cairan pembersih yang sesuai.

  • Extended Wear (Pemakaian Jangka Panjang)
Jenis ini dibuat untuk bisa dipakai lebih lama, bahkan semalaman, misalnya 1-6 malam, bahkan ada yang sampai 30 hari, tergantung rekomendasi dari dokter mata.

Umumnya softlens extended wear terbuat dari material lunak yang memungkinkan oksigen lebih banyak mencapai kornea. Perlu diingat bahwa softlens jenis ini harus disertai rekomendasi dokter atau profesional kesehatan mata karena pemakaian berlebihan dapat meningkatkan risiko infeksi.

  • Daily Disposable (Sekali Pakai)
Jenis ini adalah softlens sekali pakai yang digunakan hanya satu hari, kemudian dibuang. Tidak perlu pembersihan atau penyimpanan ulang karena setiap hari memakai softlens yang baru. Tipe ini cocok bagi pemula atau yang mengutamakan kebersihan dan kenyamanan.

  • Planned Replacement (Penggantian Terjadwal)
Softlens jenis ini dipakai selama beberapa hari atau minggu, kemudian diganti secara terjadwal sesuai rekomendasi dokter, misalnya setiap 7 atau 30 hari. Perawatan rutin seperti pembersihan dan penyimpanan sangat penting untuk jenis ini agar tetap nyaman dipakai.

Tips Memilih Softlens Minus Sesuai Kebutuhan dan Aktivitas

Ilustrasi Softlens

Ilustrasi softlens. FOTO/iStockphoto

Memilih softlens untuk mata minus wajib memperhatikan banyak hal, termasuk mempertimbangkan gaya hidup dan aktivitas harian. Berikut beberapa tips memilih softlens untuk mata minus yang bisa diterapkan:

1. Sesuaikan dengan Durasi Pemakaian Harian

Jika sering memakai softlens sepanjang hari, pilihan softlens harian (daily disposable) bisa lebih aman dan nyaman. Karena digunakan sekali lalu dibuang setiap hari, lensa ini mengurangi penumpukan partikel yang bisa menyebabkan iritasi atau infeksi.

Untuk pemakaian rutin, tapi tidak sehari penuh, lensa dengan jadwal penggantian dua mingguan atau bulanan bisa dipilih, asalkan dirawat dengan benar.

2. Pertimbangkan Aktivitas Fisik dan Gaya Hidup

Bagi yang aktif berolahraga, sering bergerak, atau membutuhkan penglihatan bebas tanpa bingkai kaca mata, softlens dengan material yang lembut dan breathable sangat dianjurkan.

Lensa dengan bahan seperti silicone hydrogel memungkinkan oksigen lebih banyak mencapai kornea sehingga nyaman dipakai saat beraktivitas intens. Pilih juga lensa yang tetap nyaman saat berkeringat atau terkena angin.

3. Pilih Jenis yang Mudah Dirawat untuk Kesibukan Sehari-hari

Jika memiliki jadwal harian yang padat dan tidak punya waktu banyak untuk merawat lensa, daily disposable juga menjadi pilihan tepat karena tidak perlu dibersihkan atau disimpan setiap malam. Sebaliknya, jika kita bisa disiplin merawat lensa secara rutin, tipe planned replacement bisa lebih hemat biaya.

4. Perhatikan Kebutuhan Kondisi Mata

Beberapa orang mungkin memiliki mata kering, iritasi, atau sensitif, terutama saat bekerja lama di depan layar. Dalam kasus ini, cari softlens yang memiliki permeabilitas oksigen tinggi sehingga mengurangi gejala mata kering dan ketidaknyamanan.

5. Konsultasikan dengan Dokter Mata untuk Rekomendasi Personal

Yang tak kalah penting adalah berkonsultasi dengan dokter mata sebelum membeli. Setiap orang punya bentuk mata, aktivitas, dan kebutuhan visual yang berbeda sehingga softlens yang cocok untuk satu orang mungkin kurang nyaman bagi orang lain.

Pemeriksaan profesional juga memastikan bahwa ukuran, kurva dasar (base curve), dan diameter lensa sesuai dengan mata kita.

Demikian beberapa tips memilih softlens minus yang aman dan nyaman bagi mata. Dengan memahami jenis softlens, aturan pemakaian, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari, kita dapat meminimalkan risiko iritasi maupun gangguan kesehatan mata.

Jangan lupa untuk selalu menggunakan softlens sesuai anjuran dokter mata, menjaga kebersihannya, dan rutin melakukan pemeriksaan mata agar penglihatan tetap optimal dan mata tetap sehat dalam jangka panjang.

Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait LENSA KONTAK atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani