tirto.id - Bagi pemilik mata myopia, memahami tips memilih softlens minus sangat penting sebelum membeli. Hal ini agar koreksi penglihatan tidak hanya efektif, tapi juga aman bagi kesehatan mata.
Myopia, rabun jauh, atau mata minus adalah kondisi gangguan penglihatan ketika objek yang jauh terlihat buram, sementara objek dekat masih tampak jelas. Kondisi ini terjadi karena cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina, melainkan di depannya.
Myopia sendiri tidak mengenal usia, bahkan bisa terjadi pada anak-anak. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2024, setidaknya ada 3,6 juta anak di Indonesia yang mengalami kelainan refraksi pada mata sehingga menyebabkan rabun jauh.
Mata minus bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari faktor genetik hingga kebiasaan melihat jarak dekat terlalu lama. Apalagi, saat ini terjadi perubahan gaya hidup dengan semakin maraknya penggunaan gawai.
Untuk mengatasi hal ini, banyak orang memilih menggunakan soflens minus untuk mengoreksi penglihatannya. Dibandingkan kacamata, softlens menawarkan bidang pandang yang lebih luas, minim distorsi visual, serta lebih praktis.
Softlens bekerja dengan membantu memfokuskan cahaya agar jatuh tepat di retina sehingga penglihatan menjadi lebih jelas. Selain aspek kenyamanan dan estetika, pemilihan softlens yang tepat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mata.
Efektivitas Softlens dalam Mengontrol Progresi Myopia

Sebelum memahami tips memilih softlens minus, kita pahami dulu manfaat dan efektivitas softlens terhadap koreksi penglihatan dan progresi myopia. Progresi myopia (pertambahan derajat mata minus) bisa terjadi karena banyak faktor, termasuk screen time atau penggunaan gawai.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa softlens tidak hanya berfungsi sebagai alat korektif penglihatan, tapi juga memiliki potensi untuk memperlambat laju progresi myopia, khususnya untuk jenis softlens multifokal.
Salah satunya diungkap dalam jurnal Effect of High Add Power, Medium Add Power, or Single-Vision Contact Lenses on Myopia Progression in Children.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa softlens multifokal dengan add power tinggi paling efektif dalam memperlambat kenaikan minus selama 3 tahun, dibandingkan softlens multifokal add power sedang maupun softlens biasa (single vision).
Hal serupa juga diungkap artikel ilmiah Contact Lenses Used to Slow Nearsightedness in Youth Have a Lasting Effect yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH).
Studi ini menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan lensa kontak multifokal high-add memiliki pertumbuhan bola mata paling lambat dan penambahan minus yang paling sedikit dibandingkan kelompok yang menggunakan lensa biasa.
Tidak hanya itu, manfaat dari penggunaan softlens multifokal ini juga tetap bertahan, bahkan setelah anak-anak tersebut berhenti menggunakannya.
Secara keseluruhan, bukti ilmiah mendukung bahwa ada jenis softlens, khususnya lensa multifokal, dapat berperan dalam mengontrol progresi myopia, terutama ketika digunakan sejak awal dan sesuai rekomendasi profesional mata.
Aturan dan Durasi Penggunaan Softlens yang Aman untuk Kesehatan Mata

Secara umum, softlens memang aman digunakan, tapi penggunaannya tetap tidak bisa sembarangan karena akan ada kontak langsung antara lensa dengan mata kita. Oleh karena itu, pengguna softlens wajib mematuhi beberapa aturan, termasuk terkait durasi.
Berapa lama idealnya kita memakai softlens? Melalui kanal YouTube resmi RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, dr. H. Rochmad Haryanto, Sp.M yang merupakan dokter spesialis mata menjelaskan bahwa softlens tidak bisa digunakan sepanjang hari.
“Kekurangannya (softlens) tidak bisa dipakai terus-menerus, jadi harus ada jeda untuk dilepas. Maksimum (pemakaian) 8-10 jam harus dilepas,” jelasnya.
Hal ini selaras dengan hasil penelitian yang tertuang dalam jurnal The Effect of Contact Lens Wearing Time on Corneal Health: An Optometry Perspective. Studi ini meneliti dampak pemakaian softlens pada 37 orang dengan range waktu berbeda, mulai dari 4 hingga 12 jam.
Studi ini juga menunjukkan bahwa durasi penggunaan lensa kontak memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan kornea, dan penggunaan lebih dari 8 jam per hari berkorelasi kuat dengan peningkatan gejala iritasi mata.

Selain soal durasi, masih ada beberapa aturan lain yang harus jadi perhatian para pengguna softlens. Berikut beberapa aturan memakai softlens seperti dikutip dari situs EMC Healthcare dan Moorfields Eye Hospital:
- Jaga kebersihan tangan
- Gunakan cairan pembersih lensa yang tepat
- Ganti larutan dan wadah lensa secara teratur
- Jangan tidur dengan softlens masih terpasang
- Hindari memakai softlens saat berenang
- Buang dan ganti lensa sesuai jadwal
- Perhatikan tanda-tanda gangguan mata
Jenis-Jenis Softlens untuk Mata Minus

Salah satu tips memilih softlens minus adalah mengetahui jenis lensa kontak yang ingin dipakai. Dilansir dari situs CDC, berbagai jenis softlens dapat dibedakan berdasarkan material pembuatan dan jadwal pemakaian.
Jenis Softlens Berdasarkan Material Lensa
- Soft Contact Lenses
- Rigid Gas Permeable (RGP)
Berdasarkan Jadwal Pemakaian
- Daily Wear (Pemakaian Harian)
- Extended Wear (Pemakaian Jangka Panjang)
Umumnya softlens extended wear terbuat dari material lunak yang memungkinkan oksigen lebih banyak mencapai kornea. Perlu diingat bahwa softlens jenis ini harus disertai rekomendasi dokter atau profesional kesehatan mata karena pemakaian berlebihan dapat meningkatkan risiko infeksi.
- Daily Disposable (Sekali Pakai)
- Planned Replacement (Penggantian Terjadwal)
Tips Memilih Softlens Minus Sesuai Kebutuhan dan Aktivitas

Memilih softlens untuk mata minus wajib memperhatikan banyak hal, termasuk mempertimbangkan gaya hidup dan aktivitas harian. Berikut beberapa tips memilih softlens untuk mata minus yang bisa diterapkan:
1. Sesuaikan dengan Durasi Pemakaian Harian
Jika sering memakai softlens sepanjang hari, pilihan softlens harian (daily disposable) bisa lebih aman dan nyaman. Karena digunakan sekali lalu dibuang setiap hari, lensa ini mengurangi penumpukan partikel yang bisa menyebabkan iritasi atau infeksi.Untuk pemakaian rutin, tapi tidak sehari penuh, lensa dengan jadwal penggantian dua mingguan atau bulanan bisa dipilih, asalkan dirawat dengan benar.
2. Pertimbangkan Aktivitas Fisik dan Gaya Hidup
Bagi yang aktif berolahraga, sering bergerak, atau membutuhkan penglihatan bebas tanpa bingkai kaca mata, softlens dengan material yang lembut dan breathable sangat dianjurkan.Lensa dengan bahan seperti silicone hydrogel memungkinkan oksigen lebih banyak mencapai kornea sehingga nyaman dipakai saat beraktivitas intens. Pilih juga lensa yang tetap nyaman saat berkeringat atau terkena angin.
3. Pilih Jenis yang Mudah Dirawat untuk Kesibukan Sehari-hari
Jika memiliki jadwal harian yang padat dan tidak punya waktu banyak untuk merawat lensa, daily disposable juga menjadi pilihan tepat karena tidak perlu dibersihkan atau disimpan setiap malam. Sebaliknya, jika kita bisa disiplin merawat lensa secara rutin, tipe planned replacement bisa lebih hemat biaya.4. Perhatikan Kebutuhan Kondisi Mata
Beberapa orang mungkin memiliki mata kering, iritasi, atau sensitif, terutama saat bekerja lama di depan layar. Dalam kasus ini, cari softlens yang memiliki permeabilitas oksigen tinggi sehingga mengurangi gejala mata kering dan ketidaknyamanan.5. Konsultasikan dengan Dokter Mata untuk Rekomendasi Personal
Yang tak kalah penting adalah berkonsultasi dengan dokter mata sebelum membeli. Setiap orang punya bentuk mata, aktivitas, dan kebutuhan visual yang berbeda sehingga softlens yang cocok untuk satu orang mungkin kurang nyaman bagi orang lain.Pemeriksaan profesional juga memastikan bahwa ukuran, kurva dasar (base curve), dan diameter lensa sesuai dengan mata kita.
Demikian beberapa tips memilih softlens minus yang aman dan nyaman bagi mata. Dengan memahami jenis softlens, aturan pemakaian, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari, kita dapat meminimalkan risiko iritasi maupun gangguan kesehatan mata.
Jangan lupa untuk selalu menggunakan softlens sesuai anjuran dokter mata, menjaga kebersihannya, dan rutin melakukan pemeriksaan mata agar penglihatan tetap optimal dan mata tetap sehat dalam jangka panjang.
Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































