tirto.id - Materi IPAS kelas 4 bab 5 Cerita Tentang Daerahku membahas tentang tiga topik tertentu. Simak secara lengkap rangkuman materi Cerita Tentang Daerahku kelas 4 bab 5 di dalam artikel ini.
Pada dasarnya, IPAS merupakan gabungan dari bidang pembelajaran sosial dan alam. Peserta didik akan mendapatkan pengajaran mengenai kehidupan sosial, sejarah, dan alam tanpa memisahkannya satu sama lain.
Begitu juga dengan modul ajar atau buku Cerita Tentang Daerahku yang menjadi bahan ajar siswa kelas 4. Bahkan, ketiga unsur pembelajaran di atas merupakan standar kompetensinya.
Materi Contoh Soal IPAS Kelas 4 Bab 5 Cerita Tentang Daerahku
Mengutip Modul Ajar IPAS Kelas IV (2023) tulisan Lilik Septiyani, ada tiga poin kompetensi dalam materi Cerita Tentang Daerahku. Pendidik mengharapkan siswanya mampu melakukan tiga hal berikut.
- Mengisahkan perkembangan daerah berdasarkan sejarah daerah tempat tinggalnya.
- Melakukan identifikasi serta menunjukkan kekayaan alam yang berada di sekitar tempat tinggal.
- Menganalisis pengaruh perkembangan daerah terhadap aspek ekonomi masyarakat di sekitar tempat tinggal.
Materi IPAS Sejarah Daerahku Kelas 4 Bab 5
Materi IPAS kelas 4 bab 5 topik A membahas tentang "apa hal menarik dari sejarah daerah tempat tinggal kalian?". Informasinya meliputi sejarah kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha hingga Islam berikut.1. Sejarah Kerajaan Bercorak Hindu-Budha
Masa kerajaan bercorak Hindu dan Buddha di Nusantara mulai muncul kisaran abad 4 Masehi. Saat itu, muncul beberapa kerajaan dengan corak kepercayaan Hindu dan/atau Buddha.Berikut daftar Kerajaan Hindu dan Buddha yang pernah ada dalam sejarah Indonesia beserta peninggalannya.
1) Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai berdiri pada 400 Masehi. Namanya tercatat sebagai kerajaan tertua di Nusantara.Kerajaan Kutai Martapura berada di Kalimantan Timur. tepatnya terletak di hulu Sungai Mahakam, Muara Kaman (kini termasuk wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara).
Beberapa raja yang pernah menduduki tahta Kutai antara lain Kudungga, Aswawarman, dan Mulawarman. Salah satu peninggalan Kerajaan Kutai adalah Prasasti Tugu Batu yang di dalamnya terdapat huruf Pallawa.
2) Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara (450 Masehi) pernah menguasai kawasan yang kini menjadi wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Kerajaan ini mengalami masa kejayaan di bawah pimpinan Raja Purnawarman.Peninggalannya meliputi beberapa prasasti. Di antaranya ada Prasasti Muara Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Tugu, Prasasti Jambu, Prasasti Lebak, dan lainnya.
3) Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya yang muncul pada abad 7 Masehi menjadi bukti bahwa agama Buddha pernah besar di Indonesia. Lokasi kerajaan ini belum diketahui meskipun konon pernah berpusat di Palembang, Sumatera Selatan.Beberapa raja yang pernah memerintah Sriwijaya antara lain Dapunta Hyang Sri Jayanasa (683 M), Indrawarman (702 M), Rudra Wikrama (728-742 M), Sanggramadhananjaya (775 M), Dharanindra(778 M), Samaragrawira/Rakai Warak (782 M), Dharmasetu (790 M), Samaratungga (792 M) hingga Balaputradewa (856 M).
Adapun beberapa prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya di antaranya Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Kota Kapur, Prasasti Telaga Batu, Prasasti Karang Berahi, Prasasti Talang Tuo, PrasatiLigor, dan lainnya.
4) Kerajaan Kalingga
Ratu Shima menjadi salah satu sosok pemimpin Kerajaan Kalingga (674 Masehi) yang membawa keemasan pada daerahnya. Wilayah kekuasaan kerajaan ini mencakup sepanjang pesisir pantai utara di Jawa Tengah hingga wilayah pedalaman di bagian selatan.Pusat pemerintahan Kerajaan Kalingga diperkirakan pernah berada di Pekalongan, Jepara, atau di pegunungan Dieng. Beberapa peninggalan Kerajaan Kalingga antara lain Prasasti Sojomertol, Prasasti Tukmas, Candi Buprah, dan Candi Angin.
5) Kerajaan Mataram Kuno
Sejarah Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Medang yang bercorak Hindu muncul mulai abad 6 Masehi. Kerajaan ini merupakan pemerintahan penerus dari Kerajaan Kalingga.Kerajaan Mataram Kuno memiliki dua periode berdasarkan lokasi atau ibu kota pemerintahannya. Di antaranya periode awal di Jawa Tengah pada era Wangsa Sanjaya dan Sailendra (732-929 M) dan periode kedua ketika pindah ke Jawa Timur serta dikuasai oleh Wangsa Isyana (929-1016 M).
Raja-raja yang memerintah Kerajaan Medang sebagian besar memakai gelar Rakai, di antaranya adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (732-760 M), Rakai Panangkaran (760-780 M), Rakai Panunggalan (780-800 M), dan seterusnya.
Kerajaan Mataram Kuno punya banyak peninggalan yang berupa candi-candi megah. Beberapa contohnya termasuk Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sewu, dan lain-lain.
6) Kerajaan Kediri
Kerajaan Kadiri (Kediri) atau Panjalu yang berpusat di Daha merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur. Sejarah Kerajaan Kediri masih terkait dengan Kerajaan Kahuripan dan Dinasti Mataram Kuno, termasuk pula Kerajaan Jenggala.Prasasti peninggalan Kerajaan Kediri antara lain Prasasti Pucangan, Prasasti Pamwatan, Prasasti Gandhakuti, Prasasti Mataji, Prasasti Turun Hyang, Prasasti Ngantang, Prasasti Sirah Keting, Prasasti Hantang, Prasasti Talan, Prasasti Jepun, Prasasti Pandlegan, Prasasti Kahyunan, Prasasti Waleri, Prasasti Angin, Prasasti Jaring, Prasasti Semanding, Prasasti Cker, Prasasti Tondowongso, dan lainnya.
Adapun raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Kediri adalah Samarawijaya (sejak 1042 Masehi), Jitendrakara (1051), Bameswara (1117-1130), Jayabhaya (1135-1157), Sarweswara (1159-1161), Aryeswara (sekitar tahun 1171), Gandra (1181), Kamesywara (1190), dan Kertajaya (1194-1222).
7) Kerajaan Singasari
Sejarah Kerajaan Singasari terkait erat dengan Ken Arok (1222-1247). Dirinya juga menjadi pendiri kerajaan tersebut sehingga diberikan gelar Sri Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi.Perkiraan lokasi kerajaan berada di daerah yang sekarang menjadi wilayah Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Masa kejayaan Kerajaan Singasari ini terjadi saat masa kepemimpinan Kertanegara (wafat tahun 1292) yang menjadi raja terakhirnya.
Kertanegara kala itu ingin menyatukan sebagian wilayah Nusantara di bawah naungan Singasari. Keturunannya bernama HayamWuruk meneruskan ambisi tersebut saat memimpin Kerajaan Majapahit (penerus Singasari).
Beberapa peninggalan Kerajaan Singasari antara lain Candi Kidal, Candi Singasari, Candi Jago, Candi Katang Lumbang, Candi Kangenan, Prasasti Singasari, Prasasti Malurung, dan lainnya.
8) Kerajaan Majapahit
Majapahit merupakan kerajaan Hindu (dan Buddha) terbesar yang pernah berdiri di Nusantara sejak 1293 Masehi. Pendiri Kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya yang merupakan menantu dari Kertanegara, raja terakhir Singasari.Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada era HayamWuruk (1350-1389) yang didukung oleh Mahapatih Gajah Mada. Duet dua sosok ini mampu mewujudkan bersatunya Nusantara di bawah naungan Majapahit.
Pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit yang paling dikenal adalah di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Adapun beberapa peninggalannya di antaranya adalah Candi Tikus, Candi Penataran, Candi Jabung, Candi Sukuh, Candi Bajangratu, Kitab Nagarakertagama, dan Sutasoma.
2. Sejarah Kerajaan Bercorak Islam
Setelah melewati masa Kerajaan Hindu-Buddha, Indonesia memasuki periode kerajaan bercorak Islam. Berikut ini daftar nama kerajaan lengkap dengan peninggalan, pemimpin, dan pusat kekuasaannya.1) Kerajaan Samudera Pasai
Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantara yang eksis sejak abad ke-13 hingga abad ke-16 Masehi. Berdiri tahun 1267 dan berakhir pada 1521, Samudera Pasai terletak di pesisir utara Sumatera, dekat Lhokseumawe, Aceh, tak jauh dari Selat Malaka.Pemimpin pertama Kesultanan Samudera Pasai di Aceh adalah Marah Silu. Dirinya kemudian memperoleh gelar sebagai Sultan Malik al-Saleh atau Sultan Malikussaleh (1267-1297 M).
Kesultanan Samudera Pasai mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Al-Malik az-Zahir II yang bertakhta hingga tahun 1349 Masehi.
Adapun beberapa peninggalan Kerajaan Samudera Pasai antara lain penemuan beberapa makam para sultan. Ada juga koin dengan bahan emas serta perak sebagai alat transaksi pada zamannya.
Masih ada peninggalan Kerajaan Samudera Pasai lainnya seperti lonceng Cakra Donya dan stempel khas kerajaan. Selain itu, terdapat pula karya tulis seperti Hikayat Raja Pasai dan Kitab Tasawuf Durrual-Manzum.
2) Kesultanan Demak
Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang berdiri pada awal abad ke-16 Masehi seiring dengan kemunduran Majapahit. Pemimpin pertamanya adalah Raden Patah yang konon merupakan putra raja terakhir Majapahit dengan dibantu oleh Wali Songo.Kerajaan ini berpusat di Demak, Jawa Tengah. Kepemimpinan kerajaan mulai dari Pati Unus, Sultan Trenggana, Sunan Prawata, sebelum akhirnya runtuh dan dilanjutkan Kesultanan Pajang.
Beberapa peninggalan Kesultanan Demak di antaranya adalah Masjid Agung Demak, Lawang Bledeg, Soko Guru, Surya Majapahit, Dampar Kencana, Situs Kolam Wudhu, Piring Campa, dan sejumlah makam tokoh-tokoh berpengaruh.
3) Kesultanan Banten
Pemimpin pertama Kesultanan Banten adalah Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570 Masehi). Dirinya adalah putra dari Sunan Gunung Jati, salah satu anggota Wali Songo.Puncak masa keemasan Kesultanan Banten terjadi pada era Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1683 M). Sebelumnya, kerajaan ini dirintis oleh Pangeran Sabakingkin alias Maulana Hasanuddin (1552-1570 M).
Beberapa peninggalan Kesultanan Banten antara lain Keraton Surowosan, Masjid Agung Banten, Meriam Ki Amuk, dan lainnya.
4) Kesultanan Mataram Islam
Panembahan Senapati mendirikan Kesultanan Mataram Islam pada 1584 di Alas Mentaok (kini Yogyakarta). Mataram Islam pada akhirnya berperan sebagai kelanjutan Kesultanan Pajang dan Kesultanan Demak yang mengawali era kerajaan Islam di Jawa.Di bawah kepemimpinan Sultan Agung (1587-1601), cucu Panembahan Senapati, Kesultanan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan. Wilayah ini terpecah empat karena pengaruh VOC Belanda.
Keempat kerajaan ini masih bertahan hingga sekarang. Di antaranya adalah Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman.
5) Kesultanan Ternate
Kesultanan Ternate merupakan salah satu dari empat kerajaan Islam tertua di Maluku Utara, selain Tidore, Jailolo, dan Bacan. Raja Ternate pertama yang memeluk agama Islam adalah Kolano Marhum (1465-1486 Masehi).Beberapa pemimpin Kesultanan Ternate selanjutnya antara lain Sultan Bayanullah (1500-1522 M), Sultan Hidayatullah (1522-1529 M), Sultan Tabariji (1533-1534), Sultan Baabullah (1570-1583 M), hingga raja terakhir Sultan Haji Muhammad Usman Syah (1902-1915 M).
Peninggalan sejarah Kesultanan Ternate di antaranya adalah Istana Kesultanan Ternate, Masjid Jami, benteng, kompleks pemakaman sultan-sultan, dan lainnya.
6) Kerajaan Tidore
Kesultanan Tidore adalah kerajaan Islam yang berpusat di Kota Tidore. Kerajaan ini termasuk salah satu yang tertua di Maluku Utara, selain Kesultanan Ternate, Kesultanan Jailolo, dan Kesultanan Bacan.Raja pertama Tidore adalah Sahajati yang merupakan saudara MayshurMalamo, raja pertama Kerajaan Ternate. Berdasarkan berbagai sumber, tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa Sahajati telah memeluk agama Islam.
Raja Tidore yang pertama masuk Islam adalah Ciriliyati dengan gelar Sultan Jamaluddin (1495-1512 M). Sejak saat itu, Kerajaan Tidore pun berubah menjadi kesultanan atau kerajaan bercorak Islam.
Beberapa peninggalan sejarah Kesultanan Tidore yang masih tersisa adalah Istana KadatoKie, Benteng Torre, dan Tahula.
7) Kerajaan Gowa
Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan pada masa sebelum masuknya Islam dimulai sejak era kepemimpinan penguasa pertama, Tumanurung. Kerajaan ini bertahan sampai dengan masa kepemimpinan Tonipasulu (berkuasa hingga tahun 1593).Sedangkan pemerintahan Gowa-Tallo setelah masuknya Islam baru memulai babak sejak era I Mangarangi Daeng Manrabbia (1593-1639). Ia mengemban gelar sebagai Sultan Alauddin I.
Kesultanan Gowa mencapai masa kejayaannya ketika dipimpin oleh Sultan Hasanuddin (1653-1669) atau yang dijuluki sebagai Ayam Jantan dari Timur.
Beberapa peninggalan Kerajaan Gowa antara lain Istana BallaLompoa, Istana Tamalate, Masjid Katangka, Benteng Somba Opu, Benteng Fort Rotterdam, dan lainnya.
Materi Kekayaan Alam Daerahku Kelas 4 Bab 5
Contoh Cerita Tentang Daerahku kelas 4 bab 5 dapat pula menggunakan latar belakang kekayaan alam daerah. Pada dasarnya, setiap daerah memiliki penampakan alam yang berbeda dan memengaruhi kekayaan alam di dalamnya.Berikut penjelasan tentang penampakan alam dalam buku Cerita Tentang Daerahku.
1. Pegunungan
Pegunungan kerap menjadi lahan tani, kehutanan, pertanian, dan perkebunan. Misalnya pegunungan di daerah Dieng (Jawa Tengah) yang menjadi daerah untuk pertanian kentang.2. Dataran Rendah
Dataran rendah bisa menjadi daerah perikanan, perkantoran, perkebunan, industri, peternakan, dan pertanian. Sebagai contoh, di Karawang ada kawasan khusus untuk melakukan kegiatan industri.3. Pantai dan Laut
Kekayaan alam di pantai maupun laut bisa menjadi pusat pariwisata sekaligus wilayah produktif lain. Salah satu contoh pemanfaatan sumber daya alam pantai yaitu di Pulau Bali.4. Sungai
Sungai bisa menjadi wilayah irigasi, jalur transportasi, kawasan perikanan darat, dan lokasi proyek pembangkit listrik. Contoh Cerita Tentang Daerahku yang berkaitan dengan sungai misalnya Sungai Kapuas yang dijadikan PLTA.5. Danau dan Waduk
Danau bisa menjadi daerah wisata alamiah, lokasi perikanan, dan lain-lain. Adapun waduk merupakan danau buatan manusia yang biasanya berfungsi untuk irigasi atau cadangan air.Materi Perkembangan Daerah Tempat Tinggalku Kelas 4 Bab 5
Berangkat dari pembelajaran sejarah dan kekayaan alam, materi Cerita Tentang Daerahku kelas 4 juga membahas perkembangan tempat tinggal. Pasalnya, kekayaan alam bisa memunculkan perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain.Hal ini bisa menyebabkan perkembangan di daerah tempat tinggal kalian. Sebagai contohnya, Kota Jakarta sekarang kerap menjadi pilihan bagi orang yang ingin bekerja kantoran.
Perpindahan ini bisa memunculkan pengaruh budaya tertentu bagi setiap anggota masyarakat. Pengaruh ini bisa menghasilkan pencampuran budaya-budaya hingga menciptakan budaya baru.
1. Akulturasi
Akulturasi secara khusus membahas tentang pencampuran suatu budaya dengan budaya lain. Siswa bisa melihat contohnya dari pentas seni wayang oleh orang Jawa, tetapi kisahnya berasal dari India.2. Asimilasi
Pertemuan antara budaya satu dengan yang lain dapat pula menghasilkan suatu bentuk kebudayaan baru. Peserta didik bisa melihat contoh asimilasi dari perpaduan lagu tradisional Indonesia dan lagu India yang bercampur menjadi dangdut.Download Materi Cerita Tentang Daerahku Kelas 4 Bab 5 PDF
Peserta didik maupun guru dapat mengunduh materi Cerita Tentang Daerahku kelas 4 untuk bahan pembelajaran. Untuk membaca materi secara lebih lanjut, berikut ini tautan unduhnya.
Rangkuman Materi IPAS Kelas 4 SD Bab 5 Cerita Tentang Daerahku | PDF
Ingin membaca lebih banyak materi contoh soal IPAS kelas 4 dan bidang studi lainnya? Pantau terus berbagai rangkuman materi contoh soal secara lengkap hanya di sini.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id




































