Menuju konten utama

10 Gempa Besar Guncang Dunia 2026, Ada Dua di Indonesia

Sepuluh gempa terbesar mengguncang dunia sepanjang 2026 dengan magnitudo 7,2-7,8. Dua gempa terjadi di Indonesia, yakni Bitung dan NTT.

10 Gempa Besar Guncang Dunia 2026, Ada Dua di Indonesia
Peta Dunia. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah gempa bumi berkekuatan besar mengguncang negara-negara di dunia sepanjang 2026. Berdasarkan data yang dihimpun dari United States Geological Survey (USGS), sedikitnya 10 gempa dengan kekuatan magnitudo 7,2 hingga 7,8 masuk dalam daftar gempa terbesar tahun ini. Dua di antaranya terjadi di Indonesia.

Sepuluh gempa terbesar sepanjang 2026 tersebut terjadi di sejumlah kawasan yang dikenal memiliki aktivitas tektonik tinggi, mulai dari Filipina, Tonga, Jepang, Vanuatu, hingga Venezuela, Kolombia, Meksiko, dan Indonesia. Gempa terbesar tercatat berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Juni 2026.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami lebih dari satu gempa berkekuatan sangat besar dalam daftar tersebut. Gempa magnitudo 7,4 terjadi di sekitar Bitung pada April 2026, kemudian disusul gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus.

Daftar 10 Gempa Besar Guncang Dunia 2026

Menurut United States Geological Survey (USGS), sepanjang 2026 terjadi sejumlah gempa bumi berkekuatan besar yang tersebar di kawasan Asia-Pasifik dan benua Amerika. Sepuluh gempa terbesar yang dicatat memiliki magnitudo antara 7,2 hingga 7,8, berikut daftarnya.

1. Gempa Kablalan, Filipina: Magnitudo 7,8

Gempa yang terjadi pada 7 Juni 2026 ini menjadi yang terbesar sepanjang 2026 ini. Gempa terjadi pada pukul sekitar 07.37 waktu setempat, dengan pusat gempa berada di laut lepas Pulau Mindanao, tepatnya sekitar 32 kilometer di barat daya Kota Maasim, Provinsi Sarangani, pada kedalaman sekitar 33 kilometer.

Guncangan yang sangat kuat dirasakan di sejumlah wilayah Mindanao dan menyebabkan bangunan runtuh, kerusakan infrastruktur, tanah longsor, serta kepanikan masyarakat. Sedikitnya 32 orang meninggal dunia dan lebih dari 200 orang mengalami luka-luka, serta sejumlah orang lainnya dilaporkan masih hilang dan diduga terjebak di dalam bangunan yang runtuh, dilansir New York Post, Minggu(7/6/2026).

Dampak gempa paling berat dilaporkan terjadi di wilayah General Santos. Sedikitnya 12 orang sempat dilaporkan hilang di kota tersebut. .

Gempa juga menimbulkan tsunami karena pusat gempanya berada di laut. Gelombang setinggi sekitar 1 meter tercatat mencapai sejumlah wilayah pesisir di Filipina, bahkan di Kota Kiamba sempat terukur gelombang setinggi 1,4 meter.

Sebuah desa pesisir di Provinsi Zamboanga del Sur mengalami kerusakan pada enam rumah sederhana yang dibangun di atas tiang akibat guncangan dan gelombang yang lebih tinggi. Gelombang tsunami yang lebih kecil juga terdeteksi di luar Filipina.

Di lepas pantai Sulawesi, Indonesia, tercatat gelombang sekitar 83 sentimeter, sedangkan di Palau gelombang sekitar 30 sentimeter terukur. Di Jepang, gelombang hingga sekitar 20 sentimeter terdeteksi di Pulau Chichijima dan Kushimoto.

2. Gempa NTT, Indonesia: Magnitudo 7,7

Gempa terbesar kedua dalam daftar terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa berada di sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Karena tergolong gempa dangkal dan memiliki kekuatan sangat besar, guncangannya dirasakan di berbagai wilayah NTT dan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa. Gempa tersebut juga sempat memicu peringatan tsunami.

Namun, setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi permukaan laut, BMKG menyatakan tidak lagi menemukan kenaikan permukaan air laut yang mengkhawatirkan sehingga peringatan tsunami akhirnya dicabut pada pukul 07.30 WIB.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah. Pada hari ketiga setelah gempa, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD hingga pukul 15.00 WITA 17 Agustus, sebanyak 187 orang menjadi korban di Manggarai Timur, terdiri atas 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka.

3. Gempa Neiafu, Tonga: Magnitudo 7,5

Pada 24 Maret 2026, gempa berkekuatan 7,5 terjadi di sekitar Neiafu, Tonga, sebuah negara kepulauan yang terletak di kawasan Polinesia, bagian selatan Samudra Pasifik.

Gempa ini sempat memicu peringatan tsunami berbahaya bagi masyarakat di sejumlah wilayah negara kepulauan tersebut. Berdasarkan data USGS, pusat gempa berada sekitar 153 kilometer di sebelah barat Neiafu, kota terbesar kedua di Tonga, dengan kedalaman sekitar 237,5 kilometer di bawah permukaan bumi.

Meskipun kekuatannya tergolong sangat besar, gempa tersebut terjadi cukup dalam sehingga dampaknya di permukaan diperkirakan berbeda dibandingkan gempa dengan magnitudo serupa yang pusatnya lebih dangkal.

Menurut Anadolu Ajansi, 24 Maret 2026, Tonga Meteorological Services sebelumnya mengeluarkan peringatan tsunami secara nasional setelah gempa dirasakan di berbagai wilayah negara tersebut.

4. Gempa Catia La Mar, Venezuela: Magnitudo 7,5

Gempa berikutnya terjadi di Catia La Mar, Venezuela, pada 24 Juni 2026 dengan kekuatan magnitudo 7,5. Kejadian ini menjadi salah satu gempa terbesar sekaligus salah satu peristiwa seismik paling mematikan.

Dilansir Channels TV (18/8/2026), hampir dua bulan setelah gempa tersebut, proses pencarian korban dan orang hilang masih terus berlangsung. Keluarga korban bersama tim penyelamat tetap mendatangi lokasi-lokasi yang tertimbun reruntuhan untuk mencari orang yang belum ditemukan.

Jumlah korban meninggal dunia juga terus bertambah. Ketua Parlemen Venezuela, Jorge Rodriguez, mengumumkan angka terbaru yang mencapai 6.301 orang.

Korban tersebut merupakan dampak dari dua gempa kembar besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 itu. Selain korban jiwa, kedua gempa tersebut menyebabkan sedikitnya 190 bangunan roboh.

5. Gempa Bitung, Indonesia: Magnitudo 7,4

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 05.48 WIB.

Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa atau episenter berada di laut, sekitar 129 kilometer barat daya atau barat tenggara Bitung, Sulawesi Utara, tepatnya pada koordinat 1,22 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur.

Gempa tersebut berada pada kedalaman sekitar 33 kilometer, sehingga tergolong sebagai gempa dangkal. Lokasinya berada di sekitar perairan barat daya Pulau Batang Dua, wilayah Ternate, dan kekuatannya cukup besar sehingga BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Info BMKG menyebutkan bahwa telah terjadi tsunami dari gempa bermagnitudo 7,6 ini. Tsunami terlihat Halmahera Barat pada pukul 07.08 WITA (06.08 WIB) dengan ketinggian 0,3 meter. Tsunami ditemukan pula di Bitung dengan ketinggian 0,2 meter pada pukul 07.15 WITA (06.15 WIB).

Sejumlah kerusakan ringan dilaporkan setelah gempa, antara lain pada Gedung KONI Sario Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua. Selain itu satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka akibat gempa.

6. Gempa Miyako, Jepang: Magnitudo 7,4

Jepang juga masuk dalam daftar melalui gempa berkekuatan 7,4 yang terjadi di sekitar Miyako pada 20 April 2026. Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan kekuatan gempa sebesar magnitudo 7,7 dan mengeluarkan peringatan serta imbauan tsunami.

Dilansir laman NOAA Center for Tsunami Research, tsunami pertama kali terdeteksi oleh alat pengukur pasang surut di Miyako, yang berjarak sekitar 100 kilometer di barat daya dari pusat gempa. Gelombang pertama tercatat sekitar 17 menit setelah gempa terjadi, menunjukkan betapa cepat tsunami dapat mencapai wilayah pesisir yang relatif dekat dengan sumber gempa.

Gelombang terbesar kemudian tercatat di alat pengukur pasang surut Kujiko sekitar 41 menit setelah gempa, dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter. Di sejumlah stasiun pengamatan lain di sepanjang pesisir Pulau Honshu, amplitudo tsunami yang tercatat berkisar antara 10 hingga 40 sentimeter.

7. Gempa San Jose del Palmar, Kolombia: Magnitudo 7,4

Pada 10 Agustus 2026, gempa magnitudo 7,4 mengguncang kawasan San Jose del Palmar, Kolombia. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan National Unit for Disaster Risk Management (UNGRD) dikutip Anadolu Ajansi, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 06.30 waktu setempat atau sekitar 11.30 GMT, korban meninggal dunia mencapai 294 orang.

Selain korban meninggal, sebanyak 3.935 orang mengalami luka-luka, serta 320 orang masih dilaporkan hilang.

8. Gempa Luganville, Vanuatu: Magnitudo 7,3

Gempa di Luganville, Vanuatu, terjadi pada 30 Maret 2026 dengan magnitudo 7,3. Data gempa 2026 mencatat pusat gempa sekitar 48 kilometer di timur laut Luganville dengan kedalaman sekitar 121 kilometer.

Karena kedalamannya cukup besar, karakter guncangan di permukaan dapat berbeda dibandingkan gempa dengan kekuatan yang sama tetapi berpusat sangat dangkal.

9. Gempa Puerto Madero, Meksiko: Magnitudo 7,3

Gempa berkekuatan 7,3 terjadi di sekitar Puerto Madero, Meksiko, pada 17 Juli 2026 pada pukul 08.49 waktu setempat atau 14.49 GMT. Berdasarkan data USGS, pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 15,2 kilometer, sehingga tergolong gempa dangkal.

USGS juga sempat memperingatkan kemungkinan munculnya gelombang tsunami berbahaya di sepanjang pesisir Meksiko dan Guatemala. Setelah pemantauan dilakukan, gelombang sekitar 0,3 meter atau 1,1 kaki di atas permukaan pasang tercatat di Puerto Madero dan Chiapas, Meksiko.

Beberapa jam setelah peringatan pertama dikeluarkan, pusat peringatan tsunami menyatakan ancaman utama telah berlalu. Guncangan juga dirasakan hingga Guatemala dan El Salvador.

10. Gempa San Felipe, Venezuela: Magnitudo 7,2

Gempa terakhir dalam daftar terjadi di San Felipe, Venezuela, pada 24 Juni 2026 dengan magnitudo 7,2. Gempa ini merupakan gempa awalan sebelum gempa berkekuatan magnitudo 7,5, hanya 39 detik dari gempa pertama terjadi. Karenanya, gempa yang terjadi di Venezuela tahun ini disebut sebagai gempa kembar.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra