tirto.id - Menyusul adanya aksi demonstrasi mahasiswa, arus lalu lintas di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin mengalami penyesuaian pada Selasa (18/8/2026) siang hingga sore. Berdasarkan pantauan Tirto di lapangan, ruas jalan dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang mengarah ke selatan menuju Jalan Jenderal Sudirman tetap dibuka dan dapat dilalui oleh kendaraan bermotor.
Sementara itu, lajur ke arah utara (Jalan Sudirman ke Jalan M.H. Thamrin) ditutup sehingga mengharuskan pengendara memutar dan mencari rute alternatif.
Massa mahasiswa yang berusaha menuju Bundaran HI saat ini tertahan barikade sejak siang hari pukul 14.00 WIB di sekitar persimpangan Jalan Baturaja.
Jalur TransJakarta menuju Terminal Tosari dari segala arah juga mengalami penutupan.
Massa aksi yang merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti UI, PNJ, UHAMKA, dan Institut STIAMI, hingga sore ini masih bertahan di lokasi dan bergantian melakukan orasi.
Dalam upaya menuju Bundaran HI, pada pukul 15.45 WIB, beberapa tokoh mahasiswa dari beberapa kampus mencoba membuka ruang dialog dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung.
Namun, diskusi tersebut tak membuahkan hasil. Kepolisian hanya memundurkan barisannya sebanyak dua langkah tanpa membuka jalan.
Situasi tersebut kemudian memicu eskalasi. Pada pukul 15.58 WIB, massa mahasiswa mulai berusaha merangsek maju. Aparat kepolisian langsung merapatkan barisan untuk menghadang pergerakan massa sehingga terjadi aksi saling dorong.
Ketegangan terus memanas dan berujung pada bentrokan fisik antara mahasiswa dan polisi.
Di tengah desakan dan kericuhan tersebut, salah seorang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) dilaporkan jatuh pingsan. Korban kemudian segera ditarik dari titik bentrok untuk mendapat pertolongan pertama.
Menyadari situasi yang berpotensi memakan lebih banyak korban, perwakilan aksi mengambil langkah taktis untuk meredam tensi massa.
Pada pukul 16.30 WIB, Wakil Ketua BEM UI, Fatimah, menyerukan instruksi tegas dari atas mobil komando untuk menghentikan aksi dorong.
“Kita akan duduk bersama mereka dengan nyali yang kita punya. Yang akan dimulai dengan pemimpin-pemimpin kita,” seru Fatimah menenangkan massa.
Dalam orasinya, Fatimah mengingatkan kembali esensi dari pergerakan mereka yang bukan sekadar ajang adu kekuatan fisik untuk menembus barikade polisi menuju Bundaran HI.
“Hari ini bukan tentang menang atau kalah. Bukan tentang sampai pada Bundaran atau tidak. Karena, sesungguhnya kita sudah punya yang kita inginkan. Karena, yang kita inginkan kebebasan kita berpendapat dan tanah yang ada di sana itu sesungguhnya sudah milik kita, Teman-Teman,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fatimah memberikan peringatan keras kepada massa aksi agar tidak membiarkan diri mereka terpancing ke dalam eskalasi kekerasan.
“Mereka enggak peduli, Teman-Teman, kalau ada yang terluka. Mereka bilang silakan saja terobos. Itu adalah bahasa lain dari 'kalau kamu luka, saya enggak peduli.' Kita tidak boleh terperangkap oleh jebakan semacam itu, Teman-Teman,” pekik Fatimah.
Seruan persuasif tersebut berhasil meredakan ketegangan di lapangan.
Terpantau pada pukul 16.59 WIB, tensi tinggi telah mereda. Massa mahasiswa dan barisan aparat kepolisian kini terlihat duduk saling berhadapan di ruas Jalan Sudirman, sebelum Halte Bundaran HI, sambil terus mendengarkan orasi yang bergema dari mobil komando.
Penulis: Khizbulloh Huda
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





























