tirto.id - Puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Front Gerakan Pelajar-Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia bersama Front Anti Militerisme menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (30/7/2027).
Mereka menuntut pengusutan secara tuntas kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Salah satu ruas di Jalan Medan Merdeka Selatan sempat ditutup selama demonstrasi berlangsung dan kembali dibuka pada pukul 17.20 WIB setelah massa membubarkan diri.
Koordinator Aksi, Meppa, menyatakan aksi ini digelar untuk menyoroti dampak masif pembangunan pos militer di Intan Jaya yang telah merambah ke ranah sipil. Menurutnya, pendirian pos-pos militer di 97 kampung di wilayah tersebut telah menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat.
“Di tempat-tempat masyarakat itu, mereka di Kabupaten Intan Jaya, 97 kampung yang mereka membangun pos-pos militer itu. Pos-pos militer akhirnya dia punya dampak terkena pada masyarakat itu. Masyarakat traumatis," ujar Meppa saat ditemui di lokasi aksi.
Dia menyoroti sejumlah kasus yang terjadi pascapembangunan pos-pos militer tersebut, termasuk dugaan pembunuhan, perkosaan, dan tuduhan-tuduhan yang disebutnya diciptakan oleh aparat.
Karena itu, Meppa bersama dengan aliansi pelajar-mahasiswa menggelar aksi dengan tuntutan utama adalah mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM berat di Intan Jaya. Salah satu kasus yang dia soroti adalah penembakan wanita hamil di wilayah itu.
"Sudah ada investigasi dari Komnas HAM sendiri. Perwakilan Komnas HAM RI masuk di Intan Jaya sudah ada. Berdasarkan bukti itu, kami meminta usut tuntas kepada pelaku-pelaku yang membunuh ibu hamil. Pelakunya harus diadili," ucapnya.
Selain persoalan HAM, para demonstran juga menyuarakan penolakan terhadap izin pertambangan di Blok Wabu, Intan Jaya. Mereka menilai kehadiran perusahaan tambang berpotensi menimbulkan konflik baru dan merugikan masyarakat adat setempat.
“Kemudian juga ada beberapa poin yang kita sampaikan juga di Intan Jaya sendiri ada Blok Wabu. Itu juga perizinan itu ditolak,” katanya.
Aksi tersebutberlangsung dalam situasi kondusif. Massa yang memadati kawasan Patung Kuda menyampaikan orasi dan membentangkan spanduk tuntutan mereka.
Usai menyampaikan aspirasi, massa secara tertib membubarkan diri sekitar pukul 17.26 WIB. Jalan Medan Merdeka Selatan yang sebelumnya ditutup untuk pengalihan arus lalu lintas, kembali dapat dilalui kendaraan bermotor.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































