tirto.id - Polri mengerahkan 9.242 personel pengamanan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat hari ini. Salah satu aksi yang akan diselenggarakan adalah aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Universitas Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Karo Ops Polda Metro Jaya, Kombes Laode Aries, mengatakan seluruh personel harus bergerak dengan satu komando agar tidak bertindak sendiri-sendiri. Selain itu, mereka juga tidak diperbolehkan menggunakan senjata api (senpi).
"Para Padal harus mengedepankan tindakan persuasif. Tidak ada penggunaan senjata api dalam bentuk apa pun, termasuk rekan-rekan yang berpakaian reserse, baik pada Satgas Intel maupun Satgas Gakkum," kata Aries dalam amanatnya di apel gelar pasukan di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Selasa (18/8/2026).
Aries menerangkan petugas diminta langsung menangkap peserta yang didapati membawa benda yang membahayakan. Dia juga memerintahkan seluruh orasi dan tulisan yang dibawa oleh peserta aksi untuk didokumentasikan dalam bentuk video maupun foto, serta dilaporkan kepada pimpinan.
"Keselamatan warga adalah prioritas utama, baik peserta maupun masyarakat sekitar, termasuk personel yang bertugas. Tunjukkan profesionalisme, kita jaga marwah institusi, dan kita buktikan bahwa TNI-Polri mampu melayani aksi unjuk rasa dengan sebaik-baiknya," ungkap dia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menerangkan hari ini terdapat 30 elemen masyarakat yang akan melaksanakan aksi di wilayah Jakarta. Dia pun memastikan tidak ada pengalihan arus lalu lintas karena sifatnya situasional berdasarkan kondisi di lapangan.
Budi menerangkan kepolisian telah menganjurkan sejumlah alternatif lokasi demonstrasi. Sebab, Bundaran HI yang hendak dituju sebagian massa aksi merupakan area sentral berbagai aktivitas sehingga tidak memungkinkan pelaksanaan penyampaian pendapat di lokasi tersebut.
"Kita sama-sama mengetahui bahwa Bundaran HI, Patung Kuda, Semanggi, Sudirman ini merupakan center of gravity yang ada di wilayah Jakarta. Pusat perekonomian, perhotelan internasional, pusat kegiatan aktivitas masyarakat, di mana pusat perbelanjaan, moda transportasi, apabila tempat-tempat ini dijadikan tempat penyampaian aspirasi akan mengganggu kegiatan masyarakat lainnya," ujar Budi.
Sebagai informasi, aksi unjuk rasa BEM SI-UI hari ini akan diselenggarakan sekitar pukul 13.00 WIB. Aksi ini membawa agenda menuntut penghentian penjajahan negara atas rakyat sendiri, penghentian KKN, mewujudkan reformasi agraria, menurunkan harga bapokting hingga BBM.
Kemudian, mengevaluasi total PSN, menghentikan MBG hingga KDMP, menghentikan pemangkasan TKD, menetapkan status bencana nasional untuk daerah Flores dan Sumatra hingga percepatan pemulihannya, menghentikan represifitas hingga intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil, serta membubarkan YON TP.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































