tirto.id - Anggota Komisi II DPR RI mewanti-wanti Ombudsman untuk berhati-hati terhadap teror termasuk santet usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Kelas IIA Cibinong.
Namun, Anggota Ombudsman RI, Syafrida R. Rasahan, mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya dalam keadaan aman dan memastikan tak terdapat teror yang menyerang.
"Alhamdulillah, kami semua dalam keadaan selamat, tidak ada teror yang kami alami. Pimpinan maupun seluruh jajaran, kami mohon doanya semoga kami tetap selamat, sehat, dan bisa menjalankan tugas kami melakukan pengawasan pelayanan masyarakat," kata Syafrida usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2026).
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan Komisi II DPR RI yang telah mendukung proses penemuan dan pendalaman soal fasilitas mewah di Lapas Cibinong ini.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa dari Komisi II DPR RI dan juga masyarakat yang secara luas, termasuk teman-teman media, yang mendukung kami dalam melakukan kerja-kerja pengawasan pelayanan publik," ujar Syafrida.
Sebelumnya, dalam rapat, Anggota Komisi II fraksi Nasdem, Fauzan Khalid, mengatakan bahwa Ombudsman mendapatkan dukungan dan apresiasi dari masyarakat atas temuan di Lapas Cibinong ini.
Kata Fauzan, ketika nama Ombudsman lebih dikenal atas temuan ini, akan ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu mendapatkan teror dari orang yang merasa dirugikan atau bahkan mendapatkan tawaran yang menjanjikan agar Ombudsman tidak menjalankan tugas dan fungsinya.
"Pertama teror, dari orang yang dirugikan dan dari lembaga orang yang kemungkinan juga akan mendapatkan efek negatif dari apa yang Bapak Ibu lakukan. Itu kemungkinan pertama," kata Fauzan.
Dia berharap, Ombudsman merupakan lembaga yang benar-benar bersih dan memperbaiki pelayanan publik yang menjadi tugas kementerian dan lembaga.
Anggota Komisi II DPR RI fraksi Demokrat, Zulkifli Anwar, juga meminta agar para anggota Ombudsman tetap menjaga diri usai melakukan sidak dan menyebut sejumlah pihak yang diduga terlibat. Katanya, jangan sampai para anggota Ombudsman terkena santet dari orang-orang yang tidak terima atas temuan tersebut.
"Jadi secara pribadi, tidak banyak lebar saya sampaikan, jaga diri kalian masing-masing. Jangan kalian kena santet," kata Zulkifli.
Diketahui, Ombudsman menemukan sebuah 'Klaster Mewah' di area Lapas Cibinong saat melakukan sidak, Rabu (23/9/2026). Klaster yang diduga digunakan oleh 'napi kelas atas' tersebut diduga dikomersialisasi dan dilengkapi dengan fasilitas mewah.
Bahkan, Ombudsman juga sempat menyebut beberapa nama yang diduga menikmati fasilitas mewah tersebut seperti Jimmy Masrin dan Ferdy Sambo.
Sementara, Dirjenpas, Masudi menegaskan bahwa hunian tersebut adalah rumah dinas, mess petugas, dan lokasi asimilasi. Namun, Mashudi menegaskan hal tersebut berdasarkan temuan terkini dan investigasi masih terus dilakukan.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































