tirto.id - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, mengatakan proses menindaklanjuti temuan fasilitas mewah di Lapas Cibinong tidak cukup hanya dengan mencopot jabatan. Pihaknya juga bakal mendalami apabila ada indikasi pidana.
"Selanjutnya menunggu hasil penyelidikan, ya. Nanti apakah punishment-nya dicopot atau bahkan lebih? Kalau ada tindak pidana, kita akan usut juga sampai unsur pidananya," ungkap Aries saat konferensi pers di kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Ia menambahkan rencana tersebut dilakukan untuk menjalankan proses pidana yang objektif, transparan dan komprehensif. Sementara itu, perihal kondisi di fasilitas mewah yang sudah mengalami perubahan, menurutnya, bakal membuat proses investigasi lebih dalam.
Ia bilang, apabila pihaknya mendatangi lokasi itu masih lengkap seperti saat sidak Ombudsman, justru malah memunculkan kebingungan. Akan tetapi dengan banyak perubahan, maka dipastikan proses investigasi bakal panjang.
"Justru temuan yang berbeda kemarin itu bagus. Ya, ini kalau anda ke salon ada before dan after, ya kan? Nah, jadi kemarin itu karena banyak yang sudah berubah, itu justru investigasinya semakin dalam," tambah Aries.
Meski begitu, ia tidak dapat mengumumkan perihal pemilik hunian tersebut. Termasuk menyoal dengan adanya transaksi, miras dan temuan lain di hunian mewah Lapas Cibinong.
"Nanti akan diumumkan saja oleh pihak Kementerian Imipas. Karena saat ini saya tidak mau mendahului untuk hal itu. Namun percayalah, kami sudah profesional," kata Aries.
Terkait pembelaan yang disampaikan mantan pimpinan Lapas Cibinong, ia mempersilakan, terlebih hal itupun bakal didalami Dirjen Imipas. Pihaknya juga tetap menjunjung praduga tak bersalah dalam kasus tersebut.
"Silakan aja Kalapas mau berbicara apa pun ya, tapi itu nanti kan dari pihak Dirjen dan Irjen Imipas ya yang akan mendalami, ya. Manusia ya silakan bisa membela diri, kita juga praduga tak bersalah kita junjung juga. Namun, yang benar tetap benar, yang salah tetap salah, nanti semuanya akan kelihatan," tegasnya.
Targetkan Bersih-Bersih Lapas se-Indonesia
Aries juga mengungkapkan rencana terdekat bakal dilakukan 'bersih-bersih' terhadap ratusan lapas. Pihaknya telah membicarakan rencana tersebut dengan Ombudsman RI.
Mereka juga membahas menyoal sistem atau metode untuk melakukan pembersihan ke seluruh lapas. Terlebih, kasus di Cibinong, lanjutnya, dapat menjadi 'platform' memperbaiki seluruh lapas se-Indonesia.
"Karena Indonesia ini sekarang ada sekitar 500-an rutan dan lapas, 532 kalau tidak salah. Nah, nanti akan kami lakukan [pembersihan] dengan pengalaman yang sudah terjadi di Cibinong," jelas Aries.
Ia menjelaskan, kasus di Lapas Cibinong juga sebagai masukan bagi Bappisus. Selain rencana bersih-bersih, selama dirinya menjabat dua tahun, terdapat temuan sekira 80 persen lapas berstatus over crowded. Hal inipun menjadi bahasan dengan Ombudsman.
Rencana terdekat, pihaknya akan membuat mekanisme atau sistem yang baik supaya kasus overcrowded di seluruh lapas di Indonesia tersebut bisa segera terselesaikan.
"Ternyata di seluruh rutan dan lapas ini mengalami overcrowded. 80-an persen seluruh Indonesia. Ada sekitar 270-an 4 ribu sekian, itu warga binaan. Dan ini nanti akan kita coba petakan, ya, untuk mana yang bisa diasimilasi ya, dan edukasi di luar lapas," imbuhnya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































