Menuju konten utama

Menhut Sebut Kebakaran TNBTS Teratasi Setelah 13 Hari

Pemadaman didukung dua unit helikopter water bombing BNPB untuk menjangkau lokasi lereng yang sulit diakses serta helikopter drone sprayer.

Menhut Sebut Kebakaran TNBTS Teratasi Setelah 13 Hari
Menhut Raja Juli di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (28/7/2026). tirto.id/M Fajar Nur
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menyatakan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama 13 hari. Hal itu disampaikan Raja Juli dalam rapat kerja bersama DPR RI.

Menurut dia, operasi pemadaman dilakukan tim yang melibatkan Manggala Agni, tim Balai TNBTS, BPBD, BNPB, sukarelawan Masyarakat Peduli Api, serta TNI-Polri.

"Kebakaran yang terjadi selama 13 hari, alhamdulillah akhirnya dapat dipadamkan berkat kerja sama berbagai macam kementerian dan lembaga beserta pemerintah daerah," sebut Raja Juli di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Kata dia, berdasar data, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1.120 hektare. Pemadaman didukung dua unit helikopter water bombing BNPB untuk menjangkau lokasi lereng yang sulit diakses serta helikopter drone sprayer dari BPBD Provinsi Jawa Timur.

Raja Juli mengatakan salah satu kendala utama dalam proses pemadaman adalah jarak sumber air untuk water bombing yang cukup jauh. Kondisi tersebut dinilai membuat sortie terbatas. Sementara itu, hanya tersedia dua unit helikopter.

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, pemerintah akan membuka kembali TNBTS mulai 20 Agustus 2026. Raja Juli meminta masyarakat turut menjaga kawasan tersebut agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi.

"Pembukaan kembali Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sejak tanggal 20 Agustus yang akan datang. Sambil meminta partisipasi masyarakat untuk terus menjaga, jangan sampai terjadi hal yang sama kembali," ujarnya.

Raja Juli mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk penggunaan api unggun dan membuang puntung rokok.

"Kita tahu betapa habisnya tenaga, habisnya dana, dan akhirnya juga mengakibatkan ekowisata kita tidak berjalan, masyarakat juga rugi," tuturnya.

"Karena itu, jaga benar, jangan sampai memakai api unggun yang kemudian membakar, puntung rokok, apa pun yang kemudian justru akan membuat nanti kebakaran kembali di Bromo Tengger Semeru tersebut," lanjut dia.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama