Menuju konten utama

Area Terdampak Kebakaran di Gunung Bromo Capai 520 Hektare

Meluasnya area terdampak kebakaran dipicu oleh peristiwa kembali berkobarnya api di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu malam.

Area Terdampak Kebakaran di Gunung Bromo Capai 520 Hektare
Foto udara api membakar hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026). Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS telah menghanguskan sekitar 60 hektare. ANTARAFOTO/Umarul Faruq/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat luas area di kawasan Gunung Bromo yang terdampak kebakaran mencapai 520 hektare atau bertambah dari data sebelumnya sekitar 176 hektare.

"Tercatat hingga saat ini ada 520 hektare kawasan terdampak kebakaran," kata Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengutip Antara, Minggu (9/8/2026).

Meluasnya area terdampak kebakaran dipicu oleh peristiwa kembali berkobarnya api di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu (8/8) malam.

Dalam kejadian tersebut api tidak hanya membakar tebing, tetapi juga area savana Gunung Bromo.

Rudi menjelaskan membesarnya kebakaran disebabkan hembusan angin yang cukup kencang sejak siang kemarin, sehingga api mampu menjalar dengan cepat dari sisi atas tebing ke arah bawah.

Saat menyentuh area bawah tebing, lanjutnya, api turut membakar vegetasi berupa rerumputan dan tanaman yang memang sudah dalam kondisi kering.

Kondisi itu pada akhirnya mampu mempercepat pergerakan api menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) untuk menuju ke arah savana dan membakar rumput di sana.

"Termasuk dampak dari frost yang terjadi sehingga api meluas," ucapnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran yang berlangsung sejak Senin (3/8/2026) itu meliputi kawasan Gunung Bromo Watu Gede di Kabupaten Probolinggo dan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jantur di Kabupaten Malang.

“Luas lahan yang terbakar hingga saat ini diperkirakan mencapai sekitar 176,20 hektare dan masih dalam proses pendataan,” tulis Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, Minggu (9/8/2026).

Dalam pemutakhiran hingga Sabtu (8/8/2026) pukul 21.30 WIB, tim gabungan masih berada di area JLKT untuk menangani api yang mendekati ruas jalan tersebut. Sementara itu, titik api yang sempat muncul di jalur Jemplang menuju Watu Gede di wilayah Kabupaten Malang telah berhasil dikondisikan oleh tim darat.

Meski demikian, titik panas atau hot spot masih terpantau mengeluarkan asap di area Pusung Ledok Bedor. Tim gabungan masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan arah maupun penyebaran api akibat kondisi medan dan angin.

Penanganan karhutla dilakukan melalui operasi darat dan udara. Tim gabungan terdiri atas BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, TNBTS, Polhut, Perhutani, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.

Untuk operasi darat, petugas menggunakan satu unit truk pemadam, metode manual gepyok, dan sprayer. Sementara itu, dua helikopter dikerahkan untuk mempercepat penanganan di area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Satu helikopter merupakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Puspenerbal TNI AL, sedangkan satu lainnya merupakan dukungan BNPB. Keduanya memiliki kapasitas angkut air masing-masing 1.000 liter.

BNPB juga telah berkoordinasi dengan Danlanud untuk mempersiapkan posko dan pelaksanaan operasi udara di Lanud Abdulrachman Saleh. BPBD Provinsi Jawa Timur turut memberikan dukungan logistik dan personel untuk mempercepat penanganan karhutla.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama