tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan layanan pengaturan lalu lintas tetap berjalan pascakebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Jalan Abdul Muis pada Jumat (7/8/2026) dan berdampak pada ruang operasional Sistem Pengendalian Lalu Lintas (SPLL) Dinas Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan pengaturan lalu lintas tetap berjalan.
“Layanan lalu lintas tetap berjalan dan lampu lalu lintas tetap beroperasi. Kami juga menyiapkan langkah-langkah antisipasi di lapangan agar mobilitas masyarakat tetap terlayani,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (9/8/2026) sebagaimana dikutip Antara.
Dinas Perhubungan akan menempatkan petugas di sejumlah persimpangan yang menjadi titik perhatian dan berpotensi mengalami kepadatan.
Jajaran Dinas Perhubungan hingga masing-masing Suku Dinas Perhubungan di lima wilayah kota administrasi Jakarta akan mengerahkan personel untuk melakukan pengaturan dan pemantauan lalu lintas secara langsung di simpang-simpang prioritas.
Selain itu Dinas Perhubungan juga melakukan penataan kembali dukungan operasional SPLL, termasuk merelokasi petugas Call Center 1500813 ke Kantor Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Perhubungan di MT Haryono.
Meski proses relokasi berlangsung, Budi memastikan masyarakat tetap dapat menghubungi Call Center 1500813. Layanan tersebut tetap berjalan selama proses pemindahan berlangsung.
“Nomor Call Center 1500813 tetap dapat dihubungi masyarakat. Kami memastikan pelayanan tetap berjalan selama proses relokasi dan terus melakukan penyesuaian operasional agar layanan dapat kembali optimal,” kata dia.
Budi Awaluddin mengimbau masyarakat mengikuti peraturan lalu lintas yang diberikan petugas apabila terdapat pengaturan langsung di persimpangan.
Gedung Bapenda DKI Jakarta terbakar pada Jumat (7/8/2026) malam pukul 21.40 WIB. Setidaknya 40 unit mobil pemadam kebakaran dan 200 personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut.
Berdasarkan informasi terakhir, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tim pemadam kebakaran mengevakuasi seorang pekerja yang berada di lantai 15 gedung. Korban sendiri dirawat di RSUD Tarakan setelah dievakuasi.
"Korban itu tidak bertambah. Hanya satu yang selamat. Korban saat ini menjalani perawatan di RSUD Tarakan," kata Perwira Pket Gulkarmat Jakarta Pusat, Karnawan, di Jakarta, Sabtu (8/8/2026) sebagaimana dikutip Antara.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan data pajak dan aset daerah aman usai kebakaran tersebut. Namun, mereka menyiapkan skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) usai kebakaran.
Masuk tirto.id





























