Menuju konten utama

Kumpulan Ayat yang Mengajarkan Tauhid di Al Qur'an & Hadist

Beberapa ayat Al Quran tentang tauhid beserta artinya, serta hadits-hadits Nabi SAW yang memperkuat pentingnya akidah tauhid dalam kehidupan.

Kumpulan Ayat yang Mengajarkan Tauhid di Al Qur'an & Hadist
Ilustrasi membaca Al Quran. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Tauhid adalah pondasi manusia dalam beragama Islam, yang berarti mengakui keesaan Allah SWT baik dalam zat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Tauhid diartikan sebagai keyakinan bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT, dan segala bentuk ibadah hanya ditujukan kepada-Nya.

Ayat yang mengajarkan tentang tauhid adalah petunjuk langsung dari Allah yang menjelaskan keesaan-Nya, sementara hadits yang mengajarkan tentang tauhid dari Nabi Muhammad SAW bertujuan untuk memperkuat keyakinan ini.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah SWT mengutus para rasul agar menyebarkan ajaran tauhid kepada umatnya. Persoalan tauhid banyak tertuang dalam Al-Qur’an dan hadits sebagai misi mengajarkan umat manusia untuk mentauhidkan-Nya.

Secara garis besar, tauhid terbagi menjadi tiga, yakni :

  • Tauhid Rububiyah : Mengesakan Allah dalam hal penciptaan dan pengaturan
  • Tauhid Asma’ wa : Menegesakan Allah dalam nama dan sifat-Nya.
  • Tauhid Uluhiyah : Mengesakan Allah dalam ibadah.
Jika dirangkum, ketiga tauhid tersebut akan tertuang dalam kalimat “La Ilaha Illallah”. Yang artinya tiada tuhan yang patut disembah, kecuali Allah SWT.

Pemahaman mengenai tauhid perlu ditanamkan dan diamalkan agar dapat menjadi pegangan, bagi setiap muslim yang ingin membangun keyakinan. Berikut ini akan dipaparkan sejumlah ayat tentang tauhid beserta artinya, serta hadits-hadits Nabi SAW yang memperkuat pentingnya akidah tauhid dalam kehidupan.

Ayat Al-Qur'an Mengajarkan Tauhid Beserta Artinya

Ilustrasi Tadarus Alquran

Ilustrasi Tadarus Alquran. foto/istokcphoto

Terdapat banyak ayat Al-Qur’an yang mengajarkan tentang tauhid di mana hal ini penting untuk dipahami dan diamalkan oleh setiap muslim. Ayat-ayat yang mengajarkan tentang tauhid adalah:

Surah Al-Ikhlas (112:1-4)

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ • ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ • لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ • وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya : Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa’ (1) Allah tempat meminta segala sesuatu (2) (Dia) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (3) Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya (4)

Surah Al-Ikhlas ayat satu sampai empat menegaskan keesaan Allah SWT, di mana Allah tidak memiliki keturunan dan tidak ada yang dapat setara dengan-Nya.

Surah Al-Baqarah (2:163)

وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ

Artinya : Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah SWT satu-satunya tuhan, dan semua sifat kasih sayang hanya milik-Nya.

Surah An-Nisa (4:48)

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.

Ayat yang mengajarkan tentang tauhid adalah ayat yang juga mengajarkan bahwa syirik (menyekutukan Allah) merupakan dosa besar, dan Allah tidak akan mengampuninya kecuali dengan taubat nasuha.

Surah An-Nahl (16:51)

وَقَالَ اللّٰهُ لَا تَتَّخِذُوْٓا اِلٰهَيْنِ اثْنَيْنِۚ اِنَّمَا هُوَ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَاِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ

Artinya : Allah berfirman, “Janganlah kamu menyembah dua tuhan. Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.”

Ayat ini melarang kita untuk tidak mempercayai tuhan selain Allah SWT, serta hanya Allah lah satu-satunya yang berhak disembah dan ditakuti.

Surah Al-A’raf (7:172)

اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ

Artinya : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.”

Ayat ini menegaskan kesaksian manusia sejak dalam ruh bahwa Allah SWT satu-satunya tuhan.

Surah Az-Zumar (39:4)

لَوْ اَرَادَ اللّٰهُ اَنْ يَّتَّخِذَ وَلَدًا لَّاصْطَفٰى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُۙ سُبْحٰنَهٗۗ هُوَ اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Artinya : Seandainya Allah hendak mengambil (makhluk-Nya sebagai) anak, pasti akan memilih yang Dia kehendaki dari apa yang Dia ciptakan. Mahasuci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

Surah Az-Zumar ayat yang mengajarkan tentang tauhid adalah penekanan bahwa Allah tidak memiliki keturunan dan tidak berbapak. Allah tidak memerlukan suatu apapun, bahkan DIa berkuasa menundukkan apa saja yang ada di langit dan bumi, serta seluruh isinya.

Surah Al-Kahfi (18:110)

قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًاࣖ

Artinya : Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.

Melalui ayat ini, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan jati diri-Nya, bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu barangsiapa yang mengharapkan pahala dari Allah pada hari perjumpaan dengan-Nya, maka sebaiknya ia tulus ikhlas dalam beribadah dan mengesakan Allah.

Surah Yunus (10:31)

قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ

Artinya : "Katakanlah, 'Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan?”

Ayat yang mengajarkan tentang tauhid adalah ayat yang menegaskan bahwa hanya Allah pemberi rezeki dan menguasai segala sesuatu.

Surah Al-Isra (17:111)

وَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ

Artinya : "Dan katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya.’"

Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT tidak mempunyai anak dan tidak memiliki sekutu dalam kerajaan-Nya.

Surah Al-Qashash (28:88)

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۘ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗۗ لَهُ الْحُكْمُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَࣖ

Artinya : Dan jangan pula engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan pengendali dan penguasa seluruh alam yang berhak disembah selain Dia Yang Maha Esa lagi Mahakekal itu. Segala sesuatu pasti binasa dan fana, kecuali Allah. Segala keputusan di dunia dan akhirat menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dan seluruh makhluk dikembalikan.

Pada ayat ini, kita dilarang menyembah selain Allah SWT, karena tidak ada yang berhak disembah kecuali diri-Nya. Allah menentukan segala sesuatu yang akan berlaku kepada semua makhluk. Dan hanya kepada-Nya semua kembali, juga pembalasan atas amal perbuatannya masing-masing.

Surah At-Taubah (9:129)

فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

Artinya : "Jika mereka berpaling (dari ajaranmu), maka katakanlah (Muhammad), ‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan pemilik ‘Arsy yang agung.’"

Ayat yang mengajarkan tentang tauhid adalah pengingat bahwa Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk tidak bersedih atas penolakan kaum musyrik, karena cukuplah Allah sebagai pelindung

Surah Al-Insyirah (94:8)

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

Artinya : "Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."

Ayat ini memerintahkan untuk mengarahkan seluruh harapan hanya kepada Allah, menegaskan bahwa tidak ada yang patut dijadikan sandaran kecuali Dia.

Hadits yang Mengajarkan Tauhid Beserta Artinya

Iktikaf Ramadhan di Kota Cimahi

Umat Islam membaca Al Quran saat beriktikaf di Masjid Agung Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (21/3/2025) dini hari.ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz

Selain ayat-ayat dalam Al-Qur’an, terdapat pula beberapa hadits pendek tentang tauhid yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai penguat ajaran ini. Berikut adalah hadits tentang tauhid dan artinya :

Hadits tentang Menjaga Tauhid Hingga Akhir Hayat (HR. Muslim)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ لَقِيَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ دَخَلَ النَّارَ

Artinya : “Dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa bertemu Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, maka surga baginya, dan barang siapa yang bertemu Allah dalam keadaan menyekutukan-Nya, maka ia akan masuk neraka.”

Hadits tentang Laknat bagi Penyembelih untuk Berhala (HR. Muslim)

«لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ » قَالَ رَسُولُ اللهِ

Artinya : “Dari Ali RA, Rasulullah SAW bersabda: 'Allah melaknat orang yang menyembelih (hewan) untuk selain Allah.'"

Hadits tentang Tafsiran Tauhid (HR. Muslim)

عَنْ أَبِي مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ

Artinya : “Dari Abu Malik, bapaknya berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mengucapkan Laailaahaillallah (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) dan mengingkari sesembahan selain Allah, maka terpeliharalah darah dan hartanya, dan hisabnya (terhadap urusan batinnya) terserah kepada Allah.”

Hadits tentang Doa adalah Ibadah (HR. Abu Dawud)

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya : “Dari Nu'man bin Basyir RA, Rasulullah SAW bersabda: "Doa itu adalah ibadah." Kemudian beliau membaca ayat: "Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.'”

5. Hadits tentang Allah Tidak Memerlukan Sekutu (HR. Muslim)

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي، تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

Artinya : “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: 'Allah Ta'ala berfirman: Aku paling tidak butuh sekutu. Barangsiapa beramal dengan menyekutukan-Ku, Aku tinggalkan dia dan sekutunya.'"

Keutamaan Tauhid

Ilustrasi Tadarus Alquran

Ilustrasi Tadarus Alquran. foto/istockphotonuzulul

Ada banyak keutamaan tauhid sebagai pondasi keimanan, beberapa di antaranya yakni :

1. Orang yang bertauhid kepada Allah SWT dengan ikhlas akan diberikan kehidupan yang baik di dunia dan akhirat serta diberi pahala dari apa yang mereka kerjakan

2. Orang yang bertauhid akan diberikan pertolongan oleh Allah SWT dengan diubah nasibnya selama di dunia, dan diberikan kenyamanan dalam hidup.

3. Orang yang bertauhid dengan ikhlas sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW, disebutkan sebagai orang yang banyak memiliki amal baik ketika hari pertimbangan kelak.

4. Jaminan masuk surga tanpa hisab dan adzab bagi orang-orang yang bertauhid dan beribadah dengan benar.

5. Orang yang bertauhid akan dihapus dosa-dosanya dan diberikan kesabaran yang luas.

Ayat Al-Qur'an yang mengajarkan tentang tauhid dan hadits yang mengajarkan tentang tauhid menjadi pedoman utama dalam memahami keesaan Allah. Oleh karena itu, dengan mempelajari dan mengamalkannya, seorang muslim akan mendapatkan keutamaan besar, baik di dunia maupun akhirat.

Baca juga artikel terkait TAUHID atau tulisan lainnya dari Nirmala Eka Maharani

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nirmala Eka Maharani
Penulis: Nirmala Eka Maharani
Editor: Yulaika Ramadhani