Menuju konten utama

Kenapa Daging Tidak Boleh Dicuci sebelum Masuk Kulkas?

Apakah daging kambing dan sapi boleh dicuci sebelum dimasukkan kulkas atau langsung dimasak? Berikut penjelasan pakar kesehatan selengkapnya.

Kenapa Daging Tidak Boleh Dicuci sebelum Masuk Kulkas?
Ilustrasi Daging disimpan Freezer. foto/istockphoto

tirto.id - Dalam masyarakat kita, mencuci daging sapi dan kambing sebelum dimasukkan ke kulkas menjadi kebiasaan umum yang masih sering dilakukan. Hal ini biasanya untuk menghilangkan kotoran, darah, atau bau amis.

Namun, apakah daging kambing dan sapi boleh dicuci? Pakar keamanan dan kesehatan pangan menjelaskan kenapa daging tidak boleh dicuci sebelum masuk kulkas. Hal ini dikarenakan jika dicuci terlebih dahulu akan menyebabkan adanya risiko kontaminasi yang akan merusak kualitas daging.

Ketika daging mentah dicuci, maka bakteri akan menyebar ke berbagai peralatan dapur seperti bak cuci, peralatan masak, dan peralatan makan lewat percikan air. Inilah alasan kenapa daging sapi tidak boleh dicuci, termasuk daging lainnya seperti daging kambing.

Polemik mencuci daging ini sering muncul ketika hari raya kurban Idul Adha, karena masyarakat banyak yang memperoleh daging kurban. Daging tidak boleh dicuci menurut Islam, benarkah demikian?

Apakah Daging Tidak Boleh Dicuci sebelum Dimasak?

Ilustrasi Daging disimpan Freezer

Ilustrasi Daging disimpan Freezer. foto/istockphoto

Sebagian orang merasa perlu untuk mencuci daging sapi atau kambing sebelum dimasak untuk alasan kebersihan. Lantas, apakah daging boleh dicuci sebelum dimasak?

Para ahli beranggapan bahwa daging tidak perlu dicuci sebelum dimasak, karena mencuci daging tidak membunuh bakteri, justru akan membuat bakteri menyebar.

Selain itu, ketika mencuci daging merah, unggas, dan ikan bakteri seperti Salmonella, Listeria, dan E, Coli dapat menyebar ke permukaan lain dan berisiko menyebar ke makanan lain yang dimakan secara mentah seperti sayur dan buah yang akan menyebabkan risiko keracunan makanan. Itulah kenapa daging kambing tidak boleh dicuci sebelum dimasak.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Centers for Disease Control (CDC) mengatakan mencuci daging dengan air biasa tidak akan menghilangkan bakteri. Namun, studi lain mengatakan bahwa mencuci daging dengan menggunakan larutan asam seperti cuka atau perasan lemon, mampu mengurangi jumlah bakteri pada daging mentah.

Kalau dilihat dari segi agama, ajaran Islam mengajarkan hal utama dalam pengelolaan makanan adalah kebersihan dan kehalalan. Daging yang disembelih secara syar'i dianggap halal dan suci. Namun, secara fiqih tidak terdapat kewajiban untuk mencuci daging setelah penyembelihan. Artinya, mencuci daging bukan menjadi keharusan agama, melainkan dari kebiasaan masyarakat dalam mempertimbangkan kebersihan.

Dari sisi Kesehatan, mencuci daging merah seperti kambing dan sapi justru akan menyebabkan penyebaran bakteri ke permukaan dapur dan peralatan lain melalui cipratan air. Lembaga Kesehatan menyarankan agar daging langsung dimasak dengan suhu yang cukup untuk membunuh bakteri.

Islam mengajarkan agar umatnya tidak bersikap berlebihan (israf) dan memperhatikan aspek manfaat. Islam juga memiliki prinsip yang disebut dengan la dharar wa la dhirar yang artinya jangan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Islam sangat menekankan kebersihan dan keamanan pangan.

Ketika mencuci daging justru menyebabkan kontaminasi yang membahayakan kesehatan, maka sebaiknya dihindari. Hal itu juga menjadi alasan kenapa daging kurban sebaiknya tidak dicuci.

Bagaimana Jika Daging Terlanjur Dicuci?

Stok daging sapi nasional

Pedagang menata daging sapi di pasar Pelita Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2024). ANTARA FOTO/Henry Purba/agr/wpa.

Daging sapi Jika sudah terlanjur mencuci daging sebelum menyimpannya di kulkas, jangan langsung panik. Meskipun para ahli menyarankan untuk tidak mencuci daging mentah karena akan menyebabkan penyebaran bakteri. Jika sudah terlanjur dicuci, daging tidak perlu dibuang. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Tiriskan daging yang terlanjur dicuci hingga benar-benar kering. Kemudian, gunakan tisu dapur yang bersih untuk mengurangi kadar air. Pastikan semua peralatan yang terciprat dengan air cucian daging dibersihkan.
  2. Simpan daging yang sudah ditiriskan hingga kering ke wadah yang tertutup rapat. Kemudian pastikan tidak ada cairan yang menetes keluar, karena cairan yang menetes akan menyebarkan bakteri.
  3. Segera masak daging atau masukkan daging ke freezer. Jika daging tidak ingin segera dimasak dalam 1-2 hari lebih baik dibekukan agar meminimalisir adanya cairan.
  4. Masak daging hingga matang sempurna dengan suhu yang cukup (minimal 70°C). Hal tersebut dapat membunuh sebagian besar bakteri yang berbahaya.
  5. Pastikan area dapur dan peralatan masak yang terkena cipratan air daging segera untuk dibersihkan dan disanitasi. Terutama, pisau, talenan, meja dapur, serta wastafel. Mencuci peralatan tersebut penting untuk mencegah penyebaran bakteri.

Bagaimana Cara Membersihkan Daging Sapi dan Kambing?

Banyak orang bertanya cara membersihkan daging sapi sebelum dimasak seperti apa yang paling aman? Berikut ini langkahnya:

  1. Sebelum menyentuh daging, pastikan semua peralatan dalam keadaan bersih. Cuci tangan dengan sabun. Gunakan alat yang berbeda dengan yang biasa digunakan untuk makanan matang, agar tidak menimbulkan kontaminasi silang.
  2. Potong daging yang ingin dimasak, sesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini penting dilakukan agar proses pencucian daging menyesuaikan daging yang akan dimasak. Sebagian daging yang tidak ingin dimasak segera tidak perlu dicuci untuk mengurangi pembusukan daging.
  3. Cuci daging hanya jika perlu tepat sebelum dimasak. Cara mencucinya dengan air mengalir dan jangan direndam. Daging yang dicuci hanya ketika perlu saja, misalnya ketika daging terlihat kotor.
  4. Dalam mencuci daging, jangan gunakan sabun atau bagan kimia. Jika ingin mengurangi bau, bisa menggunakan air perasan jeruk nipis atau cuka.
  5. Bersihkan dapur setelah mencuci daging, agar tidak terkena kontaminasi dari bakteri. Gunakan air panas dan sabun untuk mencuci alat masak, serta semprotkan disinfektan ringan pada area meja dapur dan wastafel jika diperlukan.

Apakah Daging Sapi dan Kambing Boleh Direndam Air?

Ilustrasi lemak daging sapi

Ilustrasi lemak daging sapi. (FOTO/iStockphoto)

Bolehkah daging kambing dicuci atau direndam air? Biasanya banyak orang yang merendam daging kambing atau sapi dengan air jeruk nipis dan rempah untuk mengurangi bau amis pada daging. Namun, hal ini sebaiknya hanya dilakukan tepat sebelum dimasak, bukan ketika akan dilakukan penyimpanan.

Merendam daging sapi maupun kambing sebelum dimasukkan kulkas akan menambah kadar air dalam serta daging. Hal ini dapat mempercepat pembusukan serta merusak kualitas daging.

Selain itu, air yang tersisa akan membentuk es jika dibekukan, sehingga akan merusak tekstur daging dan membuat hancur ketika dimasak. Merendam daging juga dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri. Air rendaman yang tercemar dapat menjadi media ideal dalam perkembangan mikroorganisme. Oleh karena itu, sebaiknya daging tidak perlu dicuci dan direndam.

Merendam daging terlalu lama juga dapat menyebabkan hilangnya zat gizi, terutama protein yang akan larut ke dalam air, karena air rendaman dapat membawa nutrisi penting dari serta daging. Hal ini menyebabkan nilai gizi daging menurun.

Sebagai penutup, penting untuk dibahas bahwa kebiasaan mencuci dan merendam daging sebelum disimpan ke kulkas dapat membahayakan keamanan pangan. Air yang menempel di daging dapat mempercepat pembusukan daging, merusak tekstur, dan menjadi media tumbuhnya bakteri.

Oleh karena itu, agar daging tetap berkualitas dan menghindari adanya penyebaran bakteri berbahaya yang menyebabkan kontaminasi. Sebaiknya daging tidak perlu dicuci, jika bisa langsung dimasak. Namun, jika ingin disimpan daging bisa ditaruh di freezer tanpa dicuci terlebih dahulu.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA 2025 atau tulisan lainnya dari Nuriyah Hanik Fatikhah

tirto.id - GWS
Kontributor: Nuriyah Hanik Fatikhah
Penulis: Nuriyah Hanik Fatikhah
Editor: Yulaika Ramadhani