Menuju konten utama

Grab Indonesia dan OVO Hadirkan Program Kota Masa Depan di Kudus

Grab Indonesia dan OVO menghadirkan akselerasi digital bagi UMKM melali program “Kota Masa Depan”.

Grab Indonesia dan OVO Hadirkan Program Kota Masa Depan di Kudus
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi saat memberikan sambutan di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Jumat, (19/12/2025). tirto.id/ Abdul Haris
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Grab Indonesia dan OVO menghadirkan program akselerasi digital bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bertajuk “Kota Masa Depan” di Pendopo Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (19/12/2025).

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan program ini telah mendampingi sekitar 200 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di 16 kota seluruh Indonesia.

“Yang diajarkan meliputi digitalisasi usaha, pemasaran, serta praktik-praktik untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Neneng dalam sambutannya sekaligus membuka acara.

Neneng membeberkan bahwa Kabupaten Kudus dipilih sebagai kota yang ke-16. Alasannya, kota ini memiliki karakter industri padat karya serta keunikan lokal yang kaya yang berakar pada budaya.

Mewakili Grab Indonesia, Neneng berharap program ini dapat membuka peluang penghasilan untuk terus menghidupkan UMKM di Kabupaten Kudus.

“Kami sangat mendukung UMKM pasar dan usaha-usaha harian. Harapannya, program ini membuka peluang penghasilan yang lebih inklusif, termasuk bagi perempuan, ibu rumah tangga, dan mitra pengemudi kami,” ujarnya.

Wakil Bupati Kabupaten Kudus, Belinda Putri Sabrina Birton, mengapresiasi komitmen Grab Indonesia dalam mendukung digitalisasi UMKM di Kabupaten Kudus.

Berdasarkan pemetaannya, di Kabupaten Kudus memiliki lebih dari 18 ribu UMKM yang terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Kami menyambut baik pelaksanaan program Kota Masa Depan Berani Digital ini,” ucapnya.

Melalui program tersebut, diharapkan UMKM dapat terus bertransformasi secara digital, menciptakan ruang usaha dan lapangan kerja baru, serta memperkuat ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Pendopo Kabupaten Kudus

Pendopo Kabupaten Kudus, Lokasi cara program Kota Masa Depan Grab Indonesia dan OVO. tirto.id/ Abdul Haris

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Setya Permana, menyinggung soal preferensi utama masyarakat dalam era digital.

Ia memaparkan dua hal preferensi tersebut yakni kualitas dan harga. “Pertama adalah kualitas atau model, dan yang kedua adalah harga,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat pada umumnya sering tidak terlalu memperhatikan apakah produk berasal dari impor atau lokal.

Padahal, ia menilai hal tersebut harus menjadi fokus perhatian. “Hal ini perlu menjadi perhatian, karena kemajuan teknologi harus diiringi dengan kesadaran konsumen terhadap produk lokal,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bangga dan terus membeli produk lokal, di tengah derasnya arus produk luar yang masuk ke Indonesia.

Salah satu pelaku UMKM, Ashari (50), mengaku terbantu dengan adanya program ini. “Program ini sangat membantu untuk memasarkan produk saya. Yang awalnya tidak tahu, akhirnya jadi tahu,” ujarnya saat diwawancarai tirto.id di lokasi.

Menurutnya, transformasi digital menjadi penting untuk meningkatkan omzet penjualan. “Sangat penting, karena pembeli di luar sana banyak, jadi lebih mudah menjangkau jualan saya,” sambungnya.

Ia berharap program ini dapat terus berlanjut guna mendukung peningkatan kapasitas UMKM ke depan.

Baca juga artikel terkait DIGITALISASI UMKM atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Insider
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah