Menuju konten utama

Grab dan Ovo Dukung UMKM Pontianak Lewat Program Kota Masa Depan

Diluncurkan sejak 2021, program Kota Masa Depan telah menjangkau 15 kota dan mendukung lebih dari 26.000 UMKM di seluruh Indonesia.

Grab dan Ovo Dukung UMKM Pontianak Lewat Program Kota Masa Depan
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman bersalaman dengan Ko Asiang pemilik kedai kopi legendaris Asiang, didampingi Wali Kota Pontianak.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kota Pontianak resmi menjadi kota ke-15 dalam program akselerasi digital Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan), hasil kolaborasi antara Grab Indonesia, OVO, dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan Pemerintah Kota Pontianak. Program yang mengusung tema “Berani Digital” ini digelar mulai Mei hingga Agustus 2025, dengan menyasar ratusan pelaku UMKM di sektor kuliner dan pariwisata.

Dalam acara pembukaan yang dihadiri langsung oleh Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman dan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, program ini menegaskan komitmen pemerintah dan swasta dalam mendorong digitalisasi UMKM sebagai pilar penting ekonomi nasional.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Program seperti ini membantu UMKM agar bisa beradaptasi dan berkembang di era digital,” ujar Maman dalam acara peluncuran Kota Masa Depan yang berlokasi di Pontianak, Senin (2/6).

Ia menekankan bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97% tenaga kerja, sehingga perlu terus mendapat dukungan konkret.

Program Kota Masa Depan di Pontianak menyediakan pelatihan daring dan luring untuk pelaku usaha, termasuk pendampingan pengurusan sertifikat halal, tips pemasaran, dan pelatihan fotografi produk. Para peserta juga dibekali strategi optimalisasi fitur digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet.

Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa Pontianak telah melakukan transisi digital sejak masa pandemi. “Masyarakat Pontianak sudah terbiasa dengan teknologi. Pemerintah pun membangun rumah kemasan gratis bagi UMKM pemula. Kolaborasi seperti ini akan mempercepat langkah kita bersama,” katanya.

Yaser Mas'ud Attamimi, pemilik Sers Pizza dan salah satu mitra merchant Grab, mengaku merasakan langsung manfaat program ini. “Bergabung dengan Grab memperluas pasar saya. Lewat pelatihan, saya belajar banyak hal baru, dari cara foto produk hingga memahami tren jam-jam ramai penjualan,” ungkapnya.

Selain itu, salah satu merchant Grab yang punya bisnis bernama Ayam Gepuk Imam Bonjol, menyebut bahwa digitalisasi dan bergabung dengan Grab membawa banyak keuntungan bagi bisnisnya.

"Tahun 2025 adalah tahun ketujuh kami. Ketika kami bicara digitalisasi, yang kami lakukan pertama adalah promosi di medsos. Titik baliknya ketika Grab hadir di Pontianak. Kami daftar, dan kami bisa lihat hasilnya. Sales bisa naik 2-3 kali lipat. Pembeli datang dari luar lingkup Imam Bonjol," ujarnya.

Sementara itu, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa Grab dan OVO ingin menjadi mitra pertumbuhan bagi UMKM lokal. “Kami percaya bahwa dengan akses teknologi dan pelatihan yang tepat, UMKM bisa tumbuh dan bersaing. Sejak 2020, kami telah menciptakan 2,3 juta peluang kerja lewat digitalisasi UMKM di platform kami,” kata Neneng.

Grab juga telah menyalurkan pembiayaan usaha lebih dari Rp1 triliun kepada lebih dari 25.000 UMKM melalui program GrabModal Mantul dan OVO Modal Usaha. Di sisi lain, lebih dari 5.200 pedagang pasar juga telah terdigitalisasi lewat GrabMart Pasar.

Diluncurkan sejak 2021, program Kota Masa Depan telah menjangkau 15 kota dan mendukung lebih dari 26.000 UMKM di seluruh Indonesia. Grab dan OVO menyatakan akan terus memperluas program ini ke kota-kota potensial lainnya sebagai bagian dari target nasional mendigitalisasi 30 juta UMKM.

Baca juga artikel terkait GRAB atau tulisan lainnya dari Nuran Wibisono

tirto.id - Insider
Penulis: Nuran Wibisono
Editor: Nuran Wibisono