Menuju konten utama

Benarkah Keramas Tanpa Shampoo Bisa Bikin Rambut Lebih Sehat?

Keramas tanpa sampo bikin rambut lebih sehat? Simak penjelasannya di sini, apa kata ahli, dan hal yang harus diperhatikan sebelum mengikuti metode ini.

Benarkah Keramas Tanpa Shampoo Bisa Bikin Rambut Lebih Sehat?
Ilustrasi Ketombe. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Keramas tanpa sampo sudah digaungkan oleh banyak orang di berbagai media sosial. Praktik ini diklaim lebih aman, ramah lingkungan, dan pastinya membuat rambut jadi lebih sehat, tapi benarkah demikian?

Metode keramas tanpa shampoo juga biasa disebut dengan istilah no poo atau no shampoo. Dalam metode ini, seseorang tetap mencuci rambutnya atau keramas, tapi tidak memakai sampo pabrikan yang biasa digunakan mayoritas orang sehari-hari.

Mereka biasanya akan menggunakan bahan alternatif untuk keramas, seperti baking soda, cuka apel, atau hanya menggunakan kondisioner.

Tentu ada beberapa alasan kenapa sebagian orang melakukan praktik ini, di antaranya adalah menghindari hilangnya minyak alami kulit secara berlebihan sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia yang dipercaya memiliki dampak negatif, baik dari diri sendiri maupun lingkungan.

Keramas tanpa sampo juga menjadi gerakan untuk menolak tekanan komersial atau dorongan konsumtif membeli produk pembersih secara terus-menerus atau berlebihan.

Banyak orang yang mengaku merasakan manfaat dari keramas tanpa sampo. Namun, apakah metode ini benar-benar bisa menyehatkan rambut? Jika memang benar demikian, apakah metode ini cocok bagi semua orang?

Benarkah Keramas Tanpa Shampoo Bikin Rambut Lebih Sehat

Ilustrasi keramas tanpa sampo

Ilustrasi keramas tanpa sampo. FOTO/freepik

Keramas tanpa sampo berarti meninggalkan produk sampo komersial dan beralih ke bahan alternatif seperti baking soda, cuka apel, dan semacamnya. Sudah banyak orang yang melakukan praktik keramas tanpa sampo dan mengaku merasakan manfaatnya.

Menurut situs Healthline, jika dilakukan dengan tepat, metode keramas tanpa shampoo berpotensi memberikan beberapa manfaat berikut:

  • Jumlah minyak jadi lebih seimbang sehingga rambut dan kulit kepala menjadi lebih sehat
  • Rambut bisa lebih tebal
  • Tekstur rambut lebih baik dan tidak membutuhkan produk penataan rambut berlebihan.
  • Menurunkan risiko iritasi akibat paparan bahan kimia dari sampo.
  • Mengurangi limbah plastik sehingga lebih ramah lingkungan.
  • Memutus siklus yang dibuat oleh sampo itu sendiri (keramas dengan sampo membuat rambut kering, jadi kita butuh menggunakan produk lain untuk melembapkan rambut, tapi setelah itu harus keramas dengan sampo lagi, begitu seterusnya).

Rambut Lebih Sehat Tanpa Sampo Belum Terbukti Secara Ilmiah

Salah satu klaim yang sering digembor-gemborkan oleh no poo movement atau gerakan keramas tanpa sampo adalah rambut sebenarnya bisa membersihkan dirinya sendiri, dan memakai sampo hanya akan membuat rambut jadi rusak.

Menurut sebagian orang yang sudah mempraktikkannya, efek keramas tanpa shampoo membuat rambut jadi lebih sehat. Rambut juga tidak memiliki bau tak sedap seperti yang diperkirakan oleh banyak orang.

Meski tergolong aman dan sebagian orang sudah merasakan manfaatnya, sayangnya sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang benar-benar menunjukkan bahwa rambut yang keramas tanpa sampo akan lebih sehat dibandingkan rambut yang keramas dengan sampo.

Meski demikian, ide tentang no poo ini masih diragukan oleh para ahli. Neil Harvey dari Institute of Trichologists menegaskan bahwa keramas sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala.

Ia sendiri skeptis dengan klaim bahwa rambut bisa membersihkan dirinya sendiri. Jika ada orang yang mengaku rambut lebih sehat setelah meninggalkan sampo, Neil Harvey memiliki sebuah teori tersendiri.

Menurutnya, keramas tanpa sampo bisa lebih menyehatkan jika sebelumnya orang tersebut memakai sampo berbahan keras, misalnya sampo dengan SLS atau sodium chloride.

“Jika seseorang menggunakan sampo yang keras dan kemudian berhenti menggunakannya, minyak alami dari kelenjar sebaceous di kulit kepala akan lebih melapisi rambut,” kata Neil Harvey.

“Sampo jenis ini dapat menghilangkan kelembapan rambut dan menyebabkan iritasi, sedangkan sampo dengan konsentrasi bahan alami yang lebih tinggi, seperti minyak esensial, lebih lembut,” tambahnya.

Ilustrasi Creambath

Ilustrasi keramas tanpa sampo. foto/istockphoto

Keramas Tanpa Sampo: Aman, tapi Belum Tentu Cocok untuk Semua Orang

Keramas tanpa sampo memiliki risiko relatif rendah sehingga tergolong aman untuk dilakukan. Jadi, jika penasaran apakah metode ini benar-benar membuat rambut lebih sehat, kita bisa mencobanya sendiri.

Namun, metode keramas tanpa sampo kemungkinan tidak akan cocok bagi semua orang. Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki kondisi rambut dan kulit kepala yang berbeda. Apabila masih ingin melakukannya, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahlinya atau dokter kulit.

Selain itu, kita hidup di Indonesia yang beriklim tropis, bahkan kerap mengalami cuaca panas sehingga lebih rentan berkeringat dan terkena banyak debu. Dengan kondisi seperti ini, keramas dengan sampo tentunya sangat membantu menjaga kebersihan rambut.

Jadi, keramas tanpa sampo memang dapat membersihkan selama dilakukan secara rutin dan dengan cara yang benar. Namun, cara ini mungkin tidak cocok bagi sebagian orang. Jika tertarik mencoba keramas tanpa sampo, perhatikan hal-hal berikut ini terlebih dulu:

  • Pastikan tidak memiliki masalah kulit kepala sebelumnya. Jika punya riwayat kondisi tertentu dan ingin mencoba keramas tanpa sampo, konsultasikan dengan dokter.
  • Pertimbangkan cuaca, intensitas aktivitas, hingga penggunaan penutup kepala seperti topi dan hijab. Hal akan kemungkinan akan berpengaruh terhadap cara dan frekuensi keramas tanpa sampo.
  • Kenali jenis rambut masing-masing. Rambut yang halus atau tipis akan lebih cepat berminyak. Sementara rambut yang ikal dan kasar kemungkinan akan diuntungkan oleh metode keramas tanpa sampo karena minyak alami akan membuat rambut lebih halus dan tak mudah kusut.
  • Keramas tanpa sampo bisa menggunakan baking soda atau bahan lainnya. Setiap metode atau bahan bisa memberikan hasil yang berbeda. Seperti skincare, kecocokan bahan tergantung dengan kondisi rambut dan kulit kepala masing-masing orang.
Metode keramas tanpa sampo biasanya melewati masa penyesuaian dan rambut akan terasa lebih berminyak dari biasanya. Pendukung metode ini percaya bahwa fase tersebut membantu kulit kepala menyeimbangkan kembali produksi minyak alami setelah lepas dari produk sampo.

Akan tetapi, klaim bahwa produksi minyak akan menurun secara alami seiring waktu masih bersifat anekdotal dan belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

Cara Keramas Tanpa Shampoo

Ilustrasi baby oil untuk rambut

Ilustrasi keramas tanpa sampo. FOTO/iStockphoto

Dikutip dari situs Healthline, ada beberapa bahan alternatif pengganti sampo yang bisa digunakan, seperti baking soda yang diikuti dengan cuka apel, minyak kelapa, kondisioner, atau hanya dibilas dengan air.

Tidak ada patokan khusus atau cara baku untuk keramas tanpa sampo, cukup ganti produk sampo dengan bahan alternatif. Menurut situs University of Florida Health, salah satu cara yang bisa dicoba adalah mencampur baking soda dan air dengan perbandingan 1:1 sebagai pengganti sampo.

Secara garis besar, berikut cara keramas tanpa sampo:

  1. Siapkan “sampo alternatif” terlebih dahulu, misalnya dengan baking soda dan air (skip langkah ini jika menggunakan metode keramas hanya dengan air).
  2. Jika perlu, lakukan penyesuaian terlebih dahulu sebelum menerapkan keraman tanpa sampo secara total. Misalnya, hari ini keramas dengan sampo, jadwal keramas berikutnya terapkan tanpa sampo.
  3. Proses keramas dilakukan seperti biasa, yaitu sambil memijat-mijat kulit kepala dan memastikan seluruh rambut bersih, lalu bilas dengan air.
  4. Frekuensi keramas tergantung jenis rambut dan kebutuhan. Misalnya, jika rambut terasa mulai lepek atau berminyak, bisa langsung keramas tanpa sampo.
Demikian penjelasan tentang keramas tanpa sampo, efek, serta caranya. Metode keramas yang satu ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi penggunaan produk berbahan kimia.

Sekali lagi, metode ini kemungkinan tidak cocok bagi sebagian orang dan hasilnya dapat berbeda pada setiap individu, tergantung jenis rambut, kondisi kulit kepala, serta kebiasaan perawatan sebelumnya.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan respons kulit kepala selama proses transisi dan menyesuaikan metode yang digunakan agar tetap nyaman dan tidak menimbulkan masalah yang lebih parah.

Butuh informasi lain tentang perawatan rambut? Temukan tips, rekomendasi produk, hingga info menarik lainnya seputar rambut melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Perawatan Rambut

Baca juga artikel terkait RAMBUT atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani