tirto.id - Tak sedikit orang yang keramas setiap hari karena ingin menjaga kebersihan rambut. Di sisi lain, ada pendapat yang mengatakan bahwa keramas setiap hari bisa meningkatkan kerontokan rambut, benarkah demikian?
Keramas memiliki banyak manfaat penting untuk kesehatan rambut dan kulit kepala. Dengan keramas, semua kotoran, minyak berlebih, hingga sisa produk penataan rambut dapat terangkat, membuat rambut dan kulit kepala tetap bersih dan segar.
Tak hanya soal kebersihan, keramas dengan produk yang tepat juga membuat rambut terasa lebih lembut, ringan, dan mudah diatur. Meski memiliki banyak manfaat, sebagian orang tetap memilih menghindari keramas setiap hari karena takut membuat rambut rontok.
Anggapan ini biasanya muncul karena beberapa hal yang sering disalahartikan. Salah satunya, saat keramas biasanya terlihat cukup banyak helai rambut yang rontok dan tertinggal di tangan atau saluran air, hal ini memberikan kesan kerontokan rambut meningkat.
Selain itu, keramas melibatkan produk sampo yang mengandung bahan-bahan kimia. Banyak orang menganggap bahwa paparan zat kimia yang berlebihan, seperti keramas setiap hari, bisa membuat rambut semakin lemah dan rentan rontok.
Rambut Rontok Itu Normal, Berapa Banyak yang Wajar?

Rambut manusia tumbuh dan rontok secara teratur sesuai dengan ritme biologis sehingga kehilangan beberapa helai rambut dalam sehari bukan berarti bencana bagi kita. Kerontokan hanyalah salah satu proses alami tubuh yang sangat normal terjadi.
Mengutip laman Dr. Serkan Aygin, rambut kita tumbuh dalam 3 fase, yaitu fase anagen, fase katagen, fase telogen. Fase pertama atau anagen merupakan tahap aktif ketika rambut mengalami pertumbuhan, biasanya berlangsung antara 2-7 tahun.
Di tahap ini, sel-sel rambut membelah dengan cepat dan batang rambut bertambah panjang sekitar setengah inci setiap bulan. Sekitar 85-90% rambut kita berada dalam tahap ini.
Fase kedua atau katagen adalah tahap pendek yang berlangsung selama sekitar 2-3 minggu. Pada fase ini, pertumbuhan rambut terhenti dan lapisan luar akar mulai menyusut serta terpisah dari bagian folikel yang disebut papila dermal. Hanya sekitar 1% dari total rambut kita yang berada dalam tahap ini.
Fase ketiga, yaikni telogen, berlangsung selama kurang lebih 2-4 bulan. Folikel rambut berada dalam kondisi tidak aktif sepenuhnya, dan rambut yang sudah tua akan rontok.
Rambut baru biasanya mulai muncul di folikel yang sama dan mendorong rambut yang lama keluar. Sekitar 10-15% dari rambut kita berada dalam fase ini.
Dari sini dapat diketahui bahwa rambut rontok adalah sesuatu yang normal. Namun, berapa jumlah rambut rontok yang wajar?
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), rambut rontok sekitar 50-100 helai per hari masih dianggap wajar. Rambut yang rontok ini umumnya berasal dari fase telogen, yaitu fase “istirahat” dalam siklus pertumbuhan rambut.
Setelah rambut lama rontok, folikel rambut biasanya akan kembali menumbuhkan rambut baru, sehingga kepadatan rambut secara keseluruhan tetap terjaga.
Apakah Keramas Setiap Hari Bisa Menyebabkan Rambut Rontok?
Seberapa sering keramas sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari panjang dan jenis rambut hingga level aktivitas dalam keseharian. Namun, apakah keramas setiap hari akan membuat rambut rontok?
Menurut dr. Tirta dalam video yang diunggah di kanal YouTube Tirta PengPengPeng, ia menyampaikan bahwa efek mencuci rambut setiap hari sangat bergantung pada tipe sampo yang dipilih serta tingkat sensitivitas kulit kepala individu.
“Tergantung sampo apa yang digunakan dan tergantung sesensitif apa kulit Anda. Jadi kalau kulit kepala Anda sensitif, menggunakan sampo terlalu sering akan membuat kulit kepala menjadi kering dan akhirnya membuat kepala mengalami peradangan, membuat jadi ketombe dan rambut rontok,” kata dr. Tirta.
“Tapi kalau kulit kepala Anda memang tidak sensitif, mau keramas tiap hari pun enggak masalah,” tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Perdoski Indonesia, dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E. FINSDV, FAADV. Dikutip dari laman VOI, dr. Akbar menegaskan bahwa rambut rontok akibat keramas setiap hari adalah mitos belaka.
Beliau bahkan menyarankan untuk rutin keramas, bahkan setiap hari, demi menjaga kesehatan kulit kepala. Namun, hal ini juga harus dibarengi dengan pemilihan produk yang tepat serta gaya hidup yang lebih sehat.
“Menjaga scalp barrier untuk bisa berfungsi normal adalah keramas secara rutin. Jadi mitos, ya, kalau yang bilang keramas setiap hari itu bikin rontok, enggak (benar). (Keramas tiap hari) malah disarankan,” katanya.
“Yang penting pemilihan produk, ya. Terutama sampo juga harus tepat, sesuai dengan kondisi kulit kepala. Produknya itu harus berbahan aktif yang baik, yang bisa menjaga scalp barrier kita. Salah satunya adalah yang mengandung bahan anti jamur pencegah ketombe, dan niacinamide akan membantu untuk memperkuat scalp barrier kita.”
Lantas, bagaimana kita bisa membedakan antara rambut rontok alami dengan kerontokan yang tidak normal? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, laman AAD menyebutkan bahwa kerontokan yang berkisar antara 50-100 helai rambut masih dianggap normal.
Kerontokan alami ini biasanya juga terjadi secara merata, bukan di satu sisi atau area tertentu saja. Jika merasa rambut yang rontok sudah terlalu banyak dan terjadi secara terus-menerus setiap harinya, maka hal itu bisa jadi pertanda kerontokan berlebih atau tidak normal.
Ciri-ciri yang dapat kita perhatikan selanjutnya adalah terjadinya penipisan rambut atau ada area rambut yang mulai botak. Jika hal ini terjadi, sebaiknya periksa ke dokter untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Faktor Lain yang Lebih Berpengaruh pada Rambut Rontok

Kerontokan rambut dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk faktor internal seperti stres, hormon, hingga asupan nutrisi. Berikut beberapa hal yang bisa berpengaruh pada kerontokan rambut:
1. Stres
Stres, terutama stres kronis atau jangka panjang, tidak hanya membuat pikiran tertekan, tapi juga bisa meningkatkan risiko kerontokan rambut.Dikutip dari laman National Institutes of Health (NIH), ada penelitian yang menemukan bahwa hormon stres dapat menghambat fungsi stem cell (sel punca) yang ada di dalam folikel rambut, dan sel-sel ini sangat penting untuk regenerasi rambut.
Temuan ini memberikan dasar ilmiah tentang mengapa stres kronis dikaitkan dengan peningkatan rontoknya rambut.
2. Perubahan Hormon
Hormon juga bisa memengaruhi kerontokan rambut, baik pada pria maupun wanita. Kondisi seperti kehamilan, pascapersalinan, menopause, hingga PCOS dapat mengubah keseimbangan hormonal dalam tubuh wanita dan menyebabkan rambut menipis atau rontok.Tak hanya itu, hormon seperti dihidrotestosteron (DHT) yang berasal dari testosteron juga berperan dalam kebotakan berpola (androgenetic alopecia).
3. Asupan Nutrisi
Kekurangan nutrisi penting bisa membuat rambut tumbuh lemah dan lebih mudah rontok. Dilansir dari situs The National Council on Aging, ada beberapa nutrisi yang berpengaruh pada kesehatan rambut.Beberapa nutrisi yang dimaksud contohnya zat besi, vitamin D, protein, seng (zinc), hingga vitamin B yang semuanya berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan kesehatan folikel rambut. Defisiensi nutrisi-nutrisi ini dapat memicu rambut rontok atau mempercepat rambut patah.
4. Faktor Genetik
Faktor genetik merupakan salah satu penyebab rambut rontok dan sering tidak bisa dihindari. Androgenetic alopecia atau kebotakan pola pada pria dan wanita dapat terjadi karena kombinasi gen tertentu dan sensitivitas folikel terhadap hormon androgen seperti DHT. Kondisi ini cenderung muncul secara progresif seiring bertambahnya usia.5. Kondisi Kulit Kepala
Berbagai masalah kulit kepala seperti infeksi jamur, psoriasis, dermatitis seboroik, hingga kebiasaan menarik rambut terlalu kuat (traction alopecia) juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. Faktor-faktor ini dapat merusak folikel rambut secara langsung atau menciptakan peradangan yang menyebabkan rambut rontok.Tips Keramas Sehat agar Rambut Tidak Mudah Rontok

Keramas adalah bagian penting dari perawatan rambut sehari-hari, tapi cara yang kurang tepat bisa membuat rambut terasa lebih rapuh dan mudah rontok. Berikut adalah beberapa tips keramas yang bisa menjaga kebersihan dan kesehatan rambut:
1. Pilih Sampo Sesuai Jenis Kulit Kepala
Langkah paling dasar adalah memilih sampo yang sesuai dengan kondisi kulit kepala. Kulit kepala berminyak, kering, sensitif, atau berketombe memiliki kebutuhan yang berbeda.Menggunakan sampo yang tidak sesuai dapat memicu iritasi, ketombe, atau rasa gatal yang akhirnya memperburuk kerontokan. Fokuslah pada kondisi kulit kepala, bukan hanya jenis rambut, karena folikel rambut berada di sana.
2. Basahi Rambut Terlebih Dahulu
Mengutip dari laman Healthline, cara keramas yang benar bukan langsung mengaplikasikan sampo, tapi membasahi rambut terlebih dahulu. Akan lebih bagus jika menggunakan air hangat atau suam-suam kuku.Membasahi rambut sepenuhnya dengan air hangat membantu membuka kutikula sehingga memudahkan rambut menyerap produk perawatan, termasuk kondisioner.
3. Gunakan Sampo Secukupnya dan Fokus ke Kulit Kepala
Sampo tidak perlu digunakan terlalu banyak. Tuangkan secukupnya, lalu pijatkan perlahan ke kulit kepala, bukan ke batang atau ujung rambut.Fungsi utama sampo adalah membersihkan minyak dan kotoran di kulit kepala, sementara busa yang mengalir saat dibilas sudah cukup untuk membersihkan batang rambut tanpa membuatnya kering.
4. Pijat Kulit Kepala dengan Lembut
Saat keramas, lakukan pijatan lembut selama sekitar 3 menit menggunakan ujung jari, bukan kuku. Pijatan ringan juga membantu melancarkan aliran darah di kulit kepala.Pijatan yang lembut juga menghindari rambut kusut dan kerusakan folikel. Sebaliknya, menggaruk terlalu keras justru bisa menyebabkan iritasi, luka kecil, dan memperparah kerontokan rambut.
5. Bilas hingga Benar-Benar Bersih
Luangkan waktu sekitar 1-2 menit untuk membilas rambut agar benar-benar bersih dari sampo. Sisa sampo yang tertinggal di kulit kepala dapat menyebabkan penumpukan produk, gatal, dan ketombe. Kulit kepala yang bersih membantu menciptakan lingkungan yang sehat untuk pertumbuhan rambut.6. Gunakan Kondisioner di Batang Rambut, Bukan di Akar
Kondisioner berfungsi melembapkan dan melindungi batang rambut agar tidak mudah patah. Aplikasikan kondisioner hanya pada bagian tengah hingga ujung rambut, bukan di kulit kepala. Penggunaan kondisioner di akar dapat membuat rambut lepek dan menyumbat folikel yang berpotensi memicu masalah kulit kepala.7. Keringkan Rambut dengan Cara yang Lembut
Setelah keramas, hindari menggosok rambut terlalu keras dengan handuk. Tekan atau tepuk rambut secara perlahan untuk menyerap air, lalu biarkan setengah kering sebelum disisir. Rambut dalam kondisi basah lebih rapuh sehingga perlakuan kasar dapat membuatnya mudah patah dan rontok.8. Sesuaikan Frekuensi Keramas dengan Aktivitas
Tidak ada aturan baku soal seberapa sering keramas. Frekuensi ideal bergantung pada kondisi kulit kepala, aktivitas harian, dan lingkungan. Jika kulit kepala mudah berminyak atau sering terpapar debu dan keringat, keramas lebih sering bisa membantu menjaga kebersihan, begitu pun sebaliknya.Rekomendasi Sampo dan Produk Perawatan Rambut

Memilih sampo dan produk perawatan rambut yang tepat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit kepala sekaligus mengurangi risiko rambut rontok. Di bawah ini adalah beberapa rekomendasi sampo dan produk perawatan rambut yang bisa dijadikan pilihan:
1. Kelaya Gentle Hair Essence Shampoo
Kelaya Gentle Hair Essence Shampoo merupakan sampo non-SLS yang tak hanya membersihkan, tapi juga mengatasi beberapa masalah rambut seperti ketombe dan kerontokan.Sampo ini cocok untuk kulit kepala sensitif dan aman digunakan setiap hari. Sampo Kelaya hadir dalam beberapa varian dan bisa didapatkan dengan harga Rp90.000 - Rp100.000 (250 ml).
2. Lavojoy Out Of My Head Shampoo
Lavojoy Out Of My Head Shampoo merupakan sampo yang diformulasikan dengan kandungan asam amino untuk membersihkan kulit kepala dan rambut secara lembut, sekaligus membantu mengurangi ketombe dan rasa gatal.Sampo ini memiliki manfaat anti-dandruff dan oil-control berkat kandungan salicylic acid yang membantu membersihkan kulit kepala dari minyak berlebih serta menjaga rambut tetap segar. Produk ini dapat dibeli di kisaran harga Rp60.000 - Rp70.000 (300 ml).
3. Biotalk Cool & Calming Shampoo
Biotalk Cool & Calming Shampoo diformulasikan khusus untuk membantu menenangkan dan menyegarkan kulit kepala sensitif, termasuk yang rentan mengalami eksim dan psoriasis.Sampo ini membersihkan kulit kepala dengan lembut tanpa menyebabkan iritasi, sekaligus membantu menjaga kelembapan alami kulit kepala dan rambut agar tetap nyaman digunakan sehari-hari. Biotalk Cool & Calming Shampoo dibanderol dengan harga Rp100.000 - Rp110.000 (250 ml).
4. Good Virtues Co Healthy Hair & Scalp Shampoo
Sampo ini diformulasikan untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala secara menyeluruh dan cocok digunakan untuk semua jenis rambut. Produk ini ini membersihkan dan melembapkan rambut tanpa membuat kulit kepala terasa kering.Membantu mengurangi ketombe dan mendukung pencegahan kerontokan rambut, sampo ini mengandung black seed oil yang kaya antioksidan, vitamin E untuk perlindungan dan kelembapan, serta aloe vera extract yang menenangkan kulit kepala. Sampo ini dibanderol dengan harga Rp85.000 - Rp95.000 (300 ml).
5. Natur Conditioner Ginseng
Natur Conditioner Ginseng merupakan kondisioner yang diformulasikan khusus untuk membantu merawat rambut rontok dengan cara memperkuat setiap helai rambut agar tidak mudah patah.Diperkaya dengan ekstrak ginseng dan olive oil, kondisioner ini membantu menutrisi, menjaga kelembapan alami rambut, serta mengurangi risiko kerontokan. Natur Conditioner Ginseng dapat dibeli di kisaran harga Rp40.000 - Rp45.000 (160 ml).
Demikian penjelasan tentang apakah keramas setiap hari bisa membuat rambut rontok. Kerontokan rambut tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa sering keramas, melainkan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kondisi kulit kepala hingga pemilihan produk.
Dengan memahami siklus alami rambut, memilih sampo dan produk perawatan yang sesuai, serta menerapkan cara keramas yang tepat, rambut dapat tetap bersih, sehat, dan kuat.
Jika kerontokan terjadi secara berlebihan atau berlangsung lama, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Tertarik dengan perawatan rambut? Temukan tips, rekomendasi produk, hingga info menarik lainnya seputar rambut melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: M Rifqi Rafly Ramadhan
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id































