tirto.id - Henna kuku dan tangan umum digunakan dalam dunia kecantikan untuk mempercantik penampilan. Namun, beredar anggapan bahwa henna terbuat dari kotoran atau tahi unta. Bagaimana faktanya?
Henna, dikenal juga sebagai mehndi, adalah pewarna rambut dan “tato” sementara yang terbuat dari tanaman. Henna digunakan di banyak budaya untuk membuat pola dekoratif pada kulit, biasanya dalam rangka merayakan pernikahan, kelahiran, atau acara penting lainnya.
Meskipun disebut tato, henna sebenarnya hanyalah pewarna sementara yang bisa menghilang seiring waktu. Dikutip dari situs WebMD, tradisi henna tersebar luas di berbagai agama dan budaya, serta digunakan selama ribuan tahun di Afrika, Timur Tengah, hingga Asia.
Sebelum jadi produk kecantikan, para sejarawan percaya bahwa henna dulunya dimanfaatkan untuk mengobati luka bakar atau sakit kepala. Ini berkaitan dengan sifat henna yang bisa memberikan efek dingin pada kulit ketika mengering.
Seni henna sebagai “tato” diyakini pertama kali dikembangkan oleh bangsa Mesir Kuno. Awalnya, mereka menggunakan henna untuk mengawetkan mumi dan mewarnai kain pembungkusnya.
Seiring waktu, bangsa Mesir Kuno mulai menggunakan henna sebagai “tato” dengan pola yang rumit. Sejak itulah henna berkembang dan umum dipakai untuk body art sampai sekarang.
Akan tetapi, di balik popularitas henna, muncul anggapan bahwa henna terbuat dari kotoran hewan seperti unta, benarkah demikian?
Apakah Henna Terbuat dari Tahi Unta?
Henna kerap dituding terbuat dari kotoran atau tahi unta kemungkinan karena faktor tekstur dan baunya. Saat diaplikasikan, henna umumnya berbentuk pasta kental dengan warna cokelat kehijauan, mirip seperti kotoran dan mungkin akan terlihat menjijikkan bagi sebagian orang.
Pendapat tentang henna yang terbuat dari kotoran kemudian menyebar dari mulut ke mulut. Hanya dengan modal “katanya”, orang-orang akhirnya percaya bahwa henna tangan ini memang berasal dari tahi unta.
Faktanya, henna berasal dari tanaman Lawsonia inermis yang juga sering disebut sebagai tanaman henna. Tanaman henna termasuk semak kecil yang tumbuh baik di wilayah beriklim panas, mulai dari daerah gurun hingga hutan tropis.
Tanaman ini diyakini berasal dari kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah, lalu menyebar ke Asia dan berbagai belahan dunia lainnya. Bagian daun dan batang henna mengandung zat pewarna alami bernama lawsone.
Saat tanaman dihancurkan, baik dalam kondisi segar maupun kering, zat pewarna berwarna tembaga akan keluar. Bagian tanaman yang umum digunakan untuk henna adalah bagian daunnya.
Setelah dihancurkan dan diolah menjadi bubuk, bubuk henna akan dicampur dengan air hingga membentuk pasta. Secara tradisional, pasta ini sering dicampur bahan tambahan seperti air lemon, teh, atau minyak esensial untuk memperkuat dan mempertahankan warna.
Menurut situs WebMD, zat pewarna henna bekerja dengan cara menempel pada keratin, yaitu protein yang terdapat pada kulit, rambut, dan kuku. Karena tangan dan kaki memiliki kandungan keratin yang lebih tinggi, warna henna biasanya terlihat paling gelap dan tahan lama di area tersebut.
Jadi, anggapan yang mengatakan bahwa henna berasal dari kotoran atau tahi unta hanyalah mitos.
Cara Membedakan Henna Asli dan Abal-Abal

Henna sangat populer di kalangan kaum hawa dan kerap digunakan untuk melukis bagian tubuh seperti kaki dan tangan. Seiring perkembangan zaman, banyak produk henna di pasaran yang mudah dan praktis untuk digunakan.
Namun, masyarakat perlu berhati-hati karena ada sebagian produk henna yang dicampur dengan bahan kimia berbahaya yang bisa menyebabkan reaksi alergi. Berikut beberapa cara untuk membedakan henna asli/alami dan produk abal-abal yang berbahaya:
1. Bentuk, Tekstur, dan Warna
Henna alami biasanya berbentuk bubuk atau pasta kental, serta memiliki warna hijau sage, hijau kecokelatan, atau berwarna cokelat. Henna alami tidak pernah memiliki warna hitam atau warna lain yang mencolok.Henna biasanya bertekstur pasta kental sehingga kerap diaplikasikan dengan cone. Jika menemukan henna dengan tekstur cair atau harus diaplikasikan dengan kuas, sebaiknya dihindari dan tidak menggunakannya.
2. Henna Asli Punya Bau yang Khas
Henna yang asli atau alami memiliki bau yang khas seperti bau herbal, jamu, rempah-rempah, atau wangi minyak esensial. Wangi khas tanaman ini menandakan bahwa henna tersebut memang berasal dari pohon henna tanpa campuran bahan berbahaya.Sebaliknya, henna abal-abal biasanya memiliki bau bahan kimia atau seperti bau pewarna rambut. Ini menandakan bahwa produk tersebut telah dicampur dengan bahan-bahan kimia berbahaya.
3. Karakteristik Noda Warna (Stain) yang Dihasilkan
Setelah diaplikasikan dan pasta henna dihilangkan, henna alami akan meninggalkan noda berwarna kuning atau oranye cerah. Warna ini kemudian teroksidasi sehingga menjadi lebih gelap dalam waktu sekitar 48 jam. Warna henna asli ini biasanya berkisar antara warna merah hingga cokelat.Sebaliknya, jika menggunakan henna abal-abal, noda warna akan langsung terlihat jelas (merah, cokelat, atau hitam) setelah pasta dihilangkan. Jadi, jika ada henna yang bisa memberikan warna jelas/gelap secara instan, bisa dipastikan produk tersebut telah dicampur bahan kimia.
4. Waspadai “Black Henna” dan Perhatikan Komposisinya
Masyarakat patut waspada dengan produk black henna yang beredar di pasaran. Black henna adalah istilah yang digunakan untuk produk henna berwarna hitam pekat yang sebenarnya bukan henna alami.Produk ini biasanya dicampur atau bahkan didominasi oleh bahan kimia sintetis, biasanya para-phenylenediamine (PPD), agar warna bisa langsung gelap dalam waktu singkat.
Berbeda dengan henna alami yang menghasilkan warna oranye hingga cokelat kemerahan secara bertahap, black henna memberikan hasil noda berwarna hitam atau hitam kebiruan yang cepat dan mencolok.
Penggunaan henna ini berisiko karena PPD dapat memicu iritasi kulit, reaksi alergi berat, hingga bekas luka permanen.
Jadi, saat hendak membeli atau memakai henna, cermati komposisi bahannya. Jika terdapat bahan seperti PPD, pengawet, atau pewarna sintetis, sebaiknya dihindari untuk meminimalkan risiko iritasi.
5. Henna Asli Tidak Awet
Salah satu hal yang membedakan henna asli dari produk henna abal-abal adalah keawetannya. Henna asli yang terbuat dari bahan alami akan bisa rusak jika dibiarkan di suhu ruang dalam waktu lama.Oleh karena itu, untuk mempertahankan daya pewarnaannya dan mencegah kerusakan, henna wajib disimpan di dalam freezer jika tidak digunakan. Para henna artist profesional umumnya membekukan henna dan mencairkannya hanya ketika akan digunakan.
Jadi, jika melihat produk henna (terutama dalam kemasan cone/kerucut) dijual sambil disimpan di suhu ruang, bisa dipastikan produk tersebut telah diberi bahan pengawet sehingga bisa tahan berbulan-bulan.
6. Patch Test
Layaknya menggunakan produk skincare atau makeup, kita juga perlu melakukan patch test sebelum menggunakan henna. Oleskan sedikit henna pada bagian lengan dalam dan tunggu selama beberapa jam untuk mengetahui apakah ada reaksi iritasi atau alergi.Henna alami jarang sekali menyebabkan alergi, tapi patch test tetap dianjurkan untuk mengetahui apakah kulit kita memang cocok memakai henna, sekalipun terbuat dari bahan alami.
7. Hasil Henna Kemungkinan Bisa Berbeda pada Setiap Orang
Henna alami kemungkinan tidak memberikan hasil seragam pada setiap orang. Ini bisa dipengaruhi oleh kondisi kulit, suhu tubuh, tingkat hidrasi, hingga gaya hidup (misalnya sering beraktivitas dan berkeringat, sering cuci tangan, berenang, dan lain sebagainya).Hal ini bukan kekurangan, tapi justru pertanda bahwa henna tersebut memang berasal dari tanaman dan bereaksi secara alami dengan kulit. Berbeda dengan henna yang dicampur bahan kimia, warnanya bisa lebih konsisten, awet, dan tingkat kegelapan warnanya terjamin.
Tips sebelum Menggunakan Henna

Sebelum mengaplikasikan henna pada kulit, terutama di area tangan yang sering jadi pusat perhatian, penting untuk mengetahui bahwa tidak semua produk henna yang dijual di pasaran aman digunakan.
Beberapa henna diproduksi dengan tambahan bahan kimia untuk membuat warna lebih gelap atau tahan lama, tapi bahan tersebut bisa jadi pemicu reaksi alergi yang berbahaya bagi kulit. Untuk menghindari hal ini, berikut beberapa tips mudah yang bisa diterapkan sebelum memakai henna:
1. Lakukan Patch Test Terlebih Dahulu
Sebelum memakai henna di area luas seperti tangan, lakukan uji tempel kecil di bagian kulit yang tidak terlalu terekspos, misalnya di lengan bagian dalam. Oleskan sedikit pasta henna, lalu biarkan selama sekitar 2-3 jam.Perhatikan apakah muncul tanda-tanda iritasi seperti kemerahan atau gatal. Jika tidak ada reaksi, artinya produk henna tersebut relatif aman untuk digunakan.
2. Periksa Label dan Hindari Zat Berbahaya
Saat membeli henna, pastikan untuk membaca label dengan cermat. Hindari produk yang mengandung aditif pewarna seperti PPD atau zat kimia lainnya yang sering ditambahkan untuk menghasilkan warna gelap atau instan. Bahan kimia seperti ini berisiko menimbulkan alergi kulit serius.3. Hindari Black Henna
Henna tradisional biasanya menghasilkan warna merah-cokelat atau oranye setelah pewarnaan. Jika menemukan produk black henna di pasaran atau henna yang langsung berwarna hitam pekat, kemungkinan besar itu bukan henna alami, melainkan produk yang dicampur dengan bahan sintetis seperti PPD.4. Pastikan Kuku atau Kulit Sudah Bersih
Sebelum mengaplikasikan henna, pastikan kuku atau kulit dalam kondisi bersih, serta tidak memakai produk skincare maupun makeup agar hasil pewarnaan henna bisa maksimal.5. Pastikan Tidak Memiliki Kondisi Defisiensi G6PD
Defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) merupakan kelainan enzim paling umum pada manusia yang dapat menyebabkan hemolisis (kerusakan sel darah merah) ketika penderitanya terpapar pemicu tertentu, seperti infeksi, obat-obatan, makanan, atau zat bersifat oksidatif.Dikutip dari laman WHO, henna diketahui dapat memicu anemia hemolitik yang mengancam jiwa pada individu dengan kondisi defisiensi G6PD.
Rekomendasi Produk Henna

Jika tertarik memakai henna, ada banyak produk henna yang dijual di pasaran. Namun, untuk mendapatkan henna yang tepat, pastikan untuk membaca label/kemasan, deskripsi produk, serta ulasan dari para pembeli sebelumnya. Berikut beberapa produk henna yang bisa dicoba:
1. Natural Henna Cone
Produk henna ini dibuat dari daun henna asli yang bisa diaplikasikan untuk tangan, kaki, atau anggota tubuh lain. Sesuai karakteristik henna alami, produk ini menghasilkan warna awal oranye dan akan oksidasi menjadi cokelat kemerahan dalam 24-48 jam.Untuk pembelian secara online, produk henna dikirim dalam kondisi beku dan wajib langsung dimasukkan freezer jika tidak langsung digunakan. Henna ini dapat dibeli dengan harga Rp20.000-Rp30.000 per cone.
2. Sundar Natural Henna Powder
Henna bubuk yang satu ini terbuat dari daun henna asli sehingga aman digunakan untuk body art, termasuk dipakai di tangan dan kaki. Bubuk henna memiliki partikel halus sehingga cocok digunakan untuk membuat pola-pola yang detail dan rumit.Henna ini merupakan produk impor dari Sojat, India, dan tidak mengandung PPD serta bahan berbahaya. Produk ini bisa didapatkan dengan harga Rp20.000 - Rp30.000 (25 gram).
3. Innai Nunha by Neelofa
Inai atau henna ini khusus untuk kuku serta dijual dalam bentuk bubuk dan kemasan saset. Henna ini menghasilkan warna cokelat, bisa cokelat muda maupun cokelat tua, tergantung jumlah air yang dicampurkan serta banyaknya layer yang digunakan.Satu saset Innai Nunha bisa digunakan hingga 30 kuku. Hasil warnanya tidak mudah luntur dan tahan lama. Jika masih ada sisa bubuk henna dalam kemasan, wajib ditutup rapat untuk mencegah oksidasi. Innai Nunha bisa didapatkan dengan harga Rp30.000 - Rp40.000 per saset.
4. Henna Tarim Bubuk
Henna Tarim Bubuk digunakan khusus untuk kuku, tapi juga bisa digunakan untuk rambut dan kepala. Ketika diaplikasikan ke kuku, produk ini akan menghasilkan warna oranye, sesuai dengan warna henna asli.Warna yang dihasilkan pun tampak merata, tidak berbercak, selama diaplikasikan dengan benar. Cara penggunaannya pun cukup mudah, cukup dicampur dengan sedikit air dan oleskan ke kuku. Henna Tarim bisa dibeli dengan harga sekitar Rp30.000 - Rp40.000 (50 gram).
5. Pasta Henna My.Henna.ID
Pasta henna tangan ini terbuat dari bubuk henna impor yang diberi campuran minyak esensial. Setelah diaplikasikan pada kulit, warna awal yang dihasilkan adalah oranye, dan warna ini akan menggelap secara bertahap setelah 24 jam.Karena terbuat dari bahan alami dan tanpa bahan pengawet, produk ini wajib dibekukan atau disimpan di dalam freezer jika tidak digunakan. Pasta Henna bisa dibeli dengan harga Rp65.000 - Rp75.000 (isi 2 cone @12 gram).
Itu dia beberapa produk henna yang bisa dicoba, baik untuk melukis tangan, kaki, maupun mewarnai kuku. Henna biasanya akan bertahan hingga beberapa hari, bahkan bisa sampai hitungan minggu.
Jika ingin membersihkan henna pada kulit atau kuku, dianjurkan untuk menggunakan cara dan bahan-bahan alami. Cara menghilangkan henna di kuku atau kulit bisa dengan merendamnya dalam air hangat, dioles baby oil atau lemon, bisa juga menggunakan scrub ringan dengan campuran gula dan minyak zaitun.
Yang terpenting dalam penggunaan henna adalah tetap pastikan bahwa produk yang dipakai memang aman, terbuat dari bahan alami, serta bebas dari bahan kimia berbahaya.
Butuh rekomendasi skincare, makeup, atau produk lainnya? Temukan berbagai barang pilihan untuk melengkapi kebutuhan harianmu di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id





































