tirto.id - Group of Seven atau negara G7 merupakan kelompok yang beranggotakan negara-negara kaya dan maju yang kerap menjadi sorotan dalam isu ekonomi, teknologi, hingga keamanan global. Negara yang menjadi anggota G7 ini tak hanya negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang tangguh, tetapi juga memiliki pengaruh besar di dunia.
Sejarah terbentuknya G7 ini berawal dari pertemuan "Library Group" yang digelar tahun 1973 silam. Terbentuknya G7 ini juga merupakan respon terjadinya krisis minyak pada tahun 1970-an.
Awalnya, keompok G7 ini hanya terdiri dari Amerika Serikat, Jerman Barat, Italia, Prancis, Jepang, dan Inggris. Kelmpok ini kemudian dikenal sebagai G6. Setelah Kanada resmi bergabung, kelompok ini akhirnya menjadi G7.

Ilustrasi KTT G7. FOTO/iStockphoto
Apa Itu Negara G7?
Lantas apa itu negara G7? Negara G7 adalah sebuah kelompok kerjasama antar pemerintah yang memiliki tujuh anggota tetap, yakni Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat.
Tidak seperti PBB, G7 ini bukan organisasi resmi, sehingga tidak memiliki struktur resmi atau sekretariat. Walaupun demikian, G7 memiliki pengaruh besar dalam kebijakan global, karena negara-negara anggotanya memiliki kekuatan ekonomi, dan pengaruh yang besar di dunia.
Awalnya, tujuan utama dibentuknya G7 ini untuk mengatasi masalah ekonomi dan moneter. Kelompok ini memulai pertemuannya dengan menyorot berbagai masalah ekonomi dunia seperti krisis minyak, resesi ekonomi, dan sistem moneter.
Pertemuan G7 ini pun akhirnya juga menjadi media untuk melakukan koordinasi tindakan. Koordinasi itu perlu dilakukan agar berbagai masalah ekonomi yang berdampak signifikan pada negara dan dunia, bisa segera diatasi.
Seiring berjalannya waktu, KTT G7 tak hanya membahas soal ekonomi. Isu-isu yang dibahas KTT ini akhirnya juga berkembang ke topik hubungan luar negeri, perubahan iklim, transisi energi, ketahanan pangan, dan inovasi teknologi. Meski bukan organisasi formal, berbagai keputusan dan arahan dari pertemuan G7 ini sering menjadi acuan bagi kebijakan internasional.
Sejarah Terbentuknya Negara G7
Terbentuknya negara G7 telah melalui sejarah yang cukup panjang, yakni mulai tahun 1970-an. Sebelum terbentuknya negara G7, digelar pertemuan yang bersifat informal dari para menteri keuangan yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat, George Shultz.
Pertemuan itu mengundang menteri keuangan dari Jerman Barat, Prancis, dan Inggris. Pertemuan yang digelar di Washington, D.C. pada tahun 1973 tersebut akhirnya melahirkan kelompok yang dikenal sebagai "Library Group".
Pada tahun yang sama, kelompok ini kemudian mengundang Jepang pada pertemuan selanjutnya. Kelompok dalam pertemuan itu akhirnya dikenal sebagai “the Group of Five”. Italia kemudian menyusul bergabung pada tahun 1975 saat pertemuan di gelar di Paris, Prancis.
Kelompok ini pun sepakat mengadakan pertemuan setahun sekali dengan presiden yang bergilir. Para anggota pertemuan itu sepakat akan membahas isu pergolakan ekonomi dan krisis minyak yang terjadi tahun 1973 - 1974, dalam pertemuan tersebut.
Pada tahun 1976, Kanada akhirnya bergabung dan grup ini resmi menjadi G7 atau "Group of Seven". Selain Kanada, Uni Eropa juga berpartisipasi dalam G7 ini. Berdasarkan informasi yang dilansir dari International Relations Careers, Uni Eropa yang diwakili oleh Dewan Eropa, dan presiden Komisi Eropa menjadi anggota yang tidak dihitung.
Setelah Kanada resmi bergabung, G7 kemudian mengadakan KTT pertama kali tahun 1976 di Puerto Rico. Forum negara G7 ini awalnya hanya fokus pada pembahasan mengenai kebijakan ekonomi atau moneter. Pada tahun 1980-an, pembahasan G7 diperluas dan mencakup tentang kebijakan keamanan, serta kebijakan luar negeri.
Pada tahun 1991, Uni Soviet telah runtuh menjadi beberapa negara dan yang paling besar adalah Rusia. Pada tahun 1994, Rusia mulai bergabung dalam diskusi G7 dan kemudian menjadi anggota resmi pada tahun 1998. Masuknya Rusia sebagai anggota membuat kelompok ini berubah menjadi G8 atau "Group of Eight".
Pada tahun 2014, Rusia melakukan invasi ke Krimea yang merupakan wilayah milik Ukraina. Insiden ini membuat keanggotaan Rusia di G8 ditangguhkan dan membatalkan KTT G8 yang rencananya akan digelar di Sochi, Rusia, di tahun yang sama.
Pada tahun 2019, Donald Trump yang menjabat Presiden AS saat itu melontarkan ide untuk mengaktifkan kembali keanggotan Rusia di G8. Sayangnya, ide ini mendapat penolakan dari anggota lain. Penangguhan keanggotaan Rusia ini membuat kelompok G8 kembali menjadi negara G7.
Contoh Negara Anggota G7
Sesuai namanya, anggota G7 terdiri dari tujuh negara. Berikut ini daftar negara yang menjadi anggota G7:
- Amerika Serikat
- Prancis
- Jerman
- Inggris
- Italia
- Jepang
- Kanada
Demikian penjelasan mengenai Negara G7 apa saja dan sejarah terbentuknya hingga menjadi seperti sekarang ini. Semoga ulasan singkat dan padat mengenai negara G7 ini dapat menambah wawasan yang bermanfaat.
- Daftar Negara Teraman Jika Perang Dunia 3 Meletus, Ada Indonesia
- MA AS Buka Jalan Trump Deportasi Imigran ke Negara ke-3
- Daya Saing Indonesia Anjlok ke Peringkat 40 dari 69 Negara
- Daftar Negara Sekutu Iran, Apakah Bisa Perang dengan Israel-AS?
- 11 Negara dengan Hari Libur Terbanyak di Dunia, Banyak dari Asia
Penulis: Ditya Pandu Akhmadi
Editor: Lucia Dianawuri
Masuk tirto.id




































