Menuju konten utama

14 Amalan Sunnah Haji dan Daftar Pahalanya

Sunnah haji apa saja? Berikut penjelasan daftar amalan sunah haji dan pahala yang dapat diperoleh dari pelaksanaannya.

14 Amalan Sunnah Haji dan Daftar Pahalanya
Kabah di Mekah, Arab Saudi. Adapun sunnah haji perlu diketahui oleh calon jemaah karena bisa menyempurnakah pahala ibadah haji. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ibadah haji menjadi salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan oleh orang-orang mampu. Dalam pelaksanaan ibadah ini, ada sejumlah amalan sunnah haji yang bisa dilaksanakan umat muslim.

Adapun seorang jemaah haji harus mengetahui rukun dan wajib haji agar ibadahnya bisa sah. Bukan hanya itu, para jemaah dapat mengetahui serta menjalankan sunah-sunah haji untuk mendapatkan pahala tambahan.

Sunah-sunah haji ada banyak, namun utamanya adalah mendahulukan haji daripada umrah, tawaf qudum, hingga salat sunah tawaf. Berikut ini pengertian sunah haji yang dianjurkan untuk dilakukan jemaah di tanah suci.

Apa Itu Sunnah Haji?

Mengutip laman NU Online Lampung, sunnah haji adalah ibadah-ibadah atau aktivitas tertentu yang dilakukan umat Islam agar ibadahnya semakin sempurna. Beberapa contohnya seperti talbiyah, tawaf qudum, dan shalat sunnah tertentu.

Beberapa kegiatan tersebut dilaksanakan oleh jemaah haji untuk menambahkan pahala bagi diri masing-masing. Selain memperoleh ganjaran dari Allah lewat rukun dan wajib haji, sunnah ini bisa menjadi pilihan tepat bagi para jemaah.

Lantas, sunnah haji apa saja? Untuk mengetahui daftar amalan sunah haji secara lebih lengkap, Anda bisa membaca penjelasan tentang ibadah sunnah haji melalui pembahasan berikut.

Daftar Amalan Sunnah Haji dan Pahalanya

Amalan sunah haji adalah segala perkara yang tidak mengganggu sah atau tidaknya ibadah haji, namun dianjurkan untuk dilakukan karena memuat keutamaan amal. Di sisi lain, sunah haji akan mendatangkan pahala.

Berikut daftar sunah-sunah haji yang perlu diketahui umat muslim.

1. Mendahulukan Haji Dibandingkan Umrah

Haji dan umrah merupakan ibadah ke tanah suci yang berbeda tujuan, lantaran umrah hanya bersifat ziarah. Menurut HR. Al-Bukhari, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang yang melaksanakan haji akan mendapatkan balasan surga.

2. Mandi, Memotong Kuku, Merapikan Jenggot, Rambut Ketiak, dan Kemaluan

Berbagai hal di atas dianjurkan untuk dilakukan sesuai HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa, dan Ibnu Majah. Kendati demikian, ada pula pendapat yang melarang adanya aktivitas ini, khususnya ketika ihram.

3. Pakaian Ihram Berwarna Putih

Warna putih melambangkan kesederhanaan dan kesetaraan, sehingga manusia yang datang beribadah terlepas dari status sosialnya. Pakaian ini dianjurkan berwarna putih sebagai sunnah haji.

4. Shalat Sunnah Ihram

Sebelum Anda melakukan ihram dengan pakaian yang berwarna putih, ada sunnah haji berupa shalat sunnah ihram. Anda bisa menjalankan ibadah tersebut sebanyak dua rakaat.

5. Membaca Talbiyah dan Doa Masuk Surga

Jemaah laki-laki membaca talbiyah dengan suara lantang, sementara perempuan dengan suara lembut. Anda juga bisa membaca doa setelah membaca talbiyah, sehingga mendapatkan ganjaran agar dijauhkan dari siksa neraka.

6. Tawaf Qudum

Perlu diketahui bahwa tawaf qudum bisa dilaksanakan para jemaah haji saat pertama kali tiba di Mekkah. Sunnah ini berlaku bagi mereka yang menjalankan haji ifrad dan qiran.

7. Memegang, Mencium, dan Meletakkan Jidat di Hajar Aswad

Ketika awal tawaf, terdapat sunnah haji yang menganjurkan seseorang untuk memegang, mencium, dan meletakkan jidat di Hajar Aswad. Mereka yang menyentuh Hajar Aswad, akan diberikan saksi ketika hari kiamat.

8. Shalat Sunnah Tawaf di Makam Ibrahim

Dalam surat Al-Baqarah ayat 125, Allah berfirman "dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat". Kita bisa mengikuti anjuran shalat sunnah tawaf untuk mendapatkan pahala dari-Nya.

9. Membaca Doa Saat Dekat Bukit Safa

Anda bisa membaca Innash-shofaa wal marwata min sya’aa-irillah. Abda-u bimaa bada-allaahu bih. Lakukan hal tersebut ketika Anda hampir sampai ke Bukit Safa, tepat sebelum Anda memulai sa'i.

10. Dzikir dan Doa Ketika Perjalanan dari Bukit Safa ke Marwah

Doa keselamatan dunia dan akhirat agar dijauhkan dari api neraka bisa Anda lantunkan ketika berjalan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah. Anda juga dapat berdzikir di sepanjang perjalanan sa'i.

11. Berinteraksi dengan Sesama Muslim Secara Lemah Lembut

Agama Islam mengajarkan untuk bersikap lemah dan lembut kepada sesama muslim, bahkan mereka yang beragama lain. Lantaran konteks dalam artikel ini perihal sunnah haji, Anda perlu menerapkannya di tanah suci.

12. Berpuasa pada 9 Dzulhijjah untuk Haji Ifrad

Haji ifrad dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa ketika tanggal 9 Dzulhijjah. Adapun pahala yang bisa didapatkan dari aktivitas ibadah sunnah haji ini berupa penghapusan dosa, baik setahun lalu atau setahun berikutnya.

13. Bersedekah

Sedekah memang termasuk sebagai salah satu ibadah sunnah muakkad dalam agama Islam. Anda bisa menjalankan sedekah kepada orang lain di tanah suci, sehingga mendapatkan pahala yang lebih sempurna.

14. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Kebersihan adalah sebagian dari iman, begitu kata-kata yang kerap kita dengar dari orang tua ketika masih kecil. Dalam HR Muslim, mereka yang menjaga kebersihan akan dijauhkan dari halangan, hal yang menyakiti, dan dimasukkan ke surga.

Perbedaan Rukun, Wajib, dan Sunnah Haji

Berikut yang bukan merupakan sunnah haji adalah ibadah tawaf. Jemaah perlu mengetahui bahwa ibadah tawaf merupakan salah satu rukun haji, sehingga hukumnya harus dilakukan.

Lantas, apa perbedaan rukun, wajib, dan sunnah haji? Dilansir dari laman Kementerian Agama RI, jemaah akan tidak sah ibadah hajinya seandainya mereka meninggalkan rukun-rukun haji.

Berbeda dari rukun, wajib haji adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh setiap jemaah haji. Namun seorang jemaah bisa saja meninggalkan kewajiban itu, kemudian mengganti dengan dam seperti puasa atau menyembelih kambing.

Adapun amalan sunah haji merujuk pada berbagai hal yang tidak wajib dilakukan, namun mengandung pahala jika dilaksanakan. Jemaah akan tetap sah ibadah hajinya jika meninggalkan sunnah-sunnah tersebut.

Baca juga artikel terkait HAJI atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Edusains
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Yuda Prinada