Menuju konten utama

3 Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit: Keutamaan 10 Hari Terakhir

Kultum Ramadhan singkat 5 menit dapat membahas tentang 10 hari terakhir. Berikut teks kultum singkat 5 menit mengenai keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan.

3 Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit: Keutamaan 10 Hari Terakhir
Ilustrasi kultum Ramadan. Adapun kultum Ramadhan singkat 5 menit tentang keutamaan 10 hari terakhir Ramadan bisa menjadi referensi bagi para penceramah. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kultum Ramadhan singkat 5 menit tentang 10 hari terakhir Ramadan dapat membahas beberapa topik, misalnya Lailatulqadar dan iktikaf. Kultum ini bisa memotivasi umat Islam agar lebih meningkatkan ibadah dan meraih keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan.

10 hari terakhir Ramadan menjadi periode waktu yang penting karena salah satu harinya berpeluang besar adalah malam Lailatulqadar. Lailatulqadar merupakan malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan sehingga selalu diburu oleh umat Islam.

Kendati tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan Lailatulqadar akan datang, kaum muslim dianjurkan untuk menghidupkan 10 malam terakhir Ramadhan. Misalnya dengan cara iktikaf di masjid seperti yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kumpulan Ide Judul Kultum 5 Menit tentang 10 Hari Terakhir Ramadhan

Ilustrasi Kultum

Ilustrasi Kultum. FOTO/iStockphoto

Kultum Ramadhan singkat 5 menit mengenai 10 hari terakhir Ramadhan dapat disampaikan menjelang penghujung bulan puasa. Kultum bisa membahas materi yang lebih spesifik untuk menambah wawasan sekaligus memotivasi para pendengar agar lebih giat beribadah.

Berikut ide judul kultum Ramadhan singkat 5 menit tentang 10 hari terakhir.

  • Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan
  • Meraih Lailatulqadar dalam 10 Hari Terakhir Ramadan
  • Tanda-Tanda Lailatulqadar
  • Amalan Utama di 10 Hari Terakhir Ramadan
  • Meneladani Iktikaf Rasulullah di 10 Hari Terakhir Ramadan
  • Menjaga Keistiqamahan Hingga Akhir Ramadan
  • Tingkatkan Ibadah di Penghujung Ramadan
  • Keutamaan Sedekah di 10 Hari Terakhir
  • Menggapai Ampunan di Hari-Hari Terakhir Ramadan
  • Menyucikan Hati di 10 Hari Terakhir Ramadan
  • Ramadan akan Pergi, Apa yang Sudah Kita Raih?
  • Momentum Tobat dan Istigfar di 10 Hari Terakhir
  • Doa-Doa Mustajab di Penghujung Ramadan
  • Lailatulqadar: Hadiah Terbesar di Bulan Ramadan
  • Perpisahan dengan Ramadan: Harapan dan Evaluasi

Kumpulan Teks Kultum Singkat 5 Menit tentang 10 Hari Terakhir Ramadhan

Kultum Ramadhan singkat 5 menit menjadi salah satu sarana dakwah yang sering dilakukan pada bulan puasa. Umat Islam kerap menggelar kultum saat menjelang berbuka puasa, setelah salat berjemaah, atau di acara-acara yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

Berikut beberapa contoh teks kultum Ramadhan singkat 5 menit 10 hari terakhir Ramadhan.

1. Kultum 10 Hari Terakhir Ramadhan dan Keutamaan Lailatulqadar

Ilustrasi Malam Lailatulqadar
Ilustrasi Malam Lailatulqadar. foto/IStockphoto. foto/IStockphoto

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan, yaitu bulan ketika pahala dilipatgandakan dan dosa-dosa akan diampuni oleh Allah SWT.

Dalam Ramadan, terdapat satu fase yang sangat istimewa saat 10 hari terakhirnya. Di fase ini, Allah memberikan kesempatan besar bagi hamba-Nya untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, mendapatkan ampunan seluas-luasnya, serta meraih kemuliaan yang tidak ada bandingannya.

Begitu juga dengan malam Lailatulqadar. Malam tersebut lebih baik dari seribu bulan sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:

“Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan,” (QS Al-Qadr: 3).

Artinya, ibadah muslimin dan muslimat pada malam tersebut bernilai lebih baik dibandingkan dengan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan atau 83 tahun. Hanya dengan beribadah di satu malam, kita dapat menumpuk pahala yang setara atau bahkan lebih baik dari pahala seribu bulan.

Bukan hanya pahala, malam Lailatulqadar juga menjadi kesempatan bagi kita untuk menghapus segala dosa. Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatulqadar dengan beribadah dan berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT, ia memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan pengampunan dari Yang Maha Kuasa.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barang siapa salat pada malam Lailatulqadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau,” (HR Bukhari).

Lailatulqadar menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk menggandakan pahala sekaligus membersihkan dosa-dosa. Akan tetapi, malam Lailatulqadar ini bagaikan sebuah permata yang tersembunyi.

Setiap orang tidak bisa mengetahui waktu pasti datangnya malam Lailatulqadar, kecuali Allah SWT.

Kendati begitu, Rasulullah SAW telah memberikan petunjuk untuk mencari Lailatulqadar di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Khususnya pada malam-malam hari ganjil.

“Carilah malam Lailatulqadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadan,” (HR Bukhari).

Lalu, bagaimana cara kita mencarinya? Caranya adalah memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan, baikberupa salat malam, zikir, sedekah, atau berdoa. Bukan hanya itu, Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk melakukan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan di masjid.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Mari kita memanfaatkan waktu yang tersisa ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan emas untuk meraih pahala, ampunan, dan keberkahan di 10 hari terakhir Ramadan.

Mari kita ikuti sunah Rasulullah SAW dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, dan mencari Lailatulqadar dengan penuh kesungguhan. Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah di penghujung Ramadan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan Lailatulqadar dan dapat dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Kultum 10 Hari Terakhir Ramadhan: Amalan yang Dianjurkan

Ilustrasi Beribadah
Ilustrasi Beribadah. foto/istockphoto

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah.

Tidak terasa kita telah memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan. Hari-hari ini adalah waktu yang sangat istimewa lantaran Allah memberikan kesempatan besar bagi kita untuk meraih pahala berlimpah, mendapatkan ampunan, dan meraih malam Lailatulqadar.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa terkadang semangat ibadah hanya tampak di awal bulan Ramadan. Contoh kecilnya bisa kita lihat saat Tarawih yang menyebabkan masjid penuh pada awal bulan, tetapi lama-lama berkurang hingga hanya beberapa deret saja.

Padahal, umat Islam sepatutnya meningkatkan ibadah. Ada hadits 10 hari terakhir Ramadhan berikut.

“Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada 10 hari terakhir (bulan Ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut,” (HR Muslim).

Hadis tersebut mengisyaratkan agar kita tidak mengendurkan ibadah pada penghujung Ramadan. Jangan sampai yang awalnya rajin Tarawih, malah malas-malasan. Lalu, orang yang awalnya rajin mengaji perlahan lebih memilih menonton TV.

Allah sudah memberikan keistimewaan berupa malam Lailatulqadar yang bisa muncul kapan saja di 10 hari terakhir Ramadan. Jangan sampai kita melewatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini dan menghabiskan waktu-waktu terakhir Ramadan dengan hal yang tidak bermanfaat.

Lalu, amalan apa saja yang sebaiknya kita lakukan di 10 hari terakhir Ramadan? Pertama adalah salat malam.

Salat malam berarti jenis salat yang waktu untuk melaksanakannya dimulai setelah salat Isya hingga terbit fajar. Contohnya salat Tarawih, witir, atau salat hajat.

Kedua, memperbanyak sedekah. Sedekah bukan hanya ibadah ritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga ibadah sosial yang bermanfaat bagi sesama.

Kita bisa memberikan sedekah apa saja, baik itu uang, ilmu, tenaga, atau sekadar senyuman yang menyenangkan orang lain.

Ketiga, sering-seringlah membaca Al-Quran. Lailatulqadar adalah malam turunnya Al-Quran dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah atau langit dunia sebelum diturunkan ke bumi pada Nabi Muhammad SAW.

Oleh sebab itu, melakukan tilawah Al-Quran termasuk amalan yang sangat dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadan. Khususnya bagi mereka yang ingin berburu Lailatulqadar.

Keempat, perbanyak doa dan zikir. Berdoalah memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan. Jangan lepas dari berzikir dan memuji-muji Allah SWT karena Dia telah memberikan kita begitu banyak rahmat dan karunia.

Kelima, melakukan iktikaf seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Iktikaf berarti berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah dan meninggalkan urusan duniawi secara sementara.

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Marilah kita manfaatkan sisa-sisa Ramadan ini dengan ibadah dan amalan terbaik. Jangan sampai kita menyesal setelah Ramadan berlalu.

Semoga Allah memudahkan kita untuk beribadah dan mendapatkan keberkahan di malam-malam terakhir RamadanAamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Kultum 10 Hari Terakhir Ramadhan dan Anjuran Iktikaf

Ilustrasi Iktikaf di Masjid
Ilustrasi Iktikaf di Masjid. foto/IStockphoto. foto/IStockphoto

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah.

10 hari terakhir Ramadhan adalah periode waktu yang sangat istimewa bagi kita semua. Pada waktu inilah kita memiliki kesempatan untuk bertemu dengan malam Lailatulqadar.

Selain itu, salah satu ibadah yang dianjurkan selama bulan Ramadan adalah menjalankan iktikaf. Sebuah hadits 10 hari terakhir Ramadhan yang diriwayatkan Aisyah RA menyebutkan:

“ Nabi SAW melakukan iktikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan iktikaf setelah beliau wafat,” (HR Muslim).

Iktikaf adalah menetap atau berdiam diri dalam sesuatu. Iktikaf pun menjadi ibadah yang dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan melaksanakan amalan atau beribadah atas dasar keikhlasan dan mengharap rida Allah SWT.

Tujuan iktikaf tentunya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Iktikaf membuat seseorang ‘istirahat’ sementara waktu dari urusan duniawi, kemudian memfokuskan diri untuk beribadah.

Iktikaf dapat melatih kesabaran dan mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu. Ketika berada di masjid, kita meninggalkan urusan dunia dan lebih banyak merenungi kehidupan akhirat.

Ibadah sunah ini dapat menjadi momen yang sangat baik untuk muhasabah diri, memperbaiki kesalahan, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan.

Selain untuk meningkatkan kualitas spiritual, iktikaf juga memperbesar peluang kita untuk mendapatkan malam Lailatulqadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Hadirin sekalian.

Siapa saja bisa melakukan iktikaf, baik laki-laki maupun perempuan. Iktikaf lebih utama dilakukan di masjid yang biasa pasca pelaksanaan salat berjemaah.

Jika ada kendala, setiap muslimin dan muslimat juga bisa ibadah iktikaf di rumah masing-masing. Khususnya di tempat yang telah disediakan untuk salat seperti musala rumah.

Umat Islam bisa menjalankan iktikaf setiap waktu sehingga tidak ada patokan khusus mengenai durasinya. Dengan begitu, kita bisa iktikaf selama 1 jam, 2 jam, atau sehari semalam 24 jam.

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Iktikaf bukan ibadah yang sulit apabila kita memiliki niat yang sungguh-sungguh. Marilah kita manfaatkan 10 hari terakhir Ramadan ini dengan sebaik-baiknya.

Jika memungkinkan, lakukanlah iktikaf sebagai bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang kelak berkumpul di surga-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Demikian contoh kultum 10 hari terakhir Ramadhan untuk memotivasi banyak orang agar lebih giat beribadah. Semoga kultum Ramadhan singkat 5 menit ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pastikan juga untuk melihat berbagai referensi kultum Ramadhan secara lengkap di sini.

Kumpulan Kultum Ramadhan

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2026 atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yuda Prinada