tirto.id - Valentine identik dengan perayaan romantis bersama pasangan. Padahal, makna kasih sayang begitu luas, termasuk mencintai diri sendiri yang sudah berjuang dalam banyak hal. Di momen ini, tak ada salahnya untuk merayakan pencapaian dan merangkul diri sendiri dengan sebuah self reward.
Setiap hari kita sudah berjuang melewati banyak hal, entah itu pekerjaan, studi, tekanan sosial, bahkan menemui banyak kesulitan dan tantangan. Semuanya pasti terasa melelahkan, dan yang kita butuhkan bukan hanya istirahat secara fisik, tapi juga perhatian mendalam terhadap diri sendiri, salah satunya dalam bentuk self reward.
Self reward berarti tindakan memberi penghargaan atau apresiasi pada diri sendiri setelah meraih sebuah pencapaian, menyelesaikan tugas, atau melewati tantangan, baik besar maupun kecil.
Bentuknya bisa beragam, mulai dari membeli sesuatu yang disukai, menikmati makanan favorit, mengambil waktu istirahat, hingga melakukan aktivitas yang membuat bahagia.
Namun, sebagian orang mungkin masih enggan menormalisasi self reward. Bukan karena tidak butuh, tapi karena merasa self reward hanyalah tanda keegoisan dan ajang pemborosan yang pada akhirnya berujung pada rasa bersalah dan penyesalan.
Padahal, menahan diri dari self reward karena rasa bersalah ini justru bisa menurunkan motivasi dan kesejahteraan mental. Apalagi self reward tidak harus dengan sesuatu yang mahal.
Lebih jauh lagi, banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa self reward berdampak pada kesehatan mental. Dengan memberi penghargaan pada diri sendiri, kita mengakui kerja keras dan keberhasilan pribadi yang secara psikologis dapat meningkatkan kepuasan, mood, dan rasa percaya diri.
Self Reward di Hari Valentine: Boleh, Perlu, dan Sehat

Hari Valentine sering kali identik dengan pasangan, hadiah, dan perayaan romantis. Namun, makna cinta sejatinya tidak terbatas pada hubungan dengan orang lain, tapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan diri sendiri.
Self reward di Hari Valentine bukanlah tindakan egois, melainkan bentuk penghargaan atas perjalanan, usaha, dan luka yang sudah berhasil kita lewati. Memberi ruang untuk diri sendiri di hari yang penuh simbol kasih sayang justru bisa menjadi momen refleksi yang menguatkan dan menenangkan.
Self reward boleh dilakukan karena setiap orang berhak dihargai, termasuk oleh dirinya sendiri. Dalam keseharian, kita sering menuntut diri untuk produktif, kuat, dan terus maju tanpa jeda. Valentine bisa menjadi pengingat bahwa kita juga pantas mendapatkan perhatian, apresiasi, dan kelembutan.
Entah itu dengan membeli makanan favorit, menonton film yang disukai, menikmati spa di rumah, atau sekadar menulis jurnal rasa syukur. Semua itu adalah cara sederhana untuk berkata “aku bangga padamu” kepada diri sendiri.
Fakta Ilmiah: Self Reward Itu Menyehatkan!
Dari sisi psikologis, self reward memiliki dampak positif dan berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup. Sudah banyak studi ilmiah yang membuktikan bahwa self reward mampu meningkatkan kesehatan mental seseorang.Salah satunya adalah jurnal bertajuk The Influence of self reward on Employee Mental Health. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self reward bisa meningkatkan kesehatan mental, membuat seseorang merasa bahagia, lebih antusias, dan meningkatkan performa dalam hal pekerjaan.
Self reward di Hari Valentine juga bisa menjadi salah satu bentuk praktik self compassion, sebuah konsep yang dalam psikologi berarti memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan, terutama saat sedang merasa gagal atau tidak cukup.
Self compassion sangat penting dalam peningkatan kesehatan mental, khususnya penurunan stres dan kecemasan. Hal ini terbukti dalam jurnal bertajuk State Self-Compassion as a Protective Factor Against Anxiety and Depression Symptoms Across Adults.
Penelitian yang melibatkan 1.528 orang dewasa di Yunani ini menunjukkan bahwa self compassion berperan sebagai faktor protektif terhadap kesehatan mental. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat self compassion yang lebih tinggi terkait dengan gejala kecemasan dan depresi yang lebih rendah.
Temuan ini menekankan pentingnya mengembangkan self-compassion sebagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Dengan kata lain, memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan, penuh pengertian, dan perhatian mampu memperkuat fondasi mental.
Namun, tentu saja self reward yang sehat tetap perlu dilakukan secara sadar. Self reward bukan pelarian atau pembenaran untuk perilaku impulsif, melainkan bentuk apresiasi yang seimbang dan penuh kesadaran. Self reward yang baik membuat kita merasa utuh, bukan menyesal, serta merasa cukup, bukan kosong.
Jadi, di Hari Valentine ini, tidak apa-apa jika kamu memilih merayakannya sendirian. Tidak apa-apa jika kamu membeli bunga untuk diri sendiri. Tidak apa-apa jika kamu memilih beristirahat daripada mengejar validasi.
Karena pada akhirnya, hubungan terlama yang akan kamu jalani adalah hubungan dengan dirimu sendiri. Dan merawatnya dengan penuh kasih adalah bentuk cinta yang paling istimewa.
Ide Self Reward yang Tidak Harus Mahal

Self reward adalah bentuk apresiasi terhadap diri sendiri setelah berusaha, bekerja keras, atau berhasil melewati fase sulit. Namun, self reward tidak harus berupa barang mewah dengan harga yang fantastis.
Hadiah kecil yang sederhana pun bisa memberi efek besar bagi kesehatan mental jika diberikan dengan penuh kesadaran. Bahkan, barang-barang yang terjangkau sering kali justru lebih bermakna karena digunakan untuk merawat diri, menenangkan pikiran, dan meningkatkan suasana hati secara perlahan dan konsisten.
10 Hadiah untuk Diri Sendiri
Memberi hadiah untuk diri sendiri bisa menjadi bagian dari self care dan healing yang sehat. Tidak harus mahal, yang terpenting adalah manfaat emosional dan psikologis yang dirasakan. Mulai dari cokelat yang lezat hingga jurnal untuk refleksi, berikut beberapa ide self reward sederhana yang tetap berdampak positif bagi kesehatan mental:1. Cokelat
Valentine identik dengan cokelat. Di sisi lain, cokelat bisa jadi hadiah yang cocok untuk diberikan pada diri sendiri. Selain memiliki rasa yang enak, cokelat juga memiliki banyak manfat kesehatan, terutama dark chocolate.Mengutip dari Healthline, dark chocolate dikenal mengandung banyak nutrisi dan antioksidan yang menyehatkan. Dark chocolate bisa berdampak positif pada tekanan darah, fungsi otak, meningkatkan HDL (kolesterol baik), hingga mengurangi risiko penyakit jantung.
Tak hanya itu, penelitian juga membuktikan bahwa dark chocolate bisa menurunkan emosi negatif. Hal ini diungkap dalam studi ilmiah Consumption of 85% Cocoa Dark Chocolate Improves Mood in Association with Gut Microbial Changes in Healthy Adults: A Randomized Controlled Trial.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa dark chocolate memiliki efek prebiotik dan dapat memengaruhi suasana hati. Jadi, cokelat hitam tidak hanya menyenangkan, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan emosional.
Salah satu yang direkomendasikan adalah Chocolate Monggo dengan dark chocolate 100% dan tanpa gula maupun tambahan pemanis. Aman bagi pengidap diabetes dan cocok untuk diet keto, cokelat ini bisa dibeli dengan harga Rp80.000 - Rp90.000 (80 gram).
2. Skincare (Sheet Mask)
Melakukan perawatan diri dengan skincare bisa jadi ide self reward pilihan, misalnya dengan sheet mask. Merawat kulit wajah dengan sheet mask bukan hanya tentang kecantikan, tapi juga ritual relaksasi.Di akhir hari yang melelahkan, kita bisa mengambil jeda sejenak sekitar 15-20 menit untuk merasakan segarnya masker yang diperkaya bahan-bahan pelembap. Sambil pakai masker, kita bisa istirahat dengan memejamkan mata atau menonton drama favorit.
Ritual sederhana dengan sheet mask tak hanya membantu mempercantik tampilan wajah, tapi juga mampu menurunkan ketegangan mental. Sebagai rekomendasi, ada BIOAQUA Fruit Sheet Mask yang cocok dijadikan perawatan kulit harian.
Masker ini bisa untuk mengatasi berbagai keluhan, mulai dari melembapkan kulit kering, menyegarkan kulit yang lelah, hingga mencerahkan kulit kusam. Sheet mask ini dibanderol dengan harga terjangka, cuma Rp2.000 - Rp3.000 saja.
3. Buket Bunga
Ide self reward berikutnya adalah bunga. Tidak perlu menunggu diberi bunga oleh orang tercinta, kita bisa membeli bunga untuk diri sendiri, dan itu adalah hal yang normal!Membeli bunga untuk diri sendiri adalah simbol apresiasi dan self-love. Warna dan aroma bunga dapat memberikan efek psikologis yang menenangkan, meningkatkan suasana hati, dan mampu menciptakan perasaan bahagia.
Di hari Valentine, kita bisa membeli buket bunga dengan warna-warna favorit untuk kemudian dipajang di kamar maupun meja kerja. Buket bunga ini bisa jadi pengingat bahwa diri kita sendiri sangat layak untuk dicintai.
Cukup dengan harga sekitar Rp70.000 - Rp80.000, kita bisa membeli buket bunga yang cantik, mulai dari mawar hingga lily, lengkap dengan kartu ucapan yang bisa diisi dengan kata-kata penuh apresiasi untuk diri sendiri.
4. Parfum
Menghadiahkan parfum untuk diri sendiri dapat menjadi cara membangun identitas dan meningkatkan kepercayaan diri. Aroma dari parfum memiliki kaitan kuat dengan emosi dan memori.Wangi favorit yang digunakan sehari-hari bisa memberikan efek boosting mood dan rasa nyaman. Secara psikologis, aroma tertentu juga mampu membantu relaksasi dan mengurangi kecemasan ringan.
Salah satu yang direkomendasikan adalah Scarlett Whitening Extrait De Parfum menghadirkan sensasi wangi yang mewah dan menyegarkan. Terdiri dari berbagai varian aroma, parfum ini bisa dibeli dengan harga Rp60.000 - Rp70.000.
5. Buku The Let Them Theory
Buku pengembangan diri seperti The Let Them Theory karya Mel Robbins juga bisa jadi self reward yang bermanfaat. Secara garis besar, buku ini menawarkan cara untuk meningkatkan kesejahteraan emosional dengan melepaskan melepaskan kontrol terhadap hal-hal yang berada di luar kendali kita.Sang penulis menguraikan bagaimana konsep “let them” membantu pembaca berhenti menyerap drama, opini, dan perilaku orang lain yang tidak bisa diubah. Lalu, menambahkan elemen “let me” yang memungkinkan kita mengambil kembali energi, menentukan respons sendiri, dan membangun kehidupan yang lebih damai dan autentik.
Buku ini mengajak untuk memusatkan perhatian pada pertumbuhan diri daripada berusaha mengubah orang lain, sebuah mindset yang bertujuan mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan batin.
Membaca buku reflektif seperti ini membantu meningkatkan kesadaran diri, mengurangi overthinking, dan membangun pola pikir yang lebih sehat. Aktivitas membaca sendiri juga dapat menjadi bentuk healing yang tenang dan produktif. Buku ini dibanderol dengan harga Rp90.000 - Rp110.000.

Ilustrasi Healing dengan Baca Buku. foto/istockphoto
6. Teh Chamomile Menghadiahi diri sendiri dengan minuman yang menenangkan juga sangat direkomendasikan. Misalnya dengan teh chamomile yang terbukti memiliki efek relaksasi atau menenangkan.
Menyeduh teh chamomile di malam hari dapat menjadi ritual relaksasi sebelum tidur. Rutin meminum jenis teh ini bisa meningkatkan kualitas tidur, bahkan mengurangi gejala kecemasan.
Hal ini karena teh chamomile dapat membantu tubuh dan pikiran lebih rileks sehingga stres harian perlahan mereda. Rutinitas kecil seperti ini memberi rasa aman dan nyaman secara emosional. Teh chamomile bisa dibeli dengan harga sekitar Rp15.000 - Rp20.000 (20 gram).
7. Puzzle atau Board Game
Ingin menghabiskan Valentine dengan bersantai di rumah sambil melakukan aktivitas menyenangkan? Cobalah bermain jigsaw puzzle atau board game. Permainan seperti ini dapat membantu mengalihkan pikiran dari rasa stres sekaligus melatih fokus dan konsentrasi.Hal ini bahkan sudah terbukti secara ilmiah, salah satunya lewat studi berjudul Evaluation of Stress and Cognition Indicators in a Puzzle Game: Neuropsychological, Biochemical and Electrophysiological Approaches.
Penelitian ini menunjukkan bahwa permainan komputer bergaya puzzle memiliki dampak yang positif. Puzzle tidak hanya memperkuat sistem perseptual-kognitif, tapi juga menekan respons stres sehingga berpotensi digunakan sebagai pendekatan terapi kognitif yang bermanfaat untuk kesehatan mental.
Ada banyak produk puzzle yang bisa dibeli di pasaran, salah satunya puzzle 1.000 pieces yang dibanderol dengan harga Rp25.000 - 60.000
8. Aromaterapi (Reed Diffuser)
Aromaterapi dalam bentuk reed diffuser dapat membantu menciptakan suasana rileks di kamar atau di rumah. Aroma yang digunakan, terutama wangi yang disukai, mampu menurunkan ketegangan dan membantu tubuh masuk ke mode istirahat.Menggunakan diffuser saat bekerja atau sebelum tidur dapat membantu menjaga keseimbangan emosi. Ini adalah bentuk self care sederhana yang mendukung kesehatan mental sehari-hari. Di sisi lain, meletakkan reed diffuser di meja kerja atau rak juga menambah kesan estetik ruangan.
Sebagai rekomendasi, ada MAYSCENT Reed Diffuser yang menyediakan berbagai wangi aromaterapi, mulai dari Relaxing, Teh Keraton, hingga Ocean Dream. Harganya hanya Rp90.000 - Rp110.000 (100 ml).
9. Aksesoris Kecil (Gelang Simple)
Jika suka dengan perhiasan, menghadiahi diri sendiri dengan aksesoris sederhana seperti gelang bisa jadi simbol self-love yang berkesan. Setiap kali melihat atau memakainya, ada pengingat bahwa diri sendiri telah melewati proses tertentu, sekaligus pengingat bahwa diri kita berharga.Secara psikologis, simbol kecil seperti ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memperkuat self-worth. Hal sederhana seperti ini sering kali lebih berdampak daripada hadiah besar tanpa nilai emosional.
Salah satu aksesori yang direkomendasikan datang dari Lanme Jewelry yang menghadirkan berbagai gelang simpel nan cantik, serta dibanderol dengan harga sekitar Rp20.000 - Rp35.000 saja.
10. Gratitude Journal (Jurnal Bersyukur)
Menulis jurnal terbukti membantu meningkatkan kesehatan mental. Gratitude journal atau jurnal bersyukur dapat membantu melatih pikiran untuk fokus pada hal-hal positif dalam hidup. Menuliskan beberapa hal yang disyukuri setiap hari dapat meningkatkan kesejahteraan emosional secara bertahap.Kebiasaan ini terbukti membantu mengurangi stres, meningkatkan rasa puas terhadap hidup, serta membangun perspektif yang lebih optimis. Salah satu yang direkomendasikan adalah jurnal dari Paperie Lab.
Jurnal 100 lembar ini mendorong kita untuk bersyukur setiap hari dan melakukan refleksi mingguan, lengkap dengan halaman interaktif yang tak membuat kita bosan. Jurnal ini bisa didapatkan dengan harga Rp140.000 - Rp150.000.
5 Cara Merayakan Valentine sebagai Healing

Valentine dapat dimanfaatkan untuk merayakan diri sendiri dan melakukan healing. Memberi waktu untuk merawat diri dan menenangkan pikiran dapat membantu menjaga kesehatan mental, meningkatkan mood, dan memperkuat hubungan dengan diri sendiri. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:
1. Pergi ke Salon
Mengunjungi salon bukan sekadar merapikan penampilan, tapi juga menjadi waktu untuk memanjakan diri. Perawatan rambut, manicure, atau facial dapat memberi efek relaksasi karena ada perhatian penuh pada diri sendiri.Saat tubuh dan penampilan dirawat, hormon stres dapat berkurang, sementara rasa percaya diri dan mood meningkat. Cara yang satu ini bisa membantu membangun self-love dan menjadi pengingat bahwa merawat diri sendiri adalah bentuk kasih sayang yang paling penting.
2. Pijat Reflexology
Pijat reflexology atau refleksi akan fokus pada titik-titik tertentu di kaki, tangan, atau tubuh yang dipercaya terkait dengan organ dan sistem tubuh. Aktivitas ini tidak hanya memberi relaksasi fisik, tapi juga meredakan ketegangan mental.Sentuhan yang lembut dan tekanan terukur membantu menurunkan kadar stres, meningkatkan sirkulasi darah, serta memberi sensasi nyaman yang menenangkan pikiran. Pijat ini juga bisa menjadi cara healing yang efektif, terutama setelah hari-hari penuh tekanan yang melelahkan fisik dan mental.
3. Naik Gunung
Bagi yang menyukai aktivitas outdoor, naik gunung bisa menjadi pengalaman healing yang paling menenangkan. Alam terbuka, udara segar, dan pemandangan hijau yang indah memberi efek meditatif dan mengurangi pikiran negatif.Aktivitas fisik yang moderat juga meningkatkan produksi endorfin, hormon yang berperan dalam memperbaiki mood. Selain itu, perjalanan mendaki gunung mendorong fokus pada langkah demi langkah sehingga membantu mengalihkan perhatian dari stres harian.
4. Di Rumah Aja
Healing tidak selalu harus keluar rumah. Menghabiskan Valentine di rumah bisa sesederhana membuat ritual self care, seperti mandi air hangat, menonton film favorit, membaca buku, atau menyiapkan makanan kesukaan.Momen tenang di rumah memberi kesempatan untuk refleksi diri, menata pikiran, dan mengisi energi. Dengan membuat suasana nyaman dan menyenangkan, tubuh dan pikiran dapat rileks, membantu menurunkan stres, dan meningkatkan kesejahteraan emosional.
5. Konsultasi ke Psikolog
Memberi perhatian pada kesehatan mental bisa dilakukan dengan berkonsultasi ke psikolog, terutama jika merasa sangat stres atau emosi benar-benar tidak stabil. Sesi konseling membantu mengenali perasaan, menemukan cara mengatasi masalah, dan membangun strategi coping yang sehat.Konsultasi profesional adalah bentuk self rewardyang mendalam karena menekankan pentingnya kesehatan psikologis. Jadi, jangan ragu, takut, atau malu, karena berkonsultasi dengan psikolog adalah salah satu tindakan paling berani untuk lebih mencintai diri sendiri.
Valentine sebagai Ruang Pulang ke Diri Sendiri

Pada akhirnya, Valentine adalah kesempatan penting untuk pulang ke diri sendiri. Hari kasih sayang bukan hanya soal memberi cinta kepada orang lain, tapi juga tentang mengenali, merawat, dan mencintai diri sendiri.
Sebagai momen refleksi, Valentine bisa dijadikan waktu untuk menilai perjalanan hidup, mengenali pencapaian pribadi, dan menyadari kebutuhan emosional yang sering terabaikan. Menyisihkan waktu untuk introspeksi membantu menenangkan pikiran sekaligus membangun kedamaian batin.
Self reward pun menjadi salah satu cara konkret untuk pulang ke diri sendiri. Memberi hadiah atau apresiasi untuk pribadi, baik berupa waktu istirahat, perawatan tubuh, atau aktivitas menyenangkan, semuanya merupakan bentuk penghargaan atas usaha dan perjuangan yang telah dilakukan.
Dengan memberi perhatian dan kasih sayang pada diri sendiri, kita tidak hanya meningkatkan kesehatan mental pribadi, tapi juga memperkuat kapasitas kita untuk bisa mencintai dan merawat orang lain dengan lebih tulus.
Temukan informasi sejarah, ide perayaan, hingga rekomendasi hadiah yang menarik untuk Hari Valentine di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id








































