tirto.id - Rentang nilai kurikulum merdeka menjadi acuan utama dalam penilaian siswa setelah mereka mengikuti ujian akhir atau penilaian akhir. Nilai rapor mencakup elemen sumatif dan formatif yang dihitung secara sistematis. Dengan sistem ini, guru dapat memberikan deskripsi capaian belajar yang jelas untuk setiap peserta didik.
Peserta didik telah menuntaskan penilaian akhir. Mereka akan menerima raport yang memuat catatan nilai serta deskripsi hasil pembelajaran selama periode tertentu. Rentang nilai a b c d kurikulum merdeka digunakan untuk mengelompokkan capaian belajar secara objektif.
Guru dapat memanfaatkan aplikasi e-rapor untuk menyusun dokumen penilaian siswa. E-rapor Kurikulum Merdeka telah tersedia dan memudahkan pengolahan nilai serta laporan proyek P5. Sebagaimana dikutip dari Ditsmp Kemdikbud, raport menampilkan hasil intrakurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila secara rinci.
Cara Menghitung Raport Kurikulum Merdeka
Cara untuk menghitung raport Kurikulum Merdeka pertama-tama harus mengumpulkan nilai yang telah diperoleh siswa semasa pembelajaran. Nilai tersebut kemudian disesuaikan dengan rentang nilai Kurikulum Merdeka.
Berikut ini langkah untuk menghitung penilaian raport Kurikulum Merdeka.
- Sebut ada tabel hasil pembelajaran yang melampirkan nama serta nilai siswa;
- Dari sejumlah nilai sumatif yang ada, tambahkan menjadi satu;
- Setelah itu, bagi angka tersebut berdasarkan jumlah sumatif yang dijumlahkan tadi;
- Hasilnya menjabarkan Nilai Akhir Sumatif (S);
- Setelah itu, tambahkan angka tersebut dengan nilai tes PAS;
- Hasil angkanya dibagi 2;
- Nilai rapor semester Kurikulum Merdeka merupakan hasil dari pembagiannya.
Adapun dasar untuk menulis hal ini dapat dilakukan dengan memantau capaian pembelajaran (CP), poin/materi per sumatif, dan alur tujuan pembelajaran (ATP).
Salah satu contoh penerapannya bisa Anda lihat dari informasi capaian pembelajaran berikut.
“Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya, virus dan peranannya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem, dan interaksi antarkomponen, serta perubahan lingkungan.”
Deskripsi dilihat berdasarkan nilai yang diperoleh siswa. Seandainya nilainya bagus, dapat ditulis “Menunjukkan kemampuan menciptakan solusi terhadap beberapa kasus global dan nasional”.
Apabila nilai yang diperolehnya kurang baik, dapat dinarasikan “Perlu mendapatkan bimbingan lagi untuk menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi...”
Rentang Nilai Raport Kurikulum Merdeka
Penilaian dalam raport Kurikulum Merdeka dibagi menjadi dua jenis, kuantitatif dan kualitatif. Sistem ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh tentang capaian belajar siswa.
Perhitungan kuantitatif fokus pada pembelajaran intrakurikuler yang terjadi di kelas. Nilai menunjukkan pencapaian siswa dalam kegiatan akademik sehari-hari. Sekolah menetapkan kategori capaian, misalnya 0–60 kurang, 61–70 cukup, 71–80 baik, dan 81–100 sangat baik.
Rentang nilai kuantitatif atau sumatif biasanya ditulis dalam angka 1 hingga 100. Angka ini memudahkan guru dan orang tua memahami tingkat penguasaan materi siswa. Skema ini juga memberi fleksibilitas bagi sekolah untuk menyesuaikan penilaian.
Nilai kualitatif dikhususkan untuk P5, yang menilai pencapaian tujuan pembelajaran secara deskriptif. Guru menuliskan narasi singkat mengenai sejauh mana siswa mencapai kompetensi. Selain narasi, angka 1 diberikan untuk siswa yang tuntas dan 0 untuk yang belum tuntas.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Raport Siswa dapat klik tautan di bawah ini.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id

































