tirto.id - Sosiologi pendidikan secara umum menjelaskan wawasan tentang bagaimana pendidikan membentuk dinamika kehidupan sosial dalam masyarakat. Pendidikan sendiri merupakan hal yang diperlukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam pengembangan sosiologi ini, pendidikan berguna untuk memberi penilaian logika, etika, serta estetika yang terdapat pada diri manusia itu sendiri. Hal tersebut juga terjadi secara timbal balik.
Dengan demikian, sosiologi pendidikan menawarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat yang tercipta dari pengaruh pendidikan terhadap kehidupan sosial dan sebaliknya. Selengkapnya, berikut ini pembahasan mengenai apa itu sosiologi pendidikan, fungsi, tujuan, dan ciri-cirinya.
Pengertian Sosiologi Pendidikan
Dalam buku Sosiologi Pendidikan (1982), Abu Ahmadi menyebut bahwa sosiologi pendidikan adalah sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses belajar dan juga mempelajari antara orang yang satu dengan orang yang lain.
Hal tersebut karena manusia sebagai makhluk sosial dipengaruhi oleh pengalaman pendidikan yang telah atau sedang dijalani. Dengan kata lain, sosiologi pendidikan menyoroti hubungan antara individu dan lingkungan sosialnya dalam konteks pendidikan.
Adapun dijelaskan jurnal ilmiah bertajuk Sosiologi Pendidikan Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Sekolah (2023), sosiologi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Permasalahan sosial seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, dan konflik dapat berdampak pada hal ini.
Contoh sosiologi pendidikan dapat terlihat pada seorang anak dari keluarga kurang mampu yang hanya bisa bersekolah di sekolah dengan fasilitas terbatas di daerah pinggiran. Keterbatasan ekonomi membuatnya sulit mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik, bahkan berisiko tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Fungsi Sosiologi Pendidikan
Sebagaimana sebuah ilmu pengetahuan, sosiologi pendidikan dituntut melakukan tiga fungsi pokok. Berikut ini tiga fungsi pokok sosiologi pendidikan menurut buku Fungsi Sosiologi (2012).
1. Fungsi Eksplanasis
Sosiologi pendidikan berperan dalam menjelaskan dan memberikan pemahaman tentang fenomena sosial yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Misalnya, bagaimana faktor sosial, budaya, dan ekonomi memengaruhi akses serta kualitas pendidikan di masyarakat.2. Fungsi Prediksi
Fungsi ini memungkinkan sosiologi pendidikan untuk meramalkan berbagai kondisi dan permasalahan dalam dunia pendidikan yang mungkin muncul di masa depan. Contohnya seperti prediksi tentang dampak teknologi terhadap sistem pembelajaran atau bagaimana perubahan sosial memengaruhi kebijakan pendidikan.3. Fungsi Utilisasi
Sosiologi pendidikan membantu dalam menangani berbagai permasalahan sosial yang berkaitan dengan pendidikan. Semisal bagaimana sistem pendidikan dapat membantu mengatasi pengangguran, mengurangi konflik sosial, atau meningkatkan kesadaran lingkungan melalui kurikulum dan kebijakan pendidikan yang tepat.Tujuan Sosiologi Pendidikan
Secara umum, sosiologi pendidikan bertujuan untuk mengembangkan fungsi-fungsinya sebagai ilmu pengetahuan, yaitu pemahaman eksplanasi, prediksi, dan utilisasi. Hal ini dilakukan melalui kajian terhadap keterkaitan antara fenomena sosial dan pendidikan guna menemukan model pendidikan yang lebih fungsional bagi kehidupan masyarakat.
Secara lebih khusus, menurut Sosiologi Pendidikan (2000), karya Ary Gunawan, sosiologi pendidikan memiliki beberapa tujuan utama, yakni sebagai berikut.
1. Menganalisis Proses Sosialisasi Anak
Sosiologi pendidikan berperan dalam memahami bagaimana anak bersosialisasi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pengaruh lingkungan serta budaya terhadap perkembangan pribadi anak menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.2. Menganalisis Perkembangan dan Kemajuan Sosial
Pendidikan dianggap memiliki peran besar dalam kemajuan masyarakat. Dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, seseorang cenderung memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan dengan jabatan dan penghasilan yang lebih baik.Namun, sejauh mana pendidikan benar-benar menentukan kesuksesan seseorang dalam masyarakat masih menjadi bahan kajian lebih lanjut.
3. Menganalisis Status Pendidikan dalam Masyarakat
Lembaga pendidikan dalam suatu wilayah sering kali didirikan dengan mempertimbangkan kondisi daerah tersebut. Misalnya, perguruan tinggi umumnya berdiri di tingkat provinsi atau kabupaten dengan jumlah calon mahasiswa yang cukup banyak.4. Menganalisis Partisipasi Orang Berpendidikan dalam Kegiatan Sosial
Tingkat pendidikan sering kali menjadi tolok ukur kemajuan suatu masyarakat. Individu yang memiliki pendidikan lebih tinggi cenderung lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan memiliki peran yang lebih besar dalam pembangunan masyarakat.5. Menentukan Tujuan Pendidikan
Para ahli berpendapat bahwa tujuan pendidikan nasional harus disesuaikan dengan nilai-nilai dan filsafat hidup bangsa. Hal ini bertujuan agar sistem pendidikan dapat mencetak individu yang sesuai dengan kebutuhan dan cita-cita bangsa tersebut.6. Memberikan Pelatihan dalam Bidang Sosiologi bagi Pendidik
Sosiologi pendidikan juga bertujuan memberikan pemahaman kepada guru dan tenaga pendidik tentang aspek sosial dalam proses pendidikan. Dengan pelatihan yang efektif, para pendidik dapat lebih memahami dinamika sosial peserta didik serta memberikan kontribusi yang lebih baik dalam dunia pendidikan.Ciri-Ciri Sosiologi Pendidikan
Sebagaimana dikutip e-modul Sosiologi kelas X Kemendikbud (2019) menyebut setidaknya sosiologi memiliki empat ciri-ciri. Simak selengkapnya.
1. Empiris
Empiris adalah ciri utama sosiologi sebagai ilmu, sebab empiris bersumber dan diciptakan dari kenyataan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.2. Teoritis
Teoritis adalah peningkatan fase penciptaan yang menjadi salah satu bentuk budaya yang bisa disimpan dalam waktu lama dan dapat diwariskan kepada generasi muda.3. Kumulatif
Komultif adalah sebagai akibat dari penciptaan terus-menerus sebagai konsekuensi dari terjadinya perubahan di masyarakat, yang membuat teori-teori itu akan berkomulasi mengarah kepada teori yang lebih baik.4. Non-etis
Non-etis adalah karena teori ini menceritakan apa adanya tentang masyarakat beserta individu-individu di dalamnya, tidak menilai apakah hal ini baik atau buruk.Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Maria Ulfa
Penyelaras: Nisa Hayyu Rahmia & Nisa Hayyu Rahmia