Menuju konten utama

Apa itu Teori Positivisme dari Auguste Comte? Baca Penjelasannya

Teori positivisme Auguste Comte menjelaskan semua hal dalam kehidupan manusia terjadi secara ilmiah melalui penjelasan tertentu. Simak penjelasannya.

Apa itu Teori Positivisme dari Auguste Comte? Baca Penjelasannya
Teori positivisme Auguste Comte menjelaskan semua hal dalam kehidupan manusia terjadi secara ilmiah. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Teori positivisme Auguste Comte menjadi salah satu rujukan dalam ilmu sosiologi hingga antropologi. Kelahiran teori ini membawa ilmu pengetahuan tersusun menjadi lebih nyata.

Auguste Comte (1798-1857) adalah seorang filsuf asal Prancis yang sering kali disebut sebagai peletak dasar ilmu sosiologi. Ia juga turut memperkenalkan istilah “Sociology” yang pertama kali muncul pada tahun 1838 melalui bukunya "Cours de Philosophie Positive".

Comte menjelaskan pada perkembangan jiwa manusia, secara individual dan keseluruhan, memiliki suatu kemajuan. Kemajuan akan tercapai saat perkembangan datang pada situasi yang disebut positif.

Pengertian Teori Positivisme Menurut Auguste Comte

Dalam ilmu pengetahuan, teori positivisme merupakan bentuk pemikiran yang menekankan pada aspek faktual pengetahuan, khususnya pengetahuan ilmiah. Umumnya positivisme menjabarkan pernyataan faktual pada suatu landasan pencerapan (sensasi).

Dengan kata lain, positivisme adalah aliran pemikiran yang menyatakan bahwa ilmu-ilmu alam (empiris) sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak nilai kognitif dari studi filosofis atau metafisik.

Menurut Anthony Flew dalam A Dictionary of Philosophy (1984), jika dilihat dari asal perkembangannya, positivisme merupakan paham falsafah dalam alur tradisi Galilean yang muncul dan berkembang pada abad XVIII. Comte sendiri telah mencoba menggunakan paradigma Galilean untuk menjelaskan kehidupan manusia dalam masyarakat.

Menurut Comte, konsep dan metode ilmu alam dapat dipakai untuk menjelaskan kehidupan kolektif manusia. Selanjutnya dikatakan bahwa kehidupan manusia juga terjadi di bawah imperatif hukum sebab-akibat dengan segala kondisi dan faktor probabilitasnya.

Sebagaimana kejadian di alam semesta yang tunduk pada hukum yang bersifat universal, Comte menyatakan bahwa kehidupan manusia selalu dapat dijelaskan sebagai proses aktualisasi hukum sebab-akibat. Setiap kejadian atau perbuatan dalam kehidupan manusia yang kasuistik sekalipun, selalu dapat dijelaskan dari sisi sebab-akibat yang rasional dan alami karena bersifat ilmiah (scientific).

Menurutnya, setiap perbuatan tidak dapat dimaknakan dari substansi yang berupa niat dan tujuannya sendiri yang moral-altruistik dan metafisikal. Sebab, penyandaran yang demikian itu merupakan sesuatu yang dianggap tidak ilmiah (unscientific).

Apa Tiga Tahap Positivisme Auguste Comte?

Melalui buku itu pula, Comte mengenalkan tahap perkembangan intelektual atau pemikiran manusia. Konsepnya ini disebut Hukum Tiga Tahap yang menyatakan perkembangan pemikiran manusia, ilmu pengetahuan, dan masyarakat secara keseluruhan akan melewati tiga tahap

Urutan tahap positivisme meliputi:

1. Tahap Teologis

Tahap teologis yakni tingkat pemikiran manusia saat semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.

2. Tahap Metafisik

Tahap metafisik menurut Auguste Comte yaitu tahap manusia menganggap bahwa di dalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan.

3. Tahap Positif

Tahap positif yaitu tahap saat manusia mulai berpikir secara ilmiah. Tahap ini membawa manusia mengenal pemikiran Comte yang masyhur yaitu positivisme.

Kelebihan dan Kekurangan Positivisme

Sebagai sebuah pemikiran, positivisme memiliki kelebihan dan kekurangan. Mengutip Jurnal Cakrawala (2016), positivisme memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

1. Kelebihan Positivisme

Positivisme membawa berbagai kelebihan dalam ilmu pengetahuan dan pihak-pihak yang menerapkan. Kelebihan tersebut seperti:

  • Positivisme menghasilkan suatu pengetahuan yang manusia akan mampu menjelaskan realitas kehidupan tidak secara spekulatif, melainkan konkret, pasti, mutlak, teratur dan valid;
  • Dengan kemajuan dan dengan semangat optimisme, orang akan didorong untuk bertindak aktif dan kreatif, dalam artian tidak hanya terbatas menghimpun fakta, tetapi juga meramalkan masa depannya;
  • Positivisme turut mendorong lajunya kemajuan di sektor fisik dan teknologi;
  • Positivisme sangat menekankan aspek rasional-ilmiah, baik pada epistemologi ataupun keyakinan ontologi yang dipergunakan sebagai dasar pemikirannya

2. Kekurangan Positivisme

Positivisme juga memiliki berbagai kekurangan dalam penerapannya seperti berikut:

  • Analisis biologis yang ditransformasikan ke dalam analisis sosial dinilai sebagai akar terpuruknya nilai-nilai spiritual dan bahkan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini dikarenakan manusia tereduksi ke dalam pengertian fisik-biologis;
  • Manusia akan kehilangan makna, seni atau keindahan, sehingga manusia tidak dapat merasa bahagia dan kesenangan itu tidak ada;
  • Hanya berhenti pada sesuatu yang tampak dan empiris sehingga tidak dapat menemukan pengetahuan yang valid
Banyak materi tentang sosiologi yang dibahas oleh Tirto.id melalui tautan berikut:

Kumpulan artikel sosiologi

Baca juga artikel terkait TEORI SOSIOLOGI atau tulisan lainnya dari Ahmad Efendi

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Alexander Haryanto
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar