Menuju konten utama

Mengenal Struktur Biji pada Tumbuhan Beserta Fungsinya

Berikut ini adalah penjelasan soal struktur biji pada tumbuhan dan apa saja fungsinya.

Mengenal Struktur Biji pada Tumbuhan Beserta Fungsinya
Ilustrasi hasil panen struktur biji kopi arabika di Gunung Labu, Kayu Aro Barat, Kerinci, Jambi, Sabtu (30/5/2020). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/hp.

tirto.id - Struktur biji sangat krusial bagi kelangsungan hidup tumbuhan. Biji memungkinkan tumbuhan berkembang biak dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Dengan adanya lapisan pelindung, biji bisa menjaga isi di dalamnya tetap aman dari kekeringan.

Fungsi biji pada tumbuhan tidak hanya sebagai alat reproduksi, tapi juga sebagai penyimpan cadangan makanan. Cadangan ini sangat penting agar embrio bisa tumbuh dan berkembang menjadi tanaman baru. Proses ini dimulai sejak pembuahan, di mana embrio terbentuk di dalam biji.

Bagian biji terdiri dari beberapa elemen penting, seperti endosperm yang menyimpan makanan cadangan bagi embrio. Kulit biji yang keras melindungi bagian dalam dari kerusakan fisik dan pengeringan. Semua komponen ini bekerja bersama demi keberhasilan tumbuhan baru tumbuh.

Fungsi Biji

Jenis biji ada dua yaitu biji dengan endosperm (biji beralbumin) dan biji tanpa endosperm (biji eksalbumin) Contoh biji dengan endosperm adalah biji jagung. Lalu, biji tanpa endosperm misalnya yaitu biji bunga matahari.

Bagi tumbuhan, biji merupakan alat vital. Fungsi biji di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Cadangan Makanan bagi Tumbuhan

Cadangan makanan pada tumbuhan berfungsi sebagai sumber energi ketika kondisi lingkungan tidak mendukung, seperti saat kurang cahaya atau air. Energi ini penting untuk menjaga proses hidup dasar seperti respirasi dan pembelahan sel. Selain itu, cadangan tersebut juga membantu saat tumbuhan belum bisa melakukan fotosintesis secara mandiri.

Saat biji berkecambah, cadangan makanan memberi nutrisi bagi embrio hingga tumbuhan muda tumbuh daun. Tumbuhan juga memakai cadangan ini untuk membentuk bunga, buah, dan biji. Dengan begitu, cadangan makanan berperan penting dalam kelangsungan hidup dan siklus reproduksi tumbuhan.

2. Alat Perkembangbiakan

Biji merupakan organ penting dalam sistem reproduksi tumbuhan berbiji. Di dalamnya terdapat embrio yang membawa sifat genetik dari induk, lengkap dengan cadangan makanan untuk menunjang pertumbuhan awal. Kulit biji juga berfungsi sebagai pelindung dari kondisi lingkungan yang merugikan.

Selain itu, biji memungkinkan tumbuhan menyebar ke area baru lewat bantuan angin, air, atau hewan. Dalam keadaan tidak mendukung, biji dapat bertahan dalam kondisi dorman hingga situasi membaik. Ketika lingkungan sesuai, biji akan berkecambah dan memulai siklus hidup tanaman baru.

3. Pembentuk Tumbuhan Baru

Biji merupakan sumber utama kelahiran tumbuhan baru karena mengandung embrio yang sudah siap tumbuh menjadi tanaman. Di dalam biji terdapat cadangan makanan penting yang menopang embrio selama masa awal pertumbuhan hingga mampu melakukan fotosintesis sendiri.

Selain itu, biji dilengkapi lapisan pelindung yang menjaga embrio dari kerusakan dan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

Saat kondisi sekitar mendukung, biji akan aktif berkecambah melalui proses yang melibatkan penyerapan air dan pemecahan kulit biji.

Tahapan ini menandai awal pertumbuhan akar dan tunas yang kemudian berkembang menjadi tanaman mandiri.

Sebagian jenis biji juga dijadikan sumber makanan untuk manusia. Biji-bijian tersebut turut diyakini memiliki manfaat untuk kesehatan. Contohnya biji bunga matahari, kacang, biji jagung dan sebagainya.

Struktur Biji Tumbuhan

Sebuah biji memiliki banyak bagian di dalamnya. Pada modul Biologi Kelas XII (2020) menyebutkan struktur biji tumbuhan yang terdiri dari:

  • Testa: selubung biji kuat yang berasal dari dinding bakal biji. Fungsinya menjadi kulit biji.
  • Plumula: bagian yang menjadi bakal daun
  • Radikula: bagian yang akan menjadi bakal akar
  • Epikotil: bagian sumbu dari embrio yang berada di atas kotiledon
  • Hipokotil: bagian sumbu embrio yang berada di bawah kotiledon
  • Endosperma: cadangan makanan ada yang terdapat pada, yaitu jaringan yang mengelilingi embrio, atau terdapat di dalam kotiledon
  • Kotiledon atau daun lembaga: bakal daun yang terbentuk di embrio. Bagian ini menjadi tempat cadangan makanan sekaligus organ fotosintesis pertama yang dimiliki tumbuhan yang baru berkecambah. Pada tumbuhan monokotil, kotiledon termodifikasi menjadi skutelum dan koleoptil
  • Skutelum: bermanfaat sebagai alat penyerap makanan yang ada di dalam endosperma
  • Koleoptil: berguna sebagai pelindung plumula
  • Koleoriza: berfungsi melindungi radikula. Pada tanaman dikotil tidak terjadi modifikasi ini

Ciri-Ciri Biji

Biji merupakan bagian penting dalam siklus hidup tumbuhan yang berperan sebagai media reproduksi. Selain melindungi calon tanaman baru, biji juga menyimpan cadangan makanan untuk mendukung pertumbuhan awal. Memahami ciri-ciri biji membantu kita mengenali berbagai jenis tumbuhan dengan lebih mudah.

Berdasarkan jumlah keping bijinya, ciri-ciri dibagi menjadi dua kelompok utama:

1. Monokotil (Berkeping Satu)

  • Biji berkeping satu.
  • Akar serabut.
  • Batang tidak bercabang atau bercabang sedikit.
  • Pembuluh angkut tersebar dalam batang.
  • Daun dengan tulang daun sejajar.

2. Dikotil (Berkeping Dua)

  • Biji berkeping dua.
  • Akar tunggang.
  • Batang bercabang.
  • Pembuluh angkut tersusun melingkar.
  • Daun dengan tulang daun menjari atau menyirip.
Ciri-ciri biji juga dikelompokkan berdasarkan letak bijinya:

1. Gymnospermae (Biji Terbuka)

  • Biji tidak terbungkus daging buah.
  • Alat reproduksi berupa strobilus.
  • Daun berbentuk jarum atau sisik.

2. Angiospermae (Biji Tertutup)

  • Biji terbungkus dalam bakal buah.
  • Memiliki bunga sejati dengan kelopak dan mahkota.
  • Proses pembuahan ganda.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi lainnya seputar Materi Ajar dapat mengunjungi tautan di bawah ini.

Kumpulan Artikel tentang Materi Ajar

Baca juga artikel terkait TUMBUHAN atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Maria Ulfa
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono