Menuju konten utama

24 Kutipan Ayat Alquran yang Indah dan Buat Hati Tentram

Temukan kumpulan kutipan ayat Al-Qur’an yang indah dan buat hati tentram. Lengkap Arab, latin, arti, dan makna mendalam. Penyejuk jiwa dan penguat iman.

24 Kutipan Ayat Alquran yang Indah dan Buat Hati Tentram
Ilustrasi Alquran. Getty Images/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Umat Islam memiliki Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Kitab suci umat Islam ini menjadi sumber nilai-nilai kebenaran dan kedamaian yang menjadi petunjuk hidup bagi setiap Muslim.

Dilansir dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat JIbril.

Al-Quran terdiri dari 114 surah atau lebih dari 6.200 ayat yang berisi pedoman hidup seluruh umat manusia, termasuk di dalamnya terdapat banyak kutipan ayat Al-Qur'an yang indah.

Tak sedikit dari kita yang menjalani kehidupan dengan rasa gundah, kecewa, atau kehilangan arah. Di saat seperti itu, kutipan ayat Al-Qur'an yang indah dapat menenangkan hati dan menjadi pelita di tengah gelapnya masalah.

Dengan membaca, merenungi, dan mengamalkan kutipan ayat Al-Qur'an yang indah beserta artinya, kita dapat menemukan kembali makna kehidupan dan mendapatkan kekuatan untuk bangkit.

Membaca Al Quran

Wanita muslim berdoa usai membaca al-Quran. FOTO/iStockphoto

Kutipan Ayat Alquran yang Indah dan Buat Hati Tentram

Al-Qur'an bukan sekadar kitab suci, melainkan juga sebagai sumber inspirasi yang di dalamnya terdapat banyak kutipan ayat Al-Qur'an yang indah beserta artinya.

Membaca ayat Al-Qur'an paling indah tidak hanya menenangkan jiwa, tetapi juga menjawab keraguan, kegundahan, dan segala keresahan hidup.

Berikut ini merupakan kutipan ayat Al-Quran yang indah dan membuat hati tentram, lengkap dengan arti dan maknanya:

1. QS. Ar-Rahman: 13

Ayat Al-Quran paling indah ini terdapat pada surah Ar-Rahman ayat ke-13. Ayat ini diulang berkali-kali dalam surat Ar-Rahman sebagai bentuk penegasan sekaligus ajakan untuk merenung.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Fabi ayyi aalaaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan

Artinya: "Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan." (QS. Ar-Rahman: 13).

Allah telah memberikan begitu banyak nikmat—dari udara, kesehatan, keluarga, iman, hingga pengampunan. Namun sering kali manusia lalai dan lupa bersyukur. Kutipan ayat Al-qur'an yang indah beserta artinya ini menggugah hati kita untuk menghitung kembali nikmat yang selama ini kita anggap biasa. Jika direnungi, hati akan dipenuhi rasa syukur dan kedamaian.

2. QS. Al-Buruj: 11

Kutipan ayat Al-Quran yang indah berikutnya terdapat dalam surah Al-Buruj ayat ke-11. Janji Allah terhadap orang-orang yang istiqamah dalam iman dan amal kebaikan begitu menenangkan. Surga yang digambarkan dengan keindahan dan ketenangan adalah tempat istirahat abadi bagi jiwa-jiwa yang taat.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ

Inna alladziina aamanuu wa ‘amiluush shoolihaati lahum jannaatun tajrii min tahtihaal-anhaaru dzaalikal fawzul kabiir

Artinya: "Sungguh, mereka yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan surga yang mengalir sungai di bawahnya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. Al-Buruj: 11).

Ayat ini memberi motivasi kuat untuk terus memperbaiki diri. Ketika dunia terasa berat, ingatlah bahwa perjuangan akan dibalas dengan ganjaran surga. Ini adalah kemenangan sejati yang membuat hati tetap kuat dalam ujian.

3. QS. Ar-Ra’d: 11

Ayat Al-Quran paling indah pada surat Ar-Ra'd yaitu pada ayat ke-11. Ayat ini adalah fondasi bagi optimisme dan perubahan. Takdir bukan hanya ditunggu, tetapi diperjuangkan.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

Inna Allaaha laa yughayyiru maa biqawmin hattaa yughayyiruu maa bi’anfusihim

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka." (QS. Ar-Ra'd: 11).

Allah mengajarkan bahwa perubahan dimulai dari dalam hati, dari niat dan tekad pribadi. Saat kita memperbaiki diri, Allah akan membukakan jalan. Hati yang memahami ayat ini akan penuh semangat dan percaya bahwa setiap usaha tidak sia-sia.

4. QS. An-Naml: 88

Kutipan ayat Al-Quran yang indah ini menunjukkan keajaiban ciptaan Allah yang tak kasat mata. Gunung yang tampak kokoh ternyata bergerak, memberi isyarat bahwa alam pun tunduk dan dinamis sesuai kehendak-Nya.

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ

Wa taral jibaala tahsabuhaa jaamidatan wa hiya tamurru marras sahaab

Artinya: "Engkau akan melihat gunung-gunung yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan seperti jalannya awan." (QS. An-Naml: 88)

Ini membuat kita merenung bahwa tak ada yang tetap selain Allah. Hati akan tergetar ketika menyadari betapa kecilnya kita di tengah kekuasaan alam semesta. Maka, berserah dan bersujud adalah jalan terbaik untuk mencapai ketenangan.

5. QS. At-Taubah: 40

Ayat Al-Quran paling indah ini adalah kalimat penghiburan langsung dari Allah saat Nabi Muhammad SAW dalam pelarian bersama Abu Bakar. Tercantum pada surah At-Taubah ayat ke-40.

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

Laa tahzan innallaaha ma’anaa

Artinya: "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (QS. At-Taubah: 40)

Kalimat ini bukan sekadar retorika, tapi keyakinan yang mengakar dalam hati seorang mukmin. Dalam kesendirian, kesedihan, dan ketakutan, Allah hadir untuk memberi kekuatan. Ayat ini mengajarkan bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Bersama Allah, semua akan baik-baik saja.

6. QS. Al-Baqarah: 286

Tak ada ujian yang terlalu berat jika datang dari Allah. Dia Maha Tahu kemampuan setiap hamba-Nya. Ayat Al-Quran paling indah ini ada pada surah Al-Baqarah yaitu:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa

Artinya: "Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah: 286).

Maka jika sedang diuji, itu tandanya Allah tahu kamu sanggup melaluinya. Ayat ini memupuk ketenangan di tengah beban hidup yang berat. Percayalah, setiap cobaan sudah disesuaikan, dan pertolongan-Nya takkan terlambat.

7. QS. Ali Imran: 139

Kutipan ayat Al-Qur'an yang indah ini turun saat kaum Muslim mengalami kekalahan. Namun Allah mengingatkan bahwa keimanan adalah kekuatan sejati.

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Wa laa tahinu wa laa tahzanu wa antumul a’launa in kuntum mu’miniin

Artinya: "Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin." (QS. Ali Imran: 139).

Dalam iman, tak ada kekalahan yang hakiki karena semua adalah ujian. Derajat orang beriman selalu tinggi di sisi Allah, apapun statusnya di dunia. Hati pun merasa tenang karena tahu bahwa nilai diri tak ditentukan manusia, tapi oleh Tuhan.

8. QS. Al-‘Alaq: 14

Kutipan ayat Al-Quran paling indah berikutnya ada pada surah Al-'Alaq ayat ke-11. Ayat ini mengingatkan bahwa tak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pandangan Allah.

أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ

A-lam ya’lam bi-anna Allaaha yaraa

Artinya: "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?" (QS. Al-'Alaq: 14).

Bahkan dalam kesunyian, Allah tahu isi hati dan niat kita. Ini bisa jadi penenang atau peringatan, tergantung posisi kita. Bagi yang lelah namun tetap ikhlas, ini adalah bukti bahwa Allah melihat dan akan membalas. Ayat ini menumbuhkan rasa tenang karena keadilan Allah takkan pernah tertunda.

9. QS. Asy-Syu’ara: 80

Penyembuh sejati adalah Allah, bukan sekadar obat atau dokter. Kutipan ayat Al-Qur'an yang indah ini mengajarkan tawakal dan pengharapan hanya kepada Allah dalam kondisi sakit.

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiin

Artinya: "Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku." (QS. Asy-Syu'ara: 80).

Sekalipun berobat adalah ikhtiar, kesembuhan tetap datang dari-Nya. Dalam sakit, hati cenderung lemah, tapi dengan ayat ini, kita ingat bahwa Allah sangat dekat. Dia menyembuhkan bukan hanya fisik, tapi juga hati yang sedang rapuh.

10. QS. Fusshilat: 34

Menghadapi keburukan dengan kebaikan adalah prinsip luhur dalam Islam. Tak mudah, namun kutipan ayat Al-Qur'an yang indah ini mengajarkan bahwa memaafkan dan membalas dengan lembut dapat meredam permusuhan.

اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

Idfa‘ billatî hiya aḫsanu fa idzalladzî bainaka wa bainahû ‘adâwatung ka'annahû waliyyun ḫamîm

Artinya: " Tolaklah (kejahatan) dengan perilaku yang lebih baik sehingga orang yang ada permusuhan denganmu serta-merta menjadi seperti teman yang sangat setia." (QS. Fusshilat: 34).

Kebaikan yang konsisten bisa meluluhkan bahkan musuh yang paling keras hati. Hati kita pun menjadi lebih tentram karena tak menyimpan dendam. Inilah kebijaksanaan dari ayat Al-Qur’an yang sangat mendalam.

11. QS. Al-Hujurat: 13

Kutipan ayat Al-Quran yang indah ini menegaskan bahwa perbedaan ras, suku, dan bangsa bukan alasan untuk berpecah belah, tetapi justru sebagai sarana untuk saling mengenal dan memahami.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

Yaa ayyuhannaasu innaa khalaqnaakum min dzakarin wa untsaa wa ja’alnaakum syu’uuban wa qabaaa’ila lita’aarafuu

Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal." (QS. Al-Hujurat: 13).

Al-Qur'an mengajarkan nilai kesetaraan dan persaudaraan lintas budaya dan etnis. Islam menolak diskriminasi berdasarkan warna kulit, status sosial, maupun garis keturunan. Yang membedakan manusia di hadapan Allah hanyalah ketakwaannya. Pesan ini menguatkan hati agar kita menghargai keberagaman sebagai rahmat.

12. QS. Al-Hadid: 20

Kutipan ayat Al-Qur'an paling indah ini menjadi pengingat kuat agar kita tidak terlena oleh gemerlap dunia. Dunia hanyalah tempat persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tempat kembali yang abadi.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Wa mal hayaatud dunyaa illaa mataa’ul ghuruur

Artinya: "Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Al-Hadid: 20).

Banyak orang tertipu oleh kenikmatan dunia, mengejar harta, tahta, dan kesenangan sesaat tanpa memikirkan dampaknya untuk akhirat. Dalam ayat ini, Allah menegaskan pentingnya hidup sederhana dan menjaga orientasi akhirat. Ketenteraman sejati tidak terletak pada dunia, tetapi pada keimanan yang kokoh.

13. QS. Al-‘Ankabut: 2

Allah menegaskan bahwa setiap pernyataan iman akan diuji. Ujian adalah cara Allah memurnikan iman dan menilai sejauh mana keteguhan keyakinan seseorang. Banyak orang menyerah di tengah jalan karena mengira iman cukup dengan ucapan tanpa tindakan dan kesabaran.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Ahasiban naasu ayyutrakuuu an yaquuluu aamannaa wa hum laa yuftanuun

Artinya: "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji?" (QS. Al-'Ankabut: 2).

Kutipan ayat Al-Quran yang indah ini membangkitkan kesadaran bahwa cobaan adalah bagian dari proses spiritual yang harus dijalani. Hati yang kuat dan tentram adalah milik mereka yang sabar dalam ujian.

14. QS. Al-An’am: 32

Kehidupan dunia sering membuat manusia terjebak dalam kesenangan semu. Allah memperingatkan bahwa kesenangan dunia ini hanya permainan belaka, sedangkan kehidupan akhirat adalah tujuan utama.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Wa mal hayaatud dunyaa illaa la’ibun walahwun wa laddaarul aakhiratu khairul lilladziina yattaquun afalaa ta’qiluun

Artinya: "Kehidupan dunia hanyalah permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?" (QS. Al-An'am: 32).

Ayat ini mengajak manusia berpikir lebih dalam, merenung tentang prioritas hidup. Hati yang terikat dunia akan resah, tetapi hati yang mengarah ke akhirat akan tentram. Inilah panggilan untuk hidup bertakwa dengan kesadaran akhirat sebagai orientasi utama.

15. QS. Thaaha: 39

Kutipan ayat Al-Quran yang indah ini merupakan bagian dari kisah Nabi Musa yang menunjukkan kasih sayang Allah yang begitu besar.

وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِي

Wa alqaitu ‘alaika mahabbatan minni wa litusna’a ‘alaa ‘ainii

Artinya: "Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang dari-Ku dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku." (QS. Thaaha: 39).

Bahkan dalam kondisi penuh ancaman, Allah menjaga Musa secara langsung. Ayat ini membawa ketenangan bahwa kita tidak pernah sendiri dalam hidup ini. Allah senantiasa menjaga, mencintai, dan mengarahkan kita walau dalam situasi tersulit sekalipun. Jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka segala urusannya akan Allah pelihara dengan sempurna.

16. QS. At-Taubah: 105

Kutipan ayat Al-Quran yang indah ini memotivasi kita untuk terus berkarya dan beramal dengan niat ikhlas. Semua yang kita kerjakan tak pernah luput dari pengawasan Allah, Rasul-Nya, dan sesama manusia.

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ

Wa quli‘malû fa sayarallâhu ‘amalakum wa rasûluhû wal-mu'minûn, wa saturaddûna ilâ ‘âlimil-ghaibi wasy-syahâdati fa yunabbi'ukum bimâ kuntum ta‘malûn

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”'" (QS. At-Taubah: 105).

Maka jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Kerja keras yang diniatkan untuk kebaikan akan mendapatkan nilai di sisi Allah. Hati menjadi lebih tenang saat tahu bahwa usaha kita tak pernah sia-sia.

17. QS. At-Thaha: 131

Kutipan ayat Al-Quran yang indah inii mendorong kita untuk tidak membandingkan nikmat orang lain dengan diri sendiri. Rasa iri hanya akan melemahkan hati dan membuat kita lupa pada karunia yang kita miliki.

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ە لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

Wa lâ tamuddanna ‘ainaika ilâ mâ matta‘nâ bihî azwâjam min-hum zahratal-ḫayâtid-dun-yâ linaftinahum fîh, wa rizqu rabbika khairuw wa abqâ

Artinya: "Janganlah sekali-kali engkau tujukan pandangan matamu pada kenikmatan yang telah Kami anugerahkan kepada beberapa golongan dari mereka (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal." (QS. At-Thaha: 131).

Allah memberi rezeki berbeda kepada setiap hamba untuk menguji kesabaran dan rasa syukur. Ayat ini mengajarkan untuk fokus pada potensi diri dan bersyukur atas apa yang telah Allah tetapkan. Dengan begitu, hati pun akan lebih tentram.

18. QS. Al-Baqarah: 153

Sabar itu berat, tapi justru karena itulah Allah menempatkan sabar sebagai syarat kedekatan dengan-Nya. Dalam setiap detik menahan emosi, dalam setiap luka yang diterima dengan ikhlas, ada nilai pahala yang besar.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Yâ ayyuhalladzîna âmanusta‘înû bish-shabri wash-shalâh, innallâha ma‘ash-shâbirîn

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153).

Ayat Al Quran paling indah ini membuat hati kuat bertahan saat dihantam ujian. Saat kamu sabar, kamu tidak sendiri—Allah bersamamu.

19. QS. At-Taubah: 51

Kutipan ayat Al-Qur'an yang indah ini terdapat pada surah At-Taubah ayat ke-11. Ayat Al Quran paling indah ini membawa ketenangan luar biasa dalam menghadapi segala takdir. Apa pun yang terjadi, sejatinya telah tertulis dengan hikmah oleh Allah. Tidak ada yang kebetulan atau sia-sia.

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَا هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ

Qul lay yushîbanâ illâ mâ kataballâhu lanâ, huwa maulânâ wa ‘alallâhi falyatawakkalil-mu'minûn

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal." (QS. At-Taubah: 51).

Ini mengajarkan pasrah yang bukan menyerah, tapi percaya pada rencana terbaik Allah. Hati yang memahami ini akan kuat, bahkan dalam duka paling dalam.

Membaca Al Quran

Ilustrasi membaca Al Quran. FOTO/iStockphoto

20. QS. Yusuf: 87

Kutipan ayat Al-Quran yang indah ini melarang putus asa dari rahmat Allah, karena sejatinya kasih sayang Allah tak terbatas. Bahkan saat dosa menumpuk, Allah tetap membuka pintu ampunan.

إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Innahuu laa yay’asu mir rawhillahi illal qawmul kaafiriin

Artinya: "Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir." (QS. Yusuf: 88).

Putus asa adalah ciri hati yang telah mati dari harapan. Ayat ini menyalakan kembali semangat bagi mereka yang merasa jatuh terlalu dalam. Rahmat Allah lebih luas dari langit dan bumi, maka bangkitlah dan kembali kepada-Nya.

21. QS. Al-Baqarah: 286

Kutipan ayat Al-Quran yang indah ini cocok untuk kamu yang merasa memiliki beban hidup paling berat. Allah tahu manusia adalah makhluk yang lemah, penuh kekhilafan.

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa aw akhta’naa

Artinya: "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya." (QS. Al-Baqarah: 286).

Ayat Al Quran paling indah ini adalah doa untuk keringanan beban hidup dengan berdoa kepada Allah SWT dan memohon petunjuk-Nya.

22. QS. Al-Baqarah: 195

Berbuat baik tidak hanya untuk mendapatkan balasan dari manusia, tapi untuk mendapat cinta dari Allah. Ayat Al Quran paling indah ini memberikan harapan bahwa setiap kebaikan, sekecil apapun, memiliki nilai di sisi Allah.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Inna Allaaha yuhibbul muhsiniin

Artinya: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah: 195).

Kebaikan yang terus ditanam akan tumbuh menjadi ketentraman hati. Meskipun tak dihargai oleh manusia, Allah selalu mencatat dan membalasnya. Inilah semangat untuk tetap berbuat baik di tengah dunia yang keras.

23. QS. At-Thalaq: 3

Kutipan ayat Al-Quran yang indah ini adalah pengingat bahwa manusia memiliki batas, sedangkan Allah tidak. Ketika segala cara telah ditempuh dan hasil belum datang, serahkan sepenuhnya pada Allah.

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Wa man yatawakkal ‘ala Allaahi fahuwa hasbuh

Artinya: "Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya." (QS. At-Thalaq: 3).

Tawakal bukan pasrah, tapi percaya penuh pada keputusan terbaik dari Sang Pengatur. Allah akan cukupkan setiap kebutuhan, lahir maupun batin. Hati menjadi tenang karena tahu ada Zat Yang Maha Kuasa yang menjaga segala urusan.

24. QS. Al-Insyirah: 6

Allah tidak pernah memberi kesulitan tanpa menyertakan jalan keluar. Ayat Al-Qur'an paling indah ini menanamkan optimisme bahwa badai pasti berlalu.

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Inna ma‘al ‘usri yusraa

Artinya: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 6).

Kesusahan adalah bagian dari proses tumbuh dan belajar. Dalam luka dan air mata, tersembunyi hikmah yang tak terlihat saat ini, tapi akan terasa indah nantinya. Kutipan ayat Al-Quran yang indah ini selalu berhasil menguatkan hati yang sedang rapuh.

Itulah 24 kutipan ayat Al-Qur'an yang indah dan buat hati tentram. Semoga setiap ayat mampu menguatkan jiwa, menenangkan hati, dan membimbing langkah kita menuju kehidupan yang lebih baik. Ingatlah, dalam setiap masalah, ada solusi di dalam firman Allah. Bacalah, renungkanlah, dan hiduplah bersama Al-Qur'an.

Baca juga artikel terkait AYAT-AYAT AL QURAN atau tulisan lainnya dari Robiatul Kamelia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Robiatul Kamelia
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Yulaika Ramadhani