Menuju konten utama

Ayat Al-Qur'an untuk Mengobati Hati yang Tersakiti dan Kesulitan

Ayat Al-Qur'an tentang hati yang tersakiti menjadi sumber penguat hati. Artikel ini menjelaskan daftar ayat Al-Qur'an tentang kesedihan hati.

Ayat Al-Qur'an untuk Mengobati Hati yang Tersakiti dan Kesulitan
Umat muslim berdoa seusai membaca Alquran saat bulan Ramadan di Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/5/2018). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kehidupan manusia akan senantiasa diliputi oleh berbagai perasaan. Beragam perasaan ini disebabkan oleh berbagai faktor yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Tak mungkin manusia hanya merasakan bahagia sepanjang hidupnya. Tak mungkin juga manusia hanya merasakan sedih sepanjang hidupnya.

Satu per satu perasaan akan silih berganti dirasakan oleh manusia. Mulai dari perasaan senang, bahagia, sedih, hingga kecewa. Semuanya ini menjadi bagian dari pengalaman manusia.

Perasaan kecewa sendiri disebabkan oleh berbagai sebab, entah ucapan menyakitkan atau kenyataan yang tak sesuai harapan. Rasa sedih wajar dialami oleh setiap manusia.

Namun, luka hati perlu disembuhkan secara perlahan supaya tak menjadi beban berkepanjangan. Seorang manusia perlu meluangkan ruang dalam hatinya untuk sembuh. Bagi seorang muslim, salah satu cara yang bisa ditempuh ialah mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an.

Kehadiran Al-Qur’an bagi seorang muslim tidak hanya sebagai petunjuk hidup, tetapi juga penenang hati. Berbagai ayat dalam Al-Qur’an dapat menjadi obat hati yang bisa menenangkan jiwa, menyembuhkan hati yang sakit, memotivasi diri, dan membimbing diri melewati masa-masa sulit.

Artikel ini menyajikan 15 ayat Al-Qur'an tentang hati yang tersakiti dan kesedihan hati yang dapat menenangkan dan menguatkan kembali. Apa saja ayat Al-Qur'an tentang kesedihan hati, ayat menenangkan hati yang sedih? Simak selengkapnya.

Ayat Al-Qur'an untuk Mengobati Hati yang Tersakiti

IBADAH BULAN RAMADAN

Umat muslim membaca Alquran saat bulan Ramadan di Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/5/2018). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Ayat Al-Qur'an tentang hati yang sakit dapat mengobati perasaan gundah yang disebabkan berbagai perasaan kecewa dan sakit. Kandungan ayat Al-Qur'an tentang hati manusia memberi banyak gambaran terkait perasaan yang dialami manusia, termasuk perasaan kecewa dan sedih.

Apa saja ayat Al-Qur’an tentang sakit hati? Ini daftar 15 ayat Al-Qur'an tentang hati yang tersakiti.

1. QS. Ar-Ra’d Ayat 28

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ۝٢٨

Alladzîna âmanû wa tathma'innu qulûbuhum bidzikrillâh, alâ bidzikrillâhi tathma'innul-qulûb

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

Kandungan ayat di atas begitu menenteramkan hati setiap muslim. Allah Swt. menjelaskan melalui ayat tersebut bahwa kunci untuk menenteramkan hati ialah dengan mengingat Allah Swt.

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang mendapat tuntunan-Nya adalah orang yang beriman dan hatinya menjadi tenteram karena mengingat Allah Swt. Hati setiap muslim akan merasa tenteram dan tenang ketika mengingat Allah Swt.

Ini menjadi solusi yang diberikan oleh Allah Swt. supaya terus mengingat Allah Swt. sehingga hati menjadi tenteram. Isilah hari-hari dengan mengingat Allah Swt. dan merasa bahagia dengan kebaikan yang dilakukannya.

2. QS. Al-Insyirah Ayat 5-6

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ۝٥

Fa inna ma‘al-‘usri yusrâ

“Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ۝٦

Inna ma‘al-‘usri yusrâ

“Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”

Kandungan QS. Al-Insyirah: 5-6 sangatlah relevan sebagai ayat Al-Qur'an tentang hati yang tersakiti. Ketika hati merasa tersakiti, pasti seseorang merasa kesulitan. Mereka berada dalam keadaan sulit yang begitu menyesakkan.

Nah, ayat di atas menegaskan bahwa kesulitan yang dialami akan beriringan dengan kemudahan. Ayat ini menjadi obat bagi hati yang sedang merasa kesulitan. Allah Swt. seolah menghibur hamba-Nya melalui ayat ini bahwa kesulitan akan hadir bersama dengan kemudahan.

3. QS. Al-Baqarah Ayat 286

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَࣖ ۝٢٨٦

Lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus‘ahâ, lahâ mâ kasabat wa ‘alaihâ maktasabat, rabbanâ lâ tu'âkhidznâ in nasînâ au akhtha'nâ, rabbanâ wa lâ taḫmil ‘alainâ ishrang kamâ ḫamaltahû ‘alalladzîna ming qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bih, wa‘fu ‘annâ, waghfir lanâ, war-ḫamnâ, anta maulânâ fanshurnâ ‘alal-qaumil-kâfirîn

“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”

Ayat Al-Qur’an di atas sangatlah relevan sebagai dalil tentang sakit hati. Perasaan sakit hati menjadi beban hati yang sangat berat. Tak heran pengalaman ini seperti ujian bagi seorang muslim.

Kandungan ayat tersebut menegaskan bahwa Allah Swt. tidak akan membebani seseorang kecuali menurut kesanggupannya. Ini menjadi penghiburan dari Allah Swt. kepada hamba-Nya untuk menerima ujian dan meyakini bahwa ujian tersebut diberikan sesuai kesanggupannya.

4. QS. At-Taubah Ayat 51

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ ۝٥١

Qul lay yushîbanâ illâ mâ kataballâhu lanâ, huwa maulânâ wa ‘alallâhi falyatawakkalil-mu'minûn

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.”

Kandungan ayat di atas menjelaskan bahwa setiap hal yang dialami manusia sudah ditetapkan oleh Allah Swt. Ayat ini mengajarkan untuk berserah diri terhadap ketetapan Allah Swt.

Selain itu, kandungan ayat di atas juga mengajak manusia untuk meyakini rencana Allah Swt. Pesan dalam ayat ini menjadi obat bagi hati yang tersakiti.

5. QS. Yusuf Ayat 86

قَالَ اِنَّمَآ اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ۝٨٦

Qâla innamâ asykû batstsî wa ḫuznî ilallâhi wa a‘lamu minallâhi mâ lâ ta‘lamûn

“Dia (Ya‘qub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”

Ayat di atas menjadi salah satu ayat Al-Qur'an tentang hati yang tersakiti. Dalam ayat tersebut, Nabi Ya’qub berkata bahwa hanya kepada Allah Swt. ia mengadukan kesusahan dan kesedihan.

Kandungan ayat ini menjelaskan bahwa sejatinya setiap kesulitan dan kesedihan hanya diadukan kepada Allah Swt. Situasi sulit dan berat perlu dihadapi dengan mengadukan segalanya kepada Allah Swt. dan hal ini menjadi obat dari sakit hati.

6. QS. Al-Hadid Ayat 23

لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَآ اٰتٰىكُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۙ ۝٢٣

Likai lâ ta'sau ‘alâ mâ fâtakum wa lâ tafraḫû bimâ âtâkum, wallâhu lâ yuḫibbu kulla mukhtâlin fakhûr

“(Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Allah Swt. menghibur hamba-Nya melalui ayat ini. Penjelasan ayat ini menjadi pengingat bahwa kehilangan menjadi bagian dari hidup yang harus diterima dengan lapang hati.

Kandungan ayat di atas menegaskan supaya seseorang tidak bersedih terhadap sesuatu yang luput darinya dan tidak pula terlalu gembira terhadap pemberian Allah Swt. Ayat ini ditutup dengan penegasan bahwa Allah Swt. tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.

7. QS. Al-Ankabut Ayat 2

Membaca Al Quran
Membaca Al Quran. FOTO/iStockphoto

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ ۝٢

A ḫasiban-nâsu ay yutrakû ay yaqûlû âmannâ wa hum lâ yuftanûn

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji?”

Kandungan ayat di atas memberi penjelasan bahwa ujian merupakan bagian dari ketetapan Allah Swt. untuk orang yang beriman. Ujian termasuk rasa sakit hati menjadi bagian dari bukti keimanan.

Usai menegaskan diri sebagai orang beriman, Allah Swt. akan menguji setiap hamba-Nya dengan berbagai hal. Ayat ini hadir menjadi sebuah penjelasan terkait ujian yang dihadapi setiap orang.

8. QS. Al-Mu’min Ayat 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Wa qāla rabbukumud'ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna 'an 'ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn

“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".

Ayat di atas menjadi hiburan penting untuk hati yang gundah gulana dilanda rasa sedih. Allah Swt. meminta hamba-Nya untuk berdoa dan niscaya akan Allah Swt. kabulkan doa hamba-Nya.

Kandungan ayat ini menjadi hiburan yang sangat berarti bagi hati yang tersakiti. Perasaan berat, sakit, dan perih akan perlahan memudar dengan senantiasa memohon dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

9. QS. Al-Isra Ayat 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ۝٨٢

Wa nunazzilu minal-qur'âni mâ huwa syifâ'uw wa raḫmatul lil-mu'minîna wa lâ yazîdudh-dhâlimîna illâ khasârâ

“Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.”

Kandungan QS. Al-Isra ayat 82 menjelaskan bahwa Al-Qur’an menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman. Kehadiran Al-Qur’an dapat mengobati hati yang tersakiti.

Al-Qur’an tidak hanya sebagai petunjuk, tetapi juga obat penyembuh, termasuk bagi hati yang sakit. Ini menegaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dapat menenangkan hati siapa pun yang gundah disebabkan rasa sakit dan kecewa.

10. QS. Ali Imran Ayat 139

وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ۝١٣٩

Wa lâ tahinû wa lâ taḫzanû wa antumul-a‘launa ing kuntum mu'minîn

“Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin.”

Ayat ini sangat jelas sebagai penghibur bagi hati yang sakit dan kecewa. Allah Swt. menghibur hati hamba-Nya dengan menyatakan untuk jangan bersedih hati.

Derajat orang mukmin paling tinggi. Setiap mukmin tak perlu merasa lemah dan bersedih hati. Ayat ini memberi semangat untuk bangkit dari kesedihan.

11. QS. Az-Zumar Ayat 53

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًاۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ۝٥٣

Qul yâ ‘ibâdiyalladzîna asrafû ‘alâ anfusihim lâ taqnathû mir raḫmatillâh, innallâha yaghfirudz-dzunûba jamî‘â, innahû huwal-ghafûrur-raḫîm

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat di atas memotivasi setiap diri untuk tetap berharap kepada Allah Swt. Jangan sampai berputus asa dari rahmat Allah Swt.

Ini memberi pengharapan yang tinggi kepada hamba yang sedang menghadapi kesulitan. Ayat tersebut perlu diperhatikan untuk meyakinkan diri sanggup melalui setiap ujian dan percaya pada rahmat Allah Swt.

12. QS. Taha Ayat 46

قَالَ لَا تَخَافَآ اِنَّنِيْ مَعَكُمَآ اَسْمَعُ وَاَرٰى ۝٤٦

Qâla lâ takhâfâ innanî ma‘akumâ asma‘u wa arâ

“Dia (Allah) berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir! Sesungguhnya Aku bersama kamu berdua. Aku mendengar dan melihat.”

Ayat di atas menegaskan bahwa Allah Swt. tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Bahkan ayat ini juga memberi penghiburan bagi hati yang gundah.

Dijelaskan dalam ayat ini untuk tidak perlu merasa khawatir. Sesungguhnya Allah Swt. bersama hamba-Nya.

13. QS. Al-Kahfi Ayat 10

اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا ۝١٠

Idz awal-fityatu ilal-kahfi fa qâlû rabbanâ âtinâ mil ladungka raḫmataw wa hayyi' lanâ min amrinâ rasyadâ

“(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.”

Ayat di atas menceritakan kisah pemuda kahfi. Kandungan ayat tersebut menjelaskan bahwa para pemuda memohon perlindungan dan petunjuk kepada Allah Swt.

Doa ini juga dapat diterapkan dalam menghadapi kesulitan. Ayat ini menjadi penghiburan sekaligus solusi untuk selalu mengharap dan mendekat kepada Allah Swt. saat diuji dengan situasi sulit.

14. QS. Al-Insyirah Ayat 1-2

لَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ ۝١

A lam nasyraḫ laka shadrak

“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad),”

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ ۝٢

Wa wadla‘nâ ‘angka wizrak

“Meringankan beban (tugas-tugas kenabian) darimu”

Ayat di atas merupakan wujud penghiburan kepada Nabi Muhammad saw. Kandungan ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Swt. memahami beban hati manusia.

Tak berhenti di situ, Allah Swt. juga meringankan beban hati manusia. Perasaan berat dan sulit seolah terangkat ketika seseorang mendekatkan diri kepada Allah Swt.

15. QS. Al-Furqan Ayat 70

اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ۝٧٠

Illâ man tâba wa âmana wa ‘amila ‘amalan shâliḫan fa ulâ'ika yubaddilullâhu sayyi'âtihim ḫasanât, wa kânallâhu ghafûrar raḫîmâ

“Kecuali, orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh. Maka, Allah mengganti kejahatan mereka (dengan) kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah akan mengganti kejahatan dengan kebaikan bagi orang yang bertobat, beriman, dan beramal salih. Penjelasan ayat ini menunjukkan betapa kebaikan Allah Swt. sangatlah luas.

Hati yang sedang dilanda kesulitan akan merasakan kemudahan dan keringanan ketika mendekatkan diri kepada Allah Swt. Jangan justru menjauh dari Allah Swt. ketika menghadapi masa sulit dan hati yang sakit.

Membaca dan merenungi ayat-ayat Al-Qur’an tentang hati yang tersakiti dapat menjadi obat dan penenang diri. Ayat Al-Qur’an tentang hati yang tersakiti tidak sekadar dalil tentang sakit hati, tetapi juga pelipur lara dan sumber kekuatan dari Tuhan yang Maha Mengetahui isi hati manusia.

Baca juga artikel terkait AYAT-AYAT AL QURAN atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Yulaika Ramadhani