Menuju konten utama
Pendidikan Agama Islam

Dalil-Ayat Al-Quran tentang Fitnah, Lebih Bahaya dari Pembunuhan

Berikut dalil dan ayat-ayat Alqur'an yang menjelaskan tentang fitnah, bahayanya melebihi dari pembunuhan.

Dalil-Ayat Al-Quran tentang Fitnah, Lebih Bahaya dari Pembunuhan
Ilustrasi membicarakan orang lain di belakang. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Fitnah dalam agama Islam merupakan hal atau perbuatan yang dampaknya lebih membahayakan dari pembunuhan.

Karenanya, sebagai seorang Muslim wajib menjauhi perkara yang berhubungan dengan fitnah, karena Al-Qur'an jelas melarangnya.

Ayat tentang fitnah dan bahaya fitnah dalam Islam salah satunya jelas disebutkan di Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 191.

Dalil Tentang Fitnah Lebih Kejam dari Membunuh

Berikut adalah bunyi surat Al baqarah ayat 191 dan artinya, Allah SWT berfirman:

وَاقۡتُلُوۡهُمۡ حَيۡثُ ثَقِفۡتُمُوۡهُمۡ وَاَخۡرِجُوۡهُمۡ مِّنۡ حَيۡثُ اَخۡرَجُوۡكُمۡ‌ وَالۡفِتۡنَةُ اَشَدُّ مِنَ الۡقَتۡلِۚ وَلَا تُقٰتِلُوۡهُمۡ عِنۡدَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوۡكُمۡ فِيۡهِ‌ۚ فَاِنۡ قٰتَلُوۡكُمۡ فَاقۡتُلُوۡهُمۡؕ كَذٰلِكَ جَزَآءُ الۡكٰفِرِيۡنَ‏

Waqtuluuhum haisu saqif tumuuhum wa akhrijuuhum min haisu akhrajuukum; walfitnatu ashaddu minal qatl; wa laa tuqootiluuhum 'indal Majidil Haraami hattaa yaqootiluukum fiihi fa in qootaluukum faqtuluuhum; kazaalika jazaaa'ul kaafiriin

Artinya: "Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir. (QS. Al-Baqarah: 191)

Dalam ayat ini, dijabarkan kenapa fitnah lebih kejam dari pembunuhan, yakni dengan penjelasan orang-orang musyrik yang melakukan tindakan dengan menghalangi orang yang akan masuk Islam, mereka mempertahankan kemusyrikan, mengisolasi sesama warga kota hanya karena meyakini tidak ada tuhan selain Allah.

Perbuatan fitnahnya itu juga meliputi mengintimidasi orang yang berbeda keyakinan, dan itu lebih kejam daripada pembunuhan.

Oleh sebab itu, agar fitnah tidak berkepanjangan dari para orang musyrik, maka orang-orang mukmin diperintahkan pula mengusir kaum musyrik dari Mekkah.

Ayat lainnya yang menjelaskan tentang fitnah terdapat dalam surat Al Hujurat ayat 12. Firman Allah SWT:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اجۡتَنِبُوۡا كَثِيۡرًا مِّنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعۡضَ الظَّنِّ اِثۡمٌ‌ۖ وَّلَا تَجَسَّسُوۡا وَلَا يَغۡتَبْ بَّعۡضُكُمۡ بَعۡضًا‌ ؕ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمۡ اَنۡ يَّاۡكُلَ لَحۡمَ اَخِيۡهِ مَيۡتًا فَكَرِهۡتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيۡمٌ

Yaaa ayyuhal laziina aamanuj tanibuu kasiiram minaz zanni inna ba'daz zanniismunw wa laa tajassasuu wa la yaghtab ba'dukum ba'daa; a yuhibbu ahadukum any yaakula lahma akhiihi maitan fakarih tumuuh; wattaqul laa; innal laaha tawwaabur Rahiim

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat: 12).

Selain itu, beberapa hadis yang membahas tentang fitnah, di antaranya seperti sabda Rasulullah SAW:

“Akan terjadi fitnah, orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari, barangsiapa yang mencari fitnah maka dia akan terkena pahitnya dan barangsiapa yang menjumpai tempat berlindung maka hendaknya dia berlindung.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud juga disebutkan:

“Orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya.” (HR. Abu Dawud).

Lalu Rasulullah juga menyebutkan tentang adanya fitnah Dajjal, di mana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Tidak ada ujian di muka bumi sejak Allah ciptakan Adam, yang lebih besar melebihi fitnah Dajjal. Dan sungguh, setiap Allah mengutus seorang nabi, pasti dia akan mengingatkan umatnya dari bahaya Dajjal.” (HR. Ibnu Majah).

Apa Bahaya Fitnah dalam Islam?

Begitu dahsyatnya sebuah fitnah, yang istilahnya sampai lebih kejam dari pembunuhan. Hal ini dapat berarti, jika pembunuhan terhadap seseorang hanya dirasakan sekali dan saat itu juga, namun ketika seseorang difitnah, maka ia bisa merasakan kematian yang berulang kali.

Fitnah adalah suatu kebohongan besar yang sangat merugikan, dan fitnah termasuk salah satu dosa besar yang tidak diampuni Allah SWT, kecuali orang tersebut melakukan taubat nasuha.

Dikutip laman NU Online, yang termasuk termasuk di antaranya adalah menyebar berita dusta atau bohong, mengada-ada sesuatu yang tak ada, yang dampaknya akan merugikan orang lain juga.

Fitnah kehidupan lainnya yakni apa pun yang terjadi terhadap seseorang, mulai dari urusan pekerjaan, kesehatan, komunitas, bisnis, dan lainnya. Jika semuanya itu sampai menggoncangkan imannya, itu juga termasuk fitnah.

Karenanya, Islam sangat melarang umatnya menjauhi fitnah sebab hukum fitnah dalam Islam adalah haram.

Baca juga artikel terkait FITNAH atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Pendidikan
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Dhita Koesno