Menuju konten utama

Bagaimana Dalil Larangan Bunuh Biri dalam Islam?

Mati bunuh diri dalam Islam dianggap dosa dan diharamkan. Simak penjelasan hukum bunuh diri dalam Islam di bawah ini.

Bagaimana Dalil Larangan Bunuh Biri dalam Islam?
Ilustrasi bunuh diri dalam Islam. foto/istockphtoo

tirto.id - Kasus bunuh diri (bundir) di Indonesia kian marak terjadi. Data Pusat Informasi Kriminal Nasional Kepolisian (Pusiknas Polri) menunjukkan, terjadi lonjakan angka peristiwa nahas tersebut saban tahun, sejak 2021 hingga 2023.

Pada 2021, terdapat 629 kasus bunuh diri di Indonesia. Angka tersebut meningkat tajam menjadi 826 kasus. Jumlah nyawa melayang akibat bunuh diri kembali melonjak pada 2023, per Oktober, hingga menyentuh angka 971.

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Di antaranya termasuk depresi, perundungan, dan keputusasaan. Lantas, bagaimana hukumnya bunuh diri dalam Islam? Apakah bunuh diri dosa dalam Islam?

Bundir dalam Islam merupakan tindakan yang dilarang. Hukumnya bunuh diri adalah haram, bahkan meskipun hanya berpikiran untuk melakukannya. Penjelasan lengkapnya dapat disimak di bawah ini.

Dalil Larangan Bunuh Diri dalam Islam

Penjelasan hukumnya bunuh diri dalam Islam dijelaskan dalam beberapa dalil Al-Qur'an dan hadis. Berikut redaksi dalil mati bunuh diri dalam Islam, yang termuat dalam surat An-Nisa ayat 29-30.

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil [tidak benar], kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Siapa yang berbuat demikian dengan cara melanggar aturan dan berbuat zalim kelak Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah," (QS. An-Nisa [4]: 29-30).

Lantas, seberapa besar dosa dalam Islam? Para ulama fikih menetapkan, dosa bunuh diri lebih besar daripada mematikan orang lain. Pelaku bunuh diri termasuk golongan fasik, orang yang melakukan perbuatan durhaka, melanggar janji, dan menyimpan dari hidayah, rahmat, dan ampunan Allah Swt.

Orang mati bunuh diri dalam Islam akan diganjar dengan neraka yang kekal. Dosa bunuh diri dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim berikut.

"Barangsiapa yang bunuh diri dengan besi, maka besi yang tergenggam di tangannya akan selalu ia arahkan untuk menikam perutnya dalam neraka Jahanam secara terus-menerus dan ia kekal di dalamnya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara meminum racun maka ia akan selalu menghirupnya di neraka jahannam dan ia kekal di dalamnya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara terjun dari atas gunung, maka ia akan selalu terjun ke neraka jahanam dan dia kekal di dalamnya," (HR. Muslim).

Dalam banyak riwayat hadis diceritakan, Rasulullah saw. berkenan mendoakan orang yang memusuhinya, menghormati jenazah orang yahudi, serta menyalati jenazah orang munafik sebelum turun larangan dalam Al-Qur'an.

Akan tetapi, Rasulullah saw. menolak tegas menyalati orang yang bunuh diri sekalipun muslim. Dosa bunuh diri dalam Islam terkait itu dijelaskan dalam hadis dari Jabir bin Samurah berikut.

“Pernah didatangkan kepada beliau shalallahu ‘alaihi wasallam jenazah seorang laki-laki yang bunuh diri dengan anak panah. Tetapi jenazah tersebut tidak dishalatkan oleh beliau,” (HR. Imam Muslim).

Dalil dosa bunuh diri dalam Islam juga dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Hurairah. Berikut redaksinya.

"Barangsiapa menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung sehingga membunuh dirinya, maka di dalam neraka Jahannam dia [juga] menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung. Dia akan tinggal di dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Barangsiapa meminum racun sehingga membunuh dirinya, maka racunnya akan berada di tangannya. Dia akan meminumnya di dalam neraka Jahannam. Dia tinggal di dalam neraka Jahannam selama-selamanya. Barangsiapa membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan berada di tangannya. Di dalam neraka Jahannam ia akan menikam perutnya. Dia akan tinggal di dalam neraka Jahannam selama-lamanya.” (HR. Bukhari, no. 5778; Muslim, no. 109; dari Abu Hurairah; lafazh bagi Bukhâri)

Cara Mencegah Keinginan Bunuh Diri

Terdapat banyak cara untuk menghindari dan mencegah keinginan bunuh diri. Beberapa cara tersebut dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan orang lain. Dirangkum dari Suicide Prevention (2022) terbitan Centers for Disease Control and Prevention, berikut cara mencegah keinginan bunuh diri.

1. Melibatkan diri dalam jaringan sosial

Hubungan sosial akan mendukung seseorang, memberinya pemahaman tentang makna hidup. Di sisi lain, orang-orang akan mendeteksi dan menanggapi perilaku perubahan yang negatif dari Anda. Dengan melibatkan diri dalam hubungan sosial, Anda bisa berbagi keluh-kesah dan masalah.

2. Memiliki tujuan jangka panjang

Tujuan jangka panjang merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh seseorang di masa depan. Tujuan jangka panjang dapat menjauhkan seseorang dari pemikiran untuk mengakhiri hidup melalui bunuh diri.

3. Belajar tentang risiko dan kegagalan

Risiko dan kegagalan merupakan sesuatu yang lumrah terjadi pada manusia. Bahkan seorang ilmuwan harus melakukan percobaan hingga 1000 kali untuk mencapai sesuatu. Oleh sebab itu, belajar menerima dan pantang menyerang harus dimiliki setiap orang.

4. Menjauhkan pemikiran bunuh diri

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam berbagai hal. Namun dalam pikiran mereka harus tertanam bahwa bunuh diri bukanlah jalan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Anda diperbolehkan untuk istirahat, menyerah, hingga menangis sekalipun. Namun, bunuh diri bukanlah solusi menyelesaikan masalah.

5. Hidup tidak hanya tentang kita

Dalam hidup, seseorang tidak akan pernah sendirian. Dengan memikirkan perasaan orang lain terdekat, kita dapat terhindarkan dari upaya bunuh diri.

6. Jangan sungkan bercerita

Tidak semua orang sanggup menahan banyak pikiran dalam kepalanya. Jangan sungkan untuk bercerita, orang-orang terdekat Anda akan bersedia mendengarkannya. Bahkan beberapa orang terdekat mungkin dapat memberikan solusi dan bantuan untuk permasalahan Anda.

7. Memelihara hewan

Memelihara hewan akan mengajarkan kita tentang pentingnya nyawa. Hewan peliharan dapat makan hingga tetap hidup, tergantung bagaimana Anda merawatnya.

8. Pergi ke panti asuhan, panti sosial, dan lembaga sosial lain

Makna hidup di panti asuhan, panti sosial, dan lembaga sosial lain, sangat kental untuk Anda rasakan. Anda akan melihat orang-orang yang tegar dalam menjalani hidup meskipun tidak memiliki keluarga dan sebagainya.

9. Mengonsumsi makanan sehat

Asupan makanan sehat tidak hanya berperan penting menjaga pertumbuhan serta kesehatan tubuh Anda. Mengonsumsi makanan sehat juga akan menstabilkan mood Anda.

10. Pergi ke psikolog

Apabila Anda merasa benar-benar bingung dengan emosional, pemikiran, hingga permasalahan yang dirasakan, pergi ke psikolog menjadi pilihan tepat. Psikolog akan memberikan beberapa saran sesuai keilmuan yang teruji untuk Anda.

Baca juga artikel terkait PSIKOLOGI atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Edusains
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fadli Nasrudin