Indeks Psikologi

Ketika Masalah Kejiwaan Mendera Kesehatan Mental Lansia
Depresi, demensia, dan gangguan kecemasan kerap menimpa lansia. Mereka perlu didukung untuk aktif berkomunitas agar terhindari dari itu semua.

Quarter Life Crisis: Saat Dewasa Datang, Krisis pun Menghadang
QLC berpusar pada masalah identitas seseorang: seperti apa nilai-nilai yang diyakini, dengan apa mengafiliasikan diri, hal apa saja yang prinsipil buatnya.

Gagal dengan Gemilang
Setiap orang memang pernah gagal, namun tidak semua orang bisa memaknainya. Yang terpenting adalah belajar dari kesalahan sebelumnya.

Psikologi si Baper yang Perlu Kita Tahu
Siapa sangka, ternyata karakter super sensitif atau highly sensitive person bukanlah kondisi yang perlu diobati atau dihilangkan. Ini alasannya!

Resah dan Gelisah Setelah Dengar Kabar Mantan Menikah
Perasaan sedih, marah, dan putus asa bisa muncul saat seseorang mendengar mantan kekasihnya menikah, serta melihat foto-foto bagagianya dengan orang lain.

Restu Orang Tua Tak Kunjung Diterima, Mesti Gimana?
Ada banyak faktor penyebab orang tua tidak merestui hubungan asmara anaknya, tapi bukan berarti tak ada jalan keluarnya.

"Seporsi Kekalahan", Sisi Lain Mengasihani Diri Sendiri
Pada esensinya, “self-pity” merupakan bentuk mekanisme koping yang lumrah digunakan untuk memvalidasi perasaan kecewa dan keterpurukan.

Reuni Bukan Sekadar Nostalgia, tapi Juga Menyehatkan Otak
Reuni sebagai ajang nostalgia juga bermanfaat sebagai sarana merenung dan memperbaiki diri atas kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Dugaan Child Grooming SMK Letris Pamulang, Kepsek Dinonaktifkan
Kasus child grooming SMK Letris Pamulang diduga dilakukan pihak kepala sekolah terhadap siswa. Kasus ini mulai diungkap setelah kegiatan pelepasan siswa.

Memilah Pikiran di Bawah Tekanan, Melatih Kompartementalisasi
Kompartementalisasi bisa membuat seseorang terputus dari emosinya sendiri. Kuncinya adalah keseimbangan. Gunakan strategi ini sebagai alat, bukan pelarian.

Menjaga Nyala Harapan di Penghujung Ramadhan
Alih-alih menutup mata dari tantangan yang ada, berharap adalah upaya untuk mengizinkan kenyataan dan kemungkinan hadir pada waktu bersamaan.

Bersedekah & Berbagi Secukupnya: Cara Sederhana Latih Empati
Membantu orang lain bukan semata-mata soal berapa banyak yang bisa kita beri, melainkan tentang seberapa peka kita memerhatikan kesulitan mereka.

Menemukan Rasa Cukup di Tengah Lautan Perbandingan
Syukur bukan membandingkan hidup kita dengan mereka yang “lebih buruk” agar kita merasa lebih baik. Syukur menyadari yang ada, tanpa meremehkan orang lain.

Kebaikan di Bulan Ramadhan: Memberi Tanpa Menanti Balasan
Dorongan untuk mengharap balasan bukanlah tanda kita tidak tulus. Otak manusia secara evolusioner memang butuh validasi sosial.

Percaya Diri vs Arogan: Antara Menginspirasi dan Menguras Energi
Kesombongan sering muncul untuk menutupi insecurity alias rasa tidak aman, sedangkan percaya diri lahir dari harga diri yang sehat.

Cemas Bukan Takdir: Menepi Sejenak dari Riuh Pikiran
Manusia sering takut pada bayangan masa depan daripada keadaan saat ini. Ramadhan bisa jadi kesempatan untuk pelan-pelan menenangkan hati.

Merasa Tahu, Padahal Belum Tentu? Pentingnya Peka dan Mawas Diri
Orang mawas diri selalu haus akan pengetahuan baru, tertarik membaca ide-ide yang menantang pandangan lama, dan menjaga rasa ingin tahu tetap hidup.

Kenapa Hidup Kadang Terasa Tidak Adil? Penjelasan dari Psikolog
Sering kali yang kita rasa tidak adil sebenarnya adalah penolakan otak untuk menerima bahwa hidup banyak dipengaruhi oleh faktor acak dan kebetulan.

Tips Memilih Pekerjaan Berdasarkan Tipe Kepribadian
Memahami tipe kepribadian bisa menjadi salah satu referensi untuk memilih bidang pekerjaan yang akan ditekuni.

Petugas Haji 2026 Dibekali Keahilan Psikologi demi Layani Jemaah
Pentingnya kesiapan psikologis petugas haji dalam memberikan pelayanan kepada jemaah, khususnya dalam menjaga kesehatan mental.
Masuk tirto.id








