Indeks Psikologi

Self-Help Kian Laris, Seberapa Jauh Buku Bisa Memulihkan Mental?
Mengapa buku self-help semakin diminati? Simak pandangan pakar tentang biblioterapi, kesehatan mental, risiko diagnosis mandiri, dan masa depan tren ini.

Buku Self Help, Teman Pulih di Tengah Keterbatasan Akses Terapi
Mengapa buku bertema pemulihan diri semakin diminati? Menelusuri pengalaman pembaca, tren penerbitan, kesehatan mental, dan tekanan ekonomi.

Kasus Mutilasi Madiun: Saat Ego Superior Berujung Kekerasan Maut
Kasus pembunuhan sadis di Madiun menguak bahaya kontrol koersif dalam hubungan. Kepribadian superior dan IQ tinggi dinilai tak menjamin kontrol emosi.

Satu Orang Tertawa yang Lain Ikut Terbahak, Mengapa Bisa Begitu?
Tak jarang saat mendengar orang lain tertawa, kita juga ikut terbahak, mengapa demikian? Simak keterkaitan tawa dengan hubungan sosial.
Kenapa Kita Tersenyum Sendiri saat Ingat Sesuatu yang Lucu?
Ketika mengingat kejadian lucu, otak manusia bekerja secara kompleks bersama sistem saraf yang dapat memicu tawa atau senyuman spontan.

Bystander Effect, Diam Saja atau Bergerak Menolong Korban?
Kehadiran orang lain dapat menghalangi atau membuat seseorang untuk tidak ikut turun tangan dalam situasi darurat. Apa penyebabnya?

Mindful Living Bukan soal Lambat, tapi Kesadaran Penuh
Mindful living juga berarti menyadari bahwa keresahan yang dirasakan bukan hanya miliknya seorang sehingga perlu diikuti tindakan yang harus dilakukan.

Ketika Masalah Kejiwaan Mendera Kesehatan Mental Lansia
Depresi, demensia, dan gangguan kecemasan kerap menimpa lansia. Mereka perlu didukung untuk aktif berkomunitas agar terhindari dari itu semua.

Quarter Life Crisis: Saat Dewasa Datang, Krisis pun Menghadang
QLC berpusar pada masalah identitas seseorang: seperti apa nilai-nilai yang diyakini, dengan apa mengafiliasikan diri, hal apa saja yang prinsipil buatnya.

Gagal dengan Gemilang
Setiap orang memang pernah gagal, namun tidak semua orang bisa memaknainya. Yang terpenting adalah belajar dari kesalahan sebelumnya.

Psikologi si Baper yang Perlu Kita Tahu
Siapa sangka, ternyata karakter super sensitif atau highly sensitive person bukanlah kondisi yang perlu diobati atau dihilangkan. Ini alasannya!

Resah dan Gelisah Setelah Dengar Kabar Mantan Menikah
Perasaan sedih, marah, dan putus asa bisa muncul saat seseorang mendengar mantan kekasihnya menikah, serta melihat foto-foto bagagianya dengan orang lain.

Restu Orang Tua Tak Kunjung Diterima, Mesti Gimana?
Ada banyak faktor penyebab orang tua tidak merestui hubungan asmara anaknya, tapi bukan berarti tak ada jalan keluarnya.

"Seporsi Kekalahan", Sisi Lain Mengasihani Diri Sendiri
Pada esensinya, “self-pity” merupakan bentuk mekanisme koping yang lumrah digunakan untuk memvalidasi perasaan kecewa dan keterpurukan.

Reuni Bukan Sekadar Nostalgia, tapi Juga Menyehatkan Otak
Reuni sebagai ajang nostalgia juga bermanfaat sebagai sarana merenung dan memperbaiki diri atas kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Dugaan Child Grooming SMK Letris Pamulang, Kepsek Dinonaktifkan
Kasus child grooming SMK Letris Pamulang diduga dilakukan pihak kepala sekolah terhadap siswa. Kasus ini mulai diungkap setelah kegiatan pelepasan siswa.

Memilah Pikiran di Bawah Tekanan, Melatih Kompartementalisasi
Kompartementalisasi bisa membuat seseorang terputus dari emosinya sendiri. Kuncinya adalah keseimbangan. Gunakan strategi ini sebagai alat, bukan pelarian.

Menjaga Nyala Harapan di Penghujung Ramadhan
Alih-alih menutup mata dari tantangan yang ada, berharap adalah upaya untuk mengizinkan kenyataan dan kemungkinan hadir pada waktu bersamaan.

Bersedekah & Berbagi Secukupnya: Cara Sederhana Latih Empati
Membantu orang lain bukan semata-mata soal berapa banyak yang bisa kita beri, melainkan tentang seberapa peka kita memerhatikan kesulitan mereka.

Menemukan Rasa Cukup di Tengah Lautan Perbandingan
Syukur bukan membandingkan hidup kita dengan mereka yang “lebih buruk” agar kita merasa lebih baik. Syukur menyadari yang ada, tanpa meremehkan orang lain.
Masuk tirto.id








