Menuju konten utama

Komdigi Ramal Trafik Layanan Komunikasi Naik 40% saat Mudik 2026

Komdigi bersama sejumlah operator telekomunikasi siapkan penambahan kapasitas jaringan di daerah-daerah yang rawan mengalami penumpukan trafik.

Komdigi Ramal Trafik Layanan Komunikasi Naik 40% saat Mudik 2026
Sekjen Komdigi Ismail ditemui wartawan di Gedung Komdigi, Jumat (!3/3/2026). tirto.id/Rahma

tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkirakan adanya lonjakan trafik komunikasi selama periode mudik Ramadan dan Idulfitri 2026. Peningkatan penggunaan layanan tersebut diprediksi mencapai hingga 40 persen.

"Diperkirakan tahun ini 30 sampai 40 persen penayangan," ujar Sekjen Komdigi Ismail saat ditemui wartawan di Gedung Komdigi, Jumat (13/3/2026).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Komdigi bersama sejumlah operator telekomunikasi menyiapkan rencana cadangan dengan menambah kapasitas jaringan di daerah-daerah yang rawan mengalami penumpukan trafik. Operator seluler yang terlibat antara lain Telkomsel, Indosat, dan XL Smart.

"Lonjakan trafik cukup lumayan diperkirakan agak tinggi, mungkin bisa meningkat dibandingkan tahun lalu. Oleh karena itu, antisipasinya sudah dilakukan dengan baik oleh kita semua," tutur Ismail.

Selain itu, Komdigi melalui Balai Monitoring juga akan melakukan pemantauan spektrum frekuensi untuk memastikan seluruh layanan yang menggunakan radio, seperti seluler, penerbangan, hingga maritim, dapat beroperasi tanpa gangguan. Ismail berharap rencana ini dapat berjalan dengan baik karena telah melalui skenario yang cukup matang.

Di sisi lain, cakupan layanan 5G juga terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, jaringan 4G tetap menjadi baseline layanan yang akan digunakan bersamaan dengan 5G untuk menjaga stabilitas trafik saat Lebaran nanti.

"Itu sebenarnya perkuatan rutin ya, karena dari 4G dan 5G ini tetap dikombinasikan. Jadi walaupun menghadirkan 5G, 4G-nya tetap ada menjadi base line yang tidak dimatikan jadi terus berjalan. Khususnya lebaran ini, karena Lebaran ini lonjakan trafik tadi lonjakannya dicoba dicover aksesnya dengan 5g juga," tuturnya.

Terhadap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem dan bencana alam, Komdigi juga telah melakukan langkah antisipasi, terutama terkait pasokan listrik. Ismail menyebut pihaknya berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menyiapkan rencana cadangan, meskipun tetap berharap kondisi tersebut tidak terjadi.

"Ketika terjadi bencana, kami berdoa ya pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, mudah-mudahan bencana alam ini tidak terjadi di dalam proses mudik lebaran ini. Tapi kami juga sudah mencoba melakukan antisipasi," tuturnya.

Pemerintah juga tengah mengembangkan sistem peringatan dini bencana Early Warning System (EWS), di mana informasi peringatan bencana sudah dapat disampaikan melalui televisi digital.

"Nah, di tahun-tahun ke depan kami akan mengusahakan untuk menambahkannya ke perangkat seluler. Kalau dalam bentuk SMS sudah jalan penerimaannya, tapi untuk lebih enhance dalam bentuk alert, itu kita sedang menyiapkan perangkatnya," kata Ismail.

Baca juga artikel terkait KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Hendra Friana