tirto.id - Bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam kalender Hijriah. Bulan ke-12 ini juga dikenal sebagai bulan haji. Bulan Dzulhijjah termasuk dalam 4 bulan mulia (asyhurul hurum) selain Dzulqaidah, Muharram, dan Rajab.
Bulan Dzulhijjah 1446 Hijriah jika menurut Muhammadiyah dimulai pada 28 Mei 2025. Hal ini berdasarkan hasil hisab. Sementara itu, pemerintah dan Nadhatul Ulama (NU) baru akan melaksanakan sidang isbat di akhir bulan Zulkaidah terlebih dulu guna menentukan awal bulan Dzulhijjah.
Namun, jika berdasarkan kalender Kemenag, 29 Zulkaidah 1446 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 27 Mei 2025. Besar kemungkinan sidang isbat akan berlangsung pada tanggal tersebut.
Selama bulan Dzulhijjah, ibadah yang biasa dilakukan adalah haji dan kurban. Akan tetapi, ada ibadah yang tidak kalah mulia untuk dilaksanakan, yakni puasa Dzulhijjah. Puasa dilakukan di awal bulan Dzulhijjah dan memiliki berbagai keutamaan.
Kapan Puasa Dzulhijjah 2025?
10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang terbaik untuk melakukan amal dan melaksanakan puasa sunnah sebelum merayakan Hari Raya Idul Adha.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, bulan Dzulhijjah 1446 H diperkirakan akan dimulai pada 28 Mei 2025. Sehingga, umat Islam bisa mulai melaksanakan puasa Dzulhijjah pada tanggal tersebut sampai 10 hari kedepan.
Niat Puasa Dzulhijjah
Niat puasa Dzulhijjah bisa menjadi panduan untuk melaksanakan amalan ibadah. Bacaan niat berupa bahasa Arab, latin, dan terjemahannya.
Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”
Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”
Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”
Berapa Lama Puasa Dzulhijjah?
Puasa sunah di bulan Dzulhijjah biasanya dilakukan selama periode tanggal 1-9 Dzulhijjah. Puasa tanggal 8 dinamakan sebagai puasa Tarwiyah dan tanggal 9 dikenal sebagai puasa Arafah.
Sementara itu, pelaksanaan puasa di bulan Dzulhijjah sama saja dengan puasa pada umumnya. Durasinya adalah dimulai dari terbit fajar atau waktu subuh hingga terbenam matahari alias maghrib.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Keutamaan melaksanakan puasa Dzulhijjah cukup besar, sehingga umat muslim dianjurkan untuk menjalankan ibadah tersebut.Di antaranya keutamaan melaksanakan puasa Dzulhijjah adalah sebagai berikut:
1. Pahala dilipat gandakan
“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Tirmidzi).
Hadist mengungkapkan bahwa pahala dilipatgandakan termasuk satu hari berpuasa sebanding dengan satu tahun berpuasa sunnah.
2. Penghapusan dosa
Saat berpuasa Dzulhijjah, diketahui dosa selama dua tahun akan diampuni, yakni setahun yang lalu dan setahun kedepannya.
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).
3. Hari pembebasan siksa neraka
"Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).
Allah Swt lebih banyak membebaskan hamba-Nya dibandingkan hari lain selama hari Arafah.
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































