tirto.id - Kapan bulan Dzulhijjah 2025? Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dalam kalender Hijriah dan memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Sebagai bulan haji, Dzulhijjah adalah momentum menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.
Keutamaan bulan Dzulhijjah tidak hanya berlaku bagi jamaah haji saja. Bagi Muslim yang tidak berhaji, bulan Dzulhijjah tetap menjadi ladang pahala karena banyak amalan sunah yang dianjurkan.
Di antara amalan tersebut adalah melaksanakan puasa dan kurban. Lapan bulan Dzulhijjah 2025 mulai dilaksanakan? Hari besar Islam apa saja yang jatuh selama bulan Dzulhijjah?
Kapan Bulan Dzulhijjah 2025?
Menurut data kalender Hijriah 2025 yang dirilis Kementerian Agama RI dan beberapa referensi astronomis lain, 1 Dzulhijjah 1446 H diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025.
Penetapan resmi biasanya dilakukan melalui sidang isbat dengan mempertimbangkan dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan hilal secara langsung).
Kalender Hijriah sendiri merupakan sistem penanggalan berbasis bulan (lunar calendar) yang berbeda dari kalender Masehi yang berbasis matahari.
Karena itu, setiap tahun tanggal-tanggal penting dalam Islam seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, bisa saja berubah-ubah jika dibandingkan dengan kalender Masehi.
Cara ini digunakan untuk mengetahui secara pasti kapan bulan Dzulhijjah agar umat Muslim bisa mempersiapkan diri untuk berbagai ibadah sunah dan wajib.

5 Hari Raya Islam Penting dan Amalan Pada Bulan Dzulhijjah 2025
Bulan Dzulhijjah memuat beberapa hari besar Islam dan berbagai amalan yang disunnahkan untuk meraih keberkahan dan pahala.
Berikut adalah daftar hari penting dan amalan utama yang terdapat pada Dzulhijjah 1446 H (2025 M):
1. Awal Dzulhijjah (28 Mei 2025)
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dikenal memiliki keutamaan luar biasa. Bahkan dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah saw bersabda "bahwa tidak ada hari-hari yang amal shalihnya lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah".
Maka dari itu, dianjutkan untuk semakin memperbanyak ibadah, seperti shalat sunah, membaca Al-Qur’an, sedekah, serta dzikir.
2. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah/5 Juni 2025)
Umat Islam yang tidak berhaji dapat melakukan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah atau yang dikenal sebagai puasa Arafah.
Rasulullah saw bersabda "bahwa puasa ini dapat menghapus dosa-dosa tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang" (HR. Muslim). Hari ini juga merupakan puncak ibadah haji ketika jemaah wukuf di Padang Arafah.
3. Hari Raya Iduladha (10 Dzulhijjah/6 Juni 2025)
Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Umat Muslim dianjurkan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Swt.
Selain itu, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Daging kurban kemudian dibagikan kepada fakir miskin, keluarga, dan tetangga.
4. Hari Tasyriq (11–13 Dzulhijjah/7–9 Juni 2025)
Tiga hari setelah Idul Adha disebut sebagai hari Tasyriq. Pada hari-hari ini, umat Islam masih dapat menyembelih hewan kurban jika belum melaksanakan pada hari sebelumnya.
Selain itu, hari-hari ini juga dipenuhi dengan takbir, tahmid, dan dzikir sebagai bentuk syukur dan pengagungan kepada Allah Swt. Rasulullah saw melarang berpuasa pada hari-hari Tasyriq karena merupakan "hari makan, minum, dan bersyukur" kepada Allah.
5. Puasa Ayyamul Bidh (14–15 Dzulhijjah/10–11 Juni 2025)
Puasa Ayyamul Bidh biasanya dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Namun, karena tanggal 13 Dzulhijjah masih termasuk dalam hari Tasyriq (yang dilarang untuk berpuasa), maka umat Islam bisa memulai puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 14 Dzulhijjah.
Puasa ini termasuk puasa sunah yang dianjurkan karena pahalanya besar dan menambah kedekatan diri dengan Allah.
Penulis: Auvry Abeyasa
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id




































