Menuju konten utama

Fakta-Fakta tentang Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Fakta-fakta kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu pengetahuan dalam pembelajaran sejarah bangsa. Berikut sejumlah fakta tentang kemerdekaan Indonesia.

Fakta-Fakta tentang Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945
Pembacaan doa oleh Presiden Soekarno, 1945. Adapun fakta-fakta kemerdekaan Indonesia bermacam-macam, misalnya pembacaan proklamasi bertepatan dengan bulan Ramadan 1366 H. FOTO/IPPHOS/Frans Mendoer
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Fakta kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada 17 Agustus 1945 silam bermacam-macam. Simak beberapa fakta tentang kemerdekaan Indonesia dan penjelasan selengkapnya di dalam artikel ini.

Adapun peristiwa yang melatarbelakangi proklamasi kemerdekaan adalah jatuhnya bom atom di Hiroshima pada 7 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Kabar ini masuk ke telinga para pemuda, kemudian mereka berupaya untuk menyegerakan pembacaan proklamasi.

Pada 17 Agustus 1945, presiden ke-1 RI Sukarno membacakan teks proklamasi bersama Mohammad Hatta. Informasi mengenai kemerdekaan Republik Indonesia kemudian menyebar ke seluruh pelosok negeri secara berangsur-angsur, terutama menggunakan saluran radio.

Fakta-Fakta Kemerdekaan Indonesia

Cerita tentang kemerdekaan Indonesia berawal dari sejarah jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Perwakilan Indonesia, yaitu Sukarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat berangkat ke Dalat bertemu Marsekal Terauchi untuk mendapatkan kabar soal Jepang.

Pada 12 Agustus 1945, Marsekal Terauchi mengabarkan kepada Sukarno, Hatta, dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Republik Indonesia. Sukarno, Hatta, dan Radjiman kemudian pulang ke Indonesia pada 14 Agustus 1945.

Pada hari yang sama, Sutan Sjahrir, Wikana, dan Darwis mendapatkan informasi dari radio BBC bahwa Jepang secara resmi telah menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri.

Hal tersebut mendorong golongan muda untuk mendesak Sukarno-Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Kendati demikian, golongan tua menolak dengan alasan menghindari terjadinya pertumpahan darah.

Sukarno, Hatta, dan Soebarjo selanjutnya mendatangi kantor Bukafu kediaman Laksamana Muda Maeda (Medan Utara), tetapi tidak mendapatkan informasi terkait instruksi dari Jepang. Setelah pulang, Sukarno dan Hatta mulai mempersiapkan rapat PPKI 16 Agustus 1945.

Rapat PPKI tidak terlaksana karena adanya peristiwa Rengasdengklok, yaitu penculikan Sukarno dan Hatta. Saat itu, golongan muda memaksa Sukarno dan Hatta supaya segera memproklamasikan kemerdekaan.

Achmad Subardjo dari golongan tua yang mengetahui penculikan tersebut berinisiatif untuk menemui Wikana. Mereka berdua kemudian bersepakat untuk mendeklarasikan kemerdekaan di Jakarta.

Achmad Soebardjo, Sudiro, dan Jusuf Kunto selanjutnya menjemput Sukarno dan Hatta di Rengasdengklok untuk dibawa ke Jakarta. Di hari yang sama, Sukarno, Hatta, dan Subarjo pergi ke rumah Laksamana Maeda untuk meminta keterangan kalahnya Jepang.

Selain itu, mereka juga melakukan perumusan teks proklamasi kemerdekaan dan menginap di rumah Laksamana Maeda. Pagi hari 17 Agustus 1945, tepat pukul 10.00 WIB, Sukarno bersama Hatta membacakan teks proklamasi.

Berikut ini fakta-fakta kemerdekaan Indonesia yang masyarakat bisa pahami.

1. Hari yang Istimewa

Dikutip dari laman Kebudayaan Kemendiksaintek, peristiwa proklamasi jatuh pada hari Jumat. Tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan Ramadan 1366 Hijriah.

2. Jepang Berniat Merampas Foto Proklamasi

Menurut laman ITS, fotografer Ipphos, France Mendoer, mengabadikan momen proklamasi kemerdekaan Indonesia. Jepang ingin merampas film foto milik Mendoer.

Mendoer berbohong dan mengatakan jika negatif film sudah diberikan kepada barisan pelopor. Sebenarnya, Mendoer menyembunyikan negatif film foto tersebut di bawah pohon halaman kantor Asia Raja.

Infografik SC Fakta di Balik Kemerdekaan RI

Infografik SC Fakta di Balik Kemerdekaan RI. tirto.id/Sabit

3. Palestina Mengakui Kemerdekaan Indonesia

Pada 6 September 1944, seorang Mufti dari Palestina bernama Syekh Muhammad Amin menyuruh negara-negara Timur Tengah untuk mengakui kemerdekaan Republik Indonesia.

4. Tiang Bendera Dadakan

Tiang bendera dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 silam bersifat dadakan. Bahannya menggunakan bambu yang baru disiapkan beberapa saat sebelum acara dimulai.

5. Sukarno Sakit

Dikutip dari laman Antaranews, Sukarno tertidur pulas karena sedang sakit malaria. Setidaknya mengistirahatkan badan selama dua jam sebelum dilakukannya pembacaan proklamasi kemerdekaan.

6. Upacara sederhana

Fakta proklamasi kemerdekaan lainnya adalah pelaksanaannya yang berlangsung sederhana. Pelaksanaan upaca kala itu tanpa menggunakan protokol, bahkan tiang bendera hanya ditancapkan ke tanah.

7. Bukan Suara Asli dan Penyebaran Sembunyi-Sembunyi

Rekaman proklamasi yang masyarakat seluruh penjuru negara dengar bukan rekaman asli pembacaan Proklamasi. Akan tetapi, berupa rekaman ulang Sukarno di RRI Jakarta tahun 1951.

Penyebaran berita kemerdekaan Indonesia ini berlangsung dengan cara sembunyi-sembunyi. Saat itu, Adam Malik mengabarkan kemerdekaan melalui perangkat milik kantor berita Domei.

8. Naskah Asli dan Naskah Ketikan

Naskah asli merupakan hasil tulisan tangan Sukarno tanpa adanya tanda tangan. Sedangkan naskah proklamasi yang sudah ditandatangani adalah hasil ketikan Sayuti Melik.

Fakta lain mengatakan, seorang wartawan BM Diah menemukan naskah asli proklamasi di tempat sampah. Ia baru mengembalikan naskah tersebut kepada negara setelah 46 tahun.

Makna dan Hakikat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Berdasarkan catatan A.T. Sugeng Priyanto dan kawan-kawan dalam buku ajar Pendidikan Kewarganegaraan (2008), proklamasi merupakan keterangan atau pernyataan kepada seluruh rakyat.

Dalam hal proklamasi kemerdekaan Indonesia, teksnya memuat pemberitahuan bahwa negara Indonesia telah benar-benar merdeka. Pengumuman adanya kemerdekaan tersebut menjadi informasi bagi rakyat, negara yang bersangkutan, dan seluruh bangsa di muka bumi.

Makna kemerdekaan dan proklamasi adalah pernyataan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia telah merdeka dari segala bentuk penjajahan. Dengan begitu, NKRI resmi menjadi negara yang berdaulat dan memiliki kedudukan yang setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia internasional.

Adapun hakikat proklamasi kemerdekaan menjadi penanda bahwa bangsa Indonesia berhak menjalankan kehidupan sendiri, tanpa campur tangan bangsa lain, dan bebas menentukan nasibnya sendiri demi masa depan.

Selain itu, proklamasi memuat berbagai acuan NKRI dalam menerapkan segala tata hukum kenegaraan. Dengan kata lain, hal paling fundamental Indonesia ketika menjalankan pemerintahannya berawal dari cita-cita atau nilai yang tercantum dalam proklamasi 17 Agustus 1945.

Seluruh bangsa Indonesia perlu memperhatikan nilai-nilai tersebut dan tidak melupakan sejarah kemerdekaan NKRI. Cita-cita bangsa pun bisa terus berlanjut seiring dengan zaman yang berkembang dan masyarakat Indonesia dapat menerapkan apa yang telah ditanam oleh generasi sebelumnya.

Pastikan juga untuk membaca berbagai artikel terbaru tentang 17 Agustus atau HUT RI melalui laman berikut.

Informasi 17 Agustus Terbaru

Baca juga artikel terkait HARI KEMERDEKAAN atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Edusains
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Penyelaras: Yulaika Ramadhani & Yuda Prinada