Menuju konten utama

Contoh Materi Pengenalan Kurikulum Merdeka MPLS & Link Unduh PPT

Simak contoh materi pengenalan Kurikulum Merdeka dalam kegiatan MPLS. Materinya dapat dicermati dengan cara mengakses link unduh PPT.

Contoh Materi Pengenalan Kurikulum Merdeka MPLS & Link Unduh PPT
Ilustrasi para siswa mengimplementasikan materi pengenalan kurikulum merdeka. ANTARA FOTO/Moch Asim/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Materi pengenalan Kurikulum Merdeka penting dipahami oleh peserta didik baru sebelum mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Materi ini membantu siswa memahami sistem belajar yang akan dijalani. Peserta dapat mengaksesnya melalui link unduh dalam format PPT.

MPLS adalah kegiatan awal tahun pelajaran bagi siswa baru di jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Kegiatan ini berlangsung setelah libur sekolah dan sebelum pelajaran dimulai. Tujuannya agar siswa cepat mengenal lingkungan sekolah.

Rangkaian MPLS meliputi pengenalan tata tertib, kurikulum, guru, kakak kelas, dan kegiatan ekstrakurikuler. Tahun ini, fokus utama adalah pengenalan Kurikulum Merdeka. Diharapkan siswa lebih siap mengikuti pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada potensi diri.

Isi Materi Pengenalan Kurikulum Merdeka SD, SMP & SMA/SMK untuk MPLS

Merangkum informasi dari laman resmi Kemendikbud, materi pengenalan Kurikulum Merdeka menekankan pengoptimalan agar peserta didik mampu mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan ruang belajar yang lebih fleksibel, sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta didik lebih aktif, kreatif, dan terlibat dalam proses pembelajaran yang kontekstual.

Pada kurikulum ini, guru memiliki keleluasaan untuk memilih dan menggunakan perangkat ajar, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik.

Pengenalan Kurikulum Merdeka yang akan menjadi isi materi MPLS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK mencakup tiga tipe penting kegiatan pembelajaran yakni pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Pembelajaran intrakurikuler adalah pembelajaran yang dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Intrakurikuler juga akan memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya.

Kemudian, pembelajaran kokurikuler yang berfokus pada projek penguatan profil pelajar Pancasila. Tipe pembelajaran ini memiliki prinsip interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum.

Selanjutnya, pembelajaran ekstrakurikuler dalam Kurikulum Merdeka akan dilaksanakan sesuai dengan minat peserta didik dan sumber daya satuan pendidik.

Lantas, poin-poin pokok dalam Kurikulum Merdeka? Simak penjelasannya di bawah ini melalui materi MPLS Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk memperkenalkan konsep dan prinsip dasar kurikulum ini kepada peserta didik baru.

1. Karakteristik Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka memiliki tiga karakteristik utama yang membedakannya dari kurikulum sebelumnya. Pertama adalah peningkatan keterampilan dan karakter siswa melalui pendekatan berbasis proyek dan percobaan langsung. Dengan metode ini, siswa tidak hanya dituntut untuk menghafal materi, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama dalam praktik nyata.

Kedua, Kurikulum Merdeka menekankan pada materi esensial yang relevan dengan minat dan bakat siswa. Hal ini diwujudkan melalui pemilihan mata pelajaran yang lebih sedikit namun mendalam, serta adanya penjurusan sesuai kemampuan siswa. Ketiga, pembelajaran dalam kurikulum ini dirancang lebih fleksibel, memungkinkan sekolah dan guru menyesuaikan waktu serta metode pembelajaran agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

2. Implementasi Kurikulum Merdeka

Implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan dengan memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam merancang proses belajar yang sesuai kebutuhan. Guru dapat menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, seperti menggunakan pendekatan berbasis proyek, diskusi kelompok, atau pembelajaran tematik. Hal ini memungkinkan terciptanya suasana belajar yang lebih aktif, partisipatif, dan bermakna bagi siswa.

Contoh nyata dari implementasi ini adalah proyek kolaboratif pembuatan produk ramah lingkungan oleh siswa. Dalam proyek tersebut, siswa belajar lintas mata pelajaran seperti sains, kewirausahaan, dan seni secara terpadu. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama tim, dan kepedulian sosial.

3. Prinsip Pembelajaran

Prinsip pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya perhatian, motivasi, dan keaktifan siswa. Guru didorong untuk menyusun materi yang relevan dengan minat dan kebutuhan peserta didik agar mereka lebih termotivasi dan fokus dalam belajar. Dengan keterlibatan aktif melalui diskusi, proyek, dan pengalaman langsung, proses belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.

Selain itu, Kurikulum Merdeka juga mengakomodasi prinsip pengulangan, tantangan, dan perbedaan individu. Guru memberikan latihan berulang secara kreatif untuk memperkuat pemahaman serta menghadirkan tantangan yang merangsang kemampuan berpikir kritis siswa. Setiap siswa diperlakukan sebagai individu unik, sehingga pendekatan pembelajaran disesuaikan dengan gaya belajar mereka, baik visual, auditif, maupun kinestetik.

4. Tahapan Pembelajaran

Tahapan pembelajaran Kurikulum Merdeka dilaksanakan dalam tiga tahapan, meliputi:

1. Asesmen Diagnostik

Guru melakukan asesmen awal untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, dan tahap pencapaian pembelajaran peserta didik. Asesmen umumnya dilaksanakan pada awal tahun pembelajaran sehingga hasilnya dapat digunakan untuk melakukan perencanaan lebih lanjut terkait metode pembelajaran yang sebaiknya digunakan.

2. Perencanaan

Guru menyusun proses pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen diagnostik, serta melakukan pengelompokan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan.

3. Pembelajaran

Selama proses pembelajaran, guru akan mengadakan asesmen formatif secara berkala, untuk mengetahui progres pembelajaran peserta didik dan melakukan penyesuaian metode pembelajaran, jika diperlukan. Pada akhir proses pembelajaran, guru juga bisa melakukan asesmen sumatif sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran.

Materi MPLS Pengenalan Kurikulum Merdeka PPT

Untuk lebih memahami Kurikulum Merdeka yang akan diperkenalkan pada peserta didik dalam kegiatan MPLS, peserta didik bisa mencermati materinya secara langsung. Materi tersebut dapat diakses melalui link unduh file PPT berikut ini:

Link Unduh Materi MPLS Pengenalan Kurikulum Merdeka PPT-1

Link Unduh Materi MPLS Pengenalan Kurikulum Merdeka PPT-2

Link Unduh Materi MPLS Pengenalan Kurikulum Merdeka PPT-3

Link Unduh Materi MPLS Pengenalan Kurikulum Merdeka PPT-4

Link Unduh Materi MPLS Pengenalan Kurikulum Merdeka PPT-5

Baca juga artikel terkait MPLS atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Edusains
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Beni Jo & Iswara N Raditya
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono