tirto.id - Teknik melukis berkembang dari menggambar dan menampilkan ciri khas lewat tema, gaya, media, dan bahan pembentuknya. Pelukis memulai dengan memunculkan gagasan, memilih media, dan menentukan teknik yang sesuai. Setelah membuat sketsa, mereka menyempurnakan karya hingga siap dinikmati.
Teknik melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi untuk menghadirkan kesan dari objek tiga dimensi. Setiap goresan kuas mengekspresikan emosi, gagasan, dan kreativitas pelukis. Dengan teknik yang tepat, lukisan mampu menyampaikan pesan secara jelas dan hidup.
Ada banyak macam-macam teknik melukis dan tahapan dalam berkarya seni lukis. Pelukis memilih teknik yang sesuai dengan tema dan media yang dipakai. Hasil akhirnya bukan sekadar gambar, tetapi karya yang merepresentasikan ide dan ekspresi penciptanya.
Apa Saja Teknik dalam Melukis dan Apa Contohnya?
Teknik-teknik melukis mencakup berbagai cara untuk menghasilkan karya seni yang berbeda-beda. Setiap teknik memiliki ciri khas dan contoh penerapannya, misalnya cat air untuk efek transparan atau cat minyak untuk tekstur tebal. Beberapa teknik melukis dan contohnya dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Teknik Goresan Ekspresif
Teknik goresan ekspresif adalah teknik dalam melukis yang terkesan bebas karena pembuatannya bisa memakai alat berupa jari, tangan, kuas, maupun objek lain yang dinilai menarik oleh senimannya.Contoh: Lukisan abstrak karya Jackson Pollock yang terkenal dengan teknik “drip painting” atau “action painting”.
2. Teknik Lukisan Tempera
Teknik ini sudah dikenal sejak zaman renaissance. Caranya adalah dengan mengaduk cat dengan perekat yang biasanya terbuat dari putih telur atau sagu.Lukisan dengan teknik ini dipakai untuk diterapkan di permukaan tembok atau dinding. Teknik melukis pada media tembok disebut Tempera ini di zamannya dipakai sebagai penolak bala, seperti lukisan di gua.
Contoh: Lukisan “The Birth of Venus” karya Sandro Botticelli menggunakan teknik tempera.
3. Teknik Lukisan al Fresco
Teknik ini kerap diterapkan pada dinding yang masih basah dengan ditaburi bahan perekat. Lukisan yang memanfaatkan teknik ini ada di istana Vatikan.Contoh: Lukisan di Kapel Sistina di Vatikan oleh Michelangelo.
4. Teknik Lukisan al secco
Teknik ini hampir sama dengan teknik al fresco. Perbedaannya teknik ini dipakai pada dinding yang sudah kering.Contoh: Lukisan “The Last Supper” karya Leonardo da Vinci di Gereja Santa Maria delle Grazie, Milan.
5. Teknik Lukisan Mozaik
Teknik mozaik atau timbul merupakan teknik karya seni rupa yang menggunakan material atau bahan dari kepingan-kepingan yang sengaja dibuat dengan cara dipotong-potong atau sudah dibentuk potongan.Lalu, potongan-potongan itu disusun dengan cara ditempelkan pada bidang datar menggunakan lem. Pada umumnya mozaik masih dianggap seni lukis karena sifatnya yang dua dimensi dan masih dibantu dengan gambar pada proses pembuatan polanya.
Contoh: Mozaik di Basilika San Vitale, Ravenna, Italia, yang menggambarkan Kaisar Justinianus dan pasukannya.
6. Teknik Lukisan Kaca
Teknik melukis ini menggunakan kaca, timah, kuningan, dan tembaga sebagai penyambungnya sehingga membentuk lukisan.Lukisan kaca kali pertama dikembangkan pada zaman Gothic di Eropa. Teknik melukis ini mencapai puncaknya pada zaman renaissance sebagai hiasan pada pintu dan jendela bangunan besar.
Di Indonesia, teknik ini berkembang sebagai seni industri rumah tangga di Cirebon, Jawa Barat, sebagai warisan dari teknik yang diajarkan oleh seniman Belanda.
Contoh: Kaca patri (stained glass) di Katedral Notre Dame, Prancis, dan seni kaca Cirebon di Indonesia.
7. Teknik Lukisan Cat Minyak (Plakat)
Teknik plakat adalah teknik yang dipakai dalam melukis dan bertolak belakang dengan teknik aquarel. Teknik plakat dilakukan dengan sapuan dan paduan warna yang tebal atau menutup layar belakang objeknya.Contoh: Lukisan “Sunflowers” karya Vincent van Gogh.
8. Teknik Lukisan Aquarel
Teknik aquarel adalah teknik yang digunakan dalam menggambar dan melukis. Tekniknya dilakukan dengan sapuan dan paduan warna yang tipis, transparan, dan tembus pandang.Contoh: Lukisan pemandangan alam karya John Singer Sargent atau ilustrasi buku anak-anak berbahan cat air.
9. Teknik Lukisan Acrylic
Sesuai namanya, teknik melukis jenis ini dibuat dengan bahan acrylic. Teknik ini menghasilkan warna-warna cerah dan menyala, lukisan teknik ini sering digunakan untuk berbagai eksperimen di sepatu, tas, atau beragam bahan kain lainnya.Contoh: Lukisan eksperimental di sepatu atau tas custom, dan karya modern seperti karya David Hockney pada beberapa kanvas acrylic.
10. Teknik Lukisan Batik
Teknik lukisan batik hampir sama dengan tata cara membatik, yaitu dengan menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik. Kain yang tertutup lilin tersebut membentuk titik garis bidang ataupun ruang sebelum jadi sebuah gambar. Lalu, hasil akhirnya dicelupkan ke larutan pewarna.Contoh: Batik motif Parang atau Kawung di Jawa yang diubah menjadi lukisan kain dekoratif.
Komponen dalam Seni Melukis
Seni melukis bukan sekadar menorehkan warna di kanvas, tetapi juga bahasa visual yang berbicara tanpa kata. Setiap goresan kuas menyimpan makna, emosi, dan cerita tersendiri.
Di balik keindahan, terdapat elemen-elemen dasar yang menjadi fondasi bagi setiap karya. Memahami komponen-komponen ini penting untuk mengapresiasi dan menciptakan lukisan dengan kedalaman visual.
Komponen-komponen yang membangun seni melukis sangat penting untuk menghasilkan karya yang harmonis. Setiap elemen memiliki peran masing-masing dalam menyampaikan pesan dan estetika. Rincian komponen dalam seni melukis dapat dijabarkan sebagai berikut.
1. Garis
Garis membentuk kerangka dasar lukisan. Bisa tegas, tipis, lurus, atau melengkung, garis menentukan arah, gerak, dan kontur objek.2. Bentuk / Bidang
Bentuk adalah wilayah yang diciptakan garis atau warna. Dari bentuk inilah objek tampak jelas dan terdefinisi.3. Ruang
Ruang menciptakan kedalaman dalam lukisan. Dengan memanfaatkan ruang positif dan negatif, seniman bisa menonjolkan objek dan menghasilkan perspektif.4. Warna
Warna menjadi bahasa emosi visual. Setiap warna memiliki daya tarik tersendiri dan bisa mempengaruhi suasana hati penonton.5. Nilai / Gelap-Terang
Perubahan gelap-terang memberikan ilusi volume dan dimensi. Nilai membuat objek tampak nyata dan hidup di kanvas datar.6. Tekstur
Tekstur menghadirkan sensasi permukaan. Bisa terlihat kasar, halus, berpori, atau lembut, memberi dimensi tambahan yang bisa dirasakan mata maupun indera imajinasi.7. Form / Volume
Form menekankan kesan tiga dimensi. Melalui kombinasi nilai, warna, dan perspektif, objek seakan muncul dari kanvas.Apa Saja Tahapan dan Langkah-Langkah dalam Melukis?
Melukis memerlukan beberapa tahapan penting yang harus diikuti agar karya yang dihasilkan maksimal. Tahapan ini dijelaskan dalam buku Seni Budaya Kelas IX. Setiap tahapan melukis bertujuan mempersiapkan dan menyusun elemen-elemen visual dengan tepat.
Proses ini dimulai dari persiapan hingga penerapan teknik melukis yang sesuai. Dengan mengikuti semua langkah-langkah melukis, karya seni akan tersusun dengan rapi dan estetis, sebagai berikut.
1. Memunculkan Gagasan
Cara yang dilakukan untuk memunculkan gagasan, yaitu:- Mengembangkan imajinasi dari apa yang dipikirkan atau dari pengalaman orang lain;
- Melihat objek secara langsung, misalnya suasana keramaian, pantai, atau pegunungan;
- Melihat dari buku atau majalah;
- Melihat dari internet dan dokumen lain tentang lukisan;
- Mengunjungi kegiatan seni lukis atau museum.
2. Media Berkarya (Bahan dan Alat)
Beberapa media berkarya yang bisa digunakan, yaitu:- Menggunakan kertas; karton, manila, padalarang, atau kertas hvs.
- Menggunakan tembok, dinding papan, atau media lebar lainnya.
- Menggunakan media alternatif, kaca, cangkang telur, atau di permukaan benda. pakai/kerajinan.
- Menggunakan cat minyak, cat akrilik, cat tembok, krayon, atau pastel.
3. Menentukan Teknik
Ada beberapa teknik yang digunakan dalam melukis, yaitu:- Teknik aquarel (warna transparan).
- Teknik plakat (warna tebal).
- Teknik goresan ekspresif dengan menggunakan jari, kuas, atau palet.
- Teknik tebal dan bertekstur.
- Teknik timbul.
4. Membuat Sketsa
Sketsa merupakan gambar awal yang nantinya akan dijadikan sebagai lukisan. Biasanya sketsa hanya berupa goresan global yang tidak terperinci, lalu dari sketsa yang dibuat akan tergambar maksud dari pelukis.5. Mewarnai dan Menyempurnakan Lukisan
Jika sudah menyelesaikan sketsa, pelukis akan menjalankan tahap melukis yang sebenarnya. Tahapan-tahapan tersebut, yakni:- Mewarnai sketsa dengan garisan khusus pada objek pokok (positif) dan latar belakang (negatif)
- Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran, penegasan, dan penentuan gelap terang
Alat dan Bahan dalam Melukis
Alat dan bahan melukis akan mendukung proses kreatif ketika merancang suatu karya. Setiap seniman biasanya menyiapkan perlengkapan sesuai dengan teknik dan media yang digunakan. Beberapa contoh alat tersebut dijelaskan sebagai berikut.
1. Kuas lukis
Berbagai ukuran dan bentuk: bulat (untuk detail), datar (untuk sapuan lebar), kipas (untuk tekstur atau blending). Kuas yang tepat akan memengaruhi hasil sapuan dan efek warna.2. Palet
Media untuk mencampur cat agar warna sesuai dengan keinginan. Palet bisa dari kayu, plastik, atau logam. Mencampur warna di palet membantu menghasilkan gradasi atau nuansa warna yang halus.3. Pisau Palet (Palette Knife)
Selain untuk mencampur cat, bisa digunakan langsung di kanvas untuk membuat tekstur atau garis tegas. Biasanya digunakan dengan cat minyak atau akrilik.4. Easel (Penyangga Kanvas)
Alat untuk menempatkan kanvas agar tegak saat melukis. Membantu pelukis melihat lukisan dengan perspektif lebih natural dan menjaga postur tubuh saat melukis.5. Pensil dan Penghapus
Digunakan untuk membuat sketsa awal sebelum mengecat. Sketsa membantu menentukan komposisi dan proporsi objek yang akan dilukis.6. Wadah Air / Media Pencampur dan Kain Lap
Wadah untuk mencuci kuas (terutama cat air dan akrilik). Kain lap atau tissue digunakan untuk mengelap kuas agar bersih atau menyesuaikan jumlah cat saat mengaplikasikan ke media.Adapun media adalah sebagai berikut.
1. Kanvas
Permukaan populer untuk melukis dengan cat minyak atau akrilik. Kanvas memiliki tekstur yang membantu cat menempel lebih baik dan awet. Biasanya terbuat dari kain katun atau linen yang direntangkan di atas bingkai kayu.2. Kertas Gambar / Kertas Cartridge
Cocok untuk cat air, pensil, atau tinta. Kertas ini memiliki ketebalan dan daya serap yang berbeda-beda, sehingga memengaruhi hasil akhir lukisan. Kertas tebal lebih tahan terhadap basahnya cat air.3. Cat / Pigmen warna
- Cat air: transparan, mudah dibaurkan, cepat kering, cocok untuk efek lembut.
- Akrilik: cepat kering, tahan lama, bisa digunakan di kanvas, kertas, atau kayu.
- Cat minyak: kering lambat, memungkinkan pelukis memperbaiki warna, cocok untuk efek detail dan tekstur tebal.
- Cat poster: mudah digunakan, cepat kering, biasanya untuk lukisan sederhana atau pendidikan.
4. Gesso / Lapisan dasar
Digunakan untuk menyiapkan permukaan kanvas mentah agar cat menempel lebih baik. Gesso menutup pori-pori kanvas sehingga cat tidak meresap terlalu dalam dan warna terlihat lebih hidup.Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Materi Ajar dapat klik tautan di bawah ini.
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id



































