tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa penyelenggaraan makan bergizi gratis atau MBG wajib melibatkan profesi ahli gizi. Hal tersebut ia sampaikan menyusul polemik atas pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang menyebut MBG tidak memerlukan tenaga ahli gizi.
Pernyataan Cucun yang menjadi viral itu disampaikan Rapat Konsolidasi SPPG Kabupaten Bandung, Minggu (16/11/2025).
"MBG tetap dan harus, wajib, perlu profesi ahli gizi dalam penyelenggaraannya. Perlu ahli gizi, karena diukur nanti," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/11/2025) seperti dikutip Antara.
Menurut Zulhas, kunci agar Indonesia bisa maju tergantung pada sumber daya manusianya (SDM), dan SDM akan hebat atau tidak tergantung pada asupan gizinya. Karena itu, MBG menjadi sangat penting. "Saya ulangi lagi, MBG perlu profesi ahli gizi dalam penyelenggaraan prosesnya itu," katanya.
Sebagai informasi, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat dan menyempurnakan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membentuk tim koordinasi penyelenggaraan salah satu program prioritas tersebut.
“Kita tidak ingin ada risiko apa pun, bukan soal angka yang kena, tetapi ini soal anak-anak kita. Maka dibentuk tim koordinasi ini, kami setiap hari terus-menerus menyempurnakan pelaksanaan MBG ini,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Zulhas mengatakan tim yang ia ketuai—serta didampingi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar—juga fokus pada sejumlah isu strategis lainnya.
Beberapa di antaranya adalah menyelaraskan kebijakan dan menyelesaikan permasalahan yang bersifat lintas sektoral antarkementerian maupun lembaga dan pemerintah daerah. Tim tersebut berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden.
“Ada 13 kementerian dan lembaga, nanti ada pelaksana harian, karena (MBG) ini adalah program utama, program yang paling prioritas, kesuksesan pemerintahan itu tergantung kepada program ini, MBG ini,” ujar Zulhas.
Bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, sebagai ketua pelaksana harian, tim koordinasi juga bertugas mendukung penyelenggaraan MBG melalui sinkronisasi, koordinasi, monitoring, evaluasi, dan pengendalian penyelenggaraan program ini.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































