Menuju konten utama

Apa Tugas, Fungsi, & Syarat Jadi Ahli Gizi dan Berapa Gajinya?

Profesi Ahli Gizi memiliki prospek yang menjanjikan. Simak tugas, fungsi, syarat jadi ahli gizi, hingga besaran gaji yang akan diterima.

Apa Tugas, Fungsi, & Syarat Jadi Ahli Gizi dan Berapa Gajinya?
ilustrasi ahli gizi. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Apa tugas pokok, fungsi, dan syarat jadi Ahli Gizi di Indonesia menjadi perhatian masyarakat. Tak hanya itu, berapa gaji Ahli Gizi juga turut diperbincangkan.

Di Indonesia, profesi seorang Ahli Gizi telah mendapatkan popularitas yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Terutama dengan hadirnya program prioritas pemerintah berupa Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam program tersebut, Ahli Gizi bertugas memastikan bahwa kebutuhan gizi harian masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan ibu, dapat tercukupi dengan baik sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Tugas dan Fungsi Ahli Gizi

Ahli Gizi merupakan profesi lulusan Ilmu Gizi yang telah memperoleh gelar Sarjana Gizi (S.Gz). Selama menempuh kuliah, Ahli Gizi telah mempelajari studi multidisiplin yang menggabungkan pengetahuan dari biologi, kimia, kesehatan masyarakat, kedokteran, hingga sosial humaniora.

Melansir laman resmi Nurse.org, Ahli Gizi adalah tenaga kesehatan profesional yang mengedukasi masyarakat untuk memilih makanan yang lebih baik dan menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Secara umum, Ahli Gizi tidak hanya bekerja di lingkungan perawatan pasien. Seiring meningkatnya kesadaran tentang pentingnya hidup sehat, Ahli Gizi dapat bekerja secara individual dengan klien. Misalnya memberikan strategi diet yang tepat untuk mengatasi masalah tertentu seperti diabetes atau nutrisi geriatri.

Banyak Ahli Gizi juga bekerja di lingkungan komunitas, seperti sekolah atau perusahaan. Mereka membuat makanan sehat atau menetapkan tujuan kesehatan kelompok tertentu. Beberapa Ahli Gizi adalah wirausahawan yang bekerja sebagai konsultan.

Tugas utama seorang Ahli Gizi adalah mempromosikan pola makan sehat dengan mengedukasi dan mendukung klien melalui berbagai metode.

Berikut beberapa tugas dan fungsi Ahli Gizi seperti mengutip laman Alodokter.com:

  • Melayani konsultasi gizi.
  • Menentukan status gizi, faktor yang berpengaruh terhadap gangguan gizi, dan status gizi.
  • Menegakkan diagnosis penyakit terkait masalah gizi berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan penelusuran riwayat medis yang dilakukan.
  • Menghitung kebutuhan zat gizi, bentuk makanan, jumlah, dan anjuran pola makan sesuai dengan kondisi pasien.
  • Menentukan tujuan dan merencanakan intervensi gizi .
  • Merancang dan mengubah susunan diet serta menerapkannya mulai dari perencanaan menu hingga saran penyajian makanan.
  • Mengelola penyediaan makanan (food service).
  • Melakukan penelitian dan pengembangan gizi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Syarat Jadi Ahli Gizi

Syarat utama Ahli Gizi ialah telah menyelesaikan pendidikan Gizi baik D3 atau S1 di perguruan tinggi. Seturut laman STIKES Husada Borneo, selama menempuh kuliah, mahasiswa Ilmu Gizi akan mempelajari ilmu-ilmu dasar dan prinsip-prinsip gizi dan diet.

Selain itu, Ahli Gizi juga mempelajari nutrisi klinis, ilmu makanan, nutrisi olahraga, nutrisi kesehatan masyarakat dan pengaruhnya terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia. Melalui mata pelajaran tersebut, Ahli Gizi memperoleh pengetahuan dasar untuk membimbing individu menuju kebiasaan makan yang lebih sehat.

Gelar ini kemudian akan memenuhi syarat untuk mengikuti ujian registrasi nasional menjadi ahli gizi terdaftar atau program sertifikasi lainnya untuk menjadi spesialis gizi bersertifikat

Setelah menyelesaikan kuliah Pendidikan Gizi, seseorang juga perlu mengikuti program penyetaraan formal serta mendapatkan sertifikasi RD atau Registered Dietitian.

Sertifikat tersebut menjadi legitimasi bagi Ahli Gizi untuk memberikan terapi nutrisi kepada pasien dan menjalankan banyak peran lain yang kaitannya dengan gizi.

Di Amerika Serikat, menjadi Ahli Gizi dapat dilakukan dengan melibatkan pendidikan, pelatihan langsung, sertifikasi, dan komitmen untuk pembelajaran berkelanjutan. Dari segi durasi, prosesnya sebanding dengan lamanya apoteker menempuh pendidikan.

Berikut syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi Ahli Gizi, mengutip laman Research.com:

  • Memiliki gelar sarjana gizi atau bidang terkait.
  • Menyelesaikan magang atau praktik terbimbing.
  • Mendapatkan sertifikasi atau lisensi.
  • Mengikuti pendidikan berkelanjutan.

Berapa Gaji Ahli Gizi?

Seiring meningkatnya kesadaran dampak pola makan terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia, Ahli Gizi memiliki prospek yang menjanjikan di masa mendatang. Kini, masyarakat semakin peka terhadap hubungan rumit antara pilihan pola makan dan pencegahan penyakit kronis.

Dengan kata lain, apa yang dikonsumsi seseorang memainkan peran penting dalam membentuk lintasan kesehatan jangka panjang. Penelitian ilmiah yang mudah diakses dan kekayaan informasi membuat seseorang untuk diet, menghitung kalori, dan merangkum interaksi vitamin yang berkontribusi pada kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.

Kondisi tersebut membuat keberadaan Ahli Gizi semakin dibutuhkan. Di Indonesia, gaji Ahli Gizi bervariasi tergantung pada pengalaman dan tempat kerja.

Berikut kisaran gaji Ahli Gizi di Indonesia sesuai tempat bekerja:

  • Rumah Sakit dan Klinik: Rp4-7 juta per bulan
  • Industri Makanan dan Minuman: Rp5-10 juta per bulan
  • Dosen dan Peneliti: Rp4-8 juta per bulan (bisa lebih tinggi dengan gelar lanjut)
  • Instansi Pemerintah (PNS): Rp3,5-6 juta per bulan (sesuai golongan PNS)
  • Konsultan Gizi: Pendapatan bervariasi, tergantung jumlah klien dan tarif layanan
  • Lembaga Internasional dan LSM: Rp8-20 juta per bulan (tergantung proyek dan lokasi kerja)

Baca juga artikel terkait ASUPAN GIZI atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo