tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyentil Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang disebutnya sengaja "nolak-nolak" tambahan anggaran. Seloroh tersebut disampaikan Zulhas saat menyinggung besarnya perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor kelautan nasional.
“Saya baru lihat menteri yang nolak-nolak anggaran itu ya, Pak Menteri ini [Trenggono]. Yang lain berebut kurang anggaran, ini ditambah terus. Karena perhatian Presiden terhadap sektor kelautan ini luar biasa,” seloroh Zulhas kepada Trenggono saat sambutan pada peresmian Ocean Institute of Indonesia (OII) di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Menurut Zulhas, perhatian Presiden terhadap sektor kelautan baru terlihat secara nyata pada pemerintahan saat ini. Ia menilai dukungan tersebut tercermin dari meningkatnya alokasi anggaran KKP untuk menjalankan berbagai program prioritas di bidang kelautan dan perikanan.
“Menurut saya baru sekarang inilah perhatian di sektor kelautan yang luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo. Baru sekarang,” ujarnya.
Pernyataan Zulhas tersebut sejalan dengan kenaikan anggaran KKP pada 2026. Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan di laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pagu alokasi KKP pada 2026 ditetapkan sebesar Rp13 triliun, meningkat dibandingkan anggaran pelaksanaan 2025 yang sekitar Rp6,22 triliun setelah penyesuaian efisiensi APBN. Dengan demikian, alokasi anggaran KKP pada 2026 meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menilai dukungan anggaran tersebut akan mempercepat pelaksanaan berbagai program pemerintah yang menyasar peningkatan kesejahteraan nelayan, termasuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi cold storage, pabrik es, dan balai lelang.
“Bapak Presiden mendukung penuh sekarang ini dengan kebijakan-kebijakan yang sangat pro kepada nelayan agar kita ini mandiri. Ada kebijakan Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dibangun. Ada cold storage-nya, ada pabrik es-nya, ada balai lelang-nya sehingga nelayan berdaya dan punya daya tawar yang tinggi,” ujar Zulhas.
Penulis: Nanda Surya
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































