Menuju konten utama

Kasus Super Flu Turun Drastis, Kemenkes Catat 22 Temuan di 2026

Ramai soal "Super Flu", Kemenkes tegaskan virus influenza A H3N2 subklade K tidak lebih parah dari flu musiman dan jumlah kasusnya terus menurun.

Kasus Super Flu Turun Drastis, Kemenkes Catat 22 Temuan di 2026
Ilustrasi Virus Flu. foto/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 22 kasus influenza A H3N2 subklade K atau "Super Flu" di Indonesia sepanjang 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 166 kasus.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan istilah “Super Flu” yang ramai digunakan masyarakat merupakan istilah awam untuk menyebut influenza A H3N2 subklade K.

“Bagaimana dengan super flu? Tadi saya sudah sampaikan bahwa super flu merupakan istilah awam, bukan nomenklatur dari WHO,” kata Andi dalam konferensi pers, Senin (28/9/2026).

Menurut Andi, subklade K sebenarnya sudah terdeteksi di Indonesia sejak 2025. Namun, jumlah kasus pada 2026 jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kemenkes mencatat 166 kasus pada 2025, sedangkan pada 2026 terdapat 22 kasus.

“Pada 2026, dilaporkan 22 kasus subklade K yang tersebar di beberapa provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan,” ujar Andi.

Kasus pada 2026 tersebut tercatat hingga minggu ke-16. Setelah periode tersebut, Kemenkes tidak kembali menemukan kasus H3N2 subklade K hingga pemantauan surveilans minggu ke-38.

Kemenkes Tegaskan Gejala Tidak Lebih Parah

Andi mengatakan H3N2 subklade K merupakan bagian dari influenza A yang bersifat musiman. Menurutnya, tidak terdapat bukti yang menunjukkan subklade tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan influenza musiman lainnya.

“Kita tidak dapat menyimpulkan bahwa influenza A saat ini lebih berat hanya berdasarkan pengalaman atau keluhan masyarakat,” ujarnya.

Andi mengatakan Kemenkes menggunakan data surveilans untuk memantau tingkat keparahan influenza, termasuk jumlah kasus berat, pasien yang menjalani rawat inap, dan kematian.

“Untuk influenza A H3N2 subklade K yang sempat menjadi perhatian, Kementerian Kesehatan berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia tidak menemukan peningkatan tingkat keparahan penyakit,” kata Andi.

Kemenkes juga menyebut tidak terdapat perbedaan gejala klinis yang signifikan antara influenza A H3N2 subklade K dan influenza A H1N1pdm09. Keduanya merupakan subtipe influenza A musiman yang menyerang saluran pernapasan.

“Terkait karakter influenza A H1N1pdm09 dibandingkan dengan H3N2 subklade K, sebenarnya tidak ada perbedaan gejala klinis yang signifikan antara infeksi influenza A H1N1pdm09 dan influenza A H3N2 subklade K,” ujar Andi.

Baca juga artikel terkait PENYAKIT FLU atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Siti Fatimah