tirto.id - Gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang lahir di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21, Padang Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-81, Senin (17/8/2029), resmi memiliki nama. Gajah betina itu diberi nama Merdekawati.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Daniwari Widoyanto, mengungkapkan nama tersebut merupakan pemberian dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, atau akrab disapa Titiek Soerharto. Dia memimpin komisi yang membidangi pertanian, kehutanan, serta kelautan dan perikanan.
"Ya, bayi gajah itu resmi sudah ada nama, yakni Merdekawati, pemberian dari ibu Titiek Soeharto sebagai pengingat akan momen kelahirannya yang istimewa," ungkap Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto, Senin (28/9/2026).
Daniwari mengaku pihaknya sangat bangga dengan pemberian nama oleh tokoh seperti Titiek Soeharto yang peduli terhadap upaya konservasi dan pelestarian gajah sumatra. Selain tepat dengan hari kelahiran, nama Merdekawati dalam menjadi semangat bagi semua pihak dalam upaya konservasi satwa liar dan dilindungi di Indonesia.
"Merdeka melambangkan kemerdekaan dan Wati menyesuaikan jenis kelaminnya, yakni betina. Ia lahir tepat di hari ketika bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan, sebuah tanggal yang membawa makna tentang kebebasan, harapan, dan perjuangan," kata Daniwari.
Sebagai bentuk syukur atas kelahiran sekaligus peresmian nama, belum lama ini pihaknya menggelar doa bersama disertai pemotongan tumpeng yang digelar di PKG Jalur 21 Padang Sugihan. Gajah Merdekawati dan indukan turut hadir dalam acara itu.
"Dengan doa bersama ini, kita berdoa agar Merdekawati tumbuh sehat, kuat, dan kelak menjadi bagian dari generasi gajah Sumatera yang terus hidup dan lestari," kata Daniwari.
Diketahui, Merdekawati lahir dari indukan gajah binaan bernama Lestari dan pejantan Gapula pada 17 Agustus 2026 dalam proses kelahiran berlangsung antara pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Saat lahir, gajah itu memiliki bobot 60-65 kg dan setelah berumur satu bulan naik menkadi 90 kg.
Sejak lahir hingga saat ini, bayi gajah dan indukan dilakukan pengawasan ketat dari tim medis dan pawang gajah (mahout) bernama Sugito. Pengelola juga memastikan tersedianya berbagai fasilitas pendukung, baik pangan maulun pengobatan mengingat kawasan itu tengah terjadi kebakaran hutan dan lahan sejak sebulan lalu.
Penulis: Irwanto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































