tirto.id - Tanggal 27 Mei diperingati sebagai hari penting baik di tingkat nasional maupun internasional, dengan beberapa perayaan yang memiliki makna mendalam. Salah satu peringatan nasional pada 27 Mei adalah Hari Jamu Nasional.
Di Indonesia, 27 Mei pada tahun 2025 jatuh pada hari Rabu diperingati sebagai Hari Jamu Nasional. Peringatan ini merupakan momen untuk menghargai warisan budaya jamu sebagai pengobatan tradisional.
Selain peringatan Hari Jamu Nasional, di tingkat Internasional pada 27 Mei bertepatan dengan Hari Pemasaran Sedunia. Peringatan Hari Pemasaran Sedunia ini sebagai bentuk penghormatan atas kelahiran Philip Kotler pada 27 Mei 193, ia merupakan pakar pemasaran yang dikenal sebagai Bapak Pemasaran Modern.
Philip Kotler lahir di Chicago Amerika Serikat. Ia meraih gelar Doktor di bidang ekonomi yang fokus soal pemasaran. Kotler telah menulis lebih dari 80 buku dan memberikan dampak besar pada perkembangan pemasaran di seluruh dunia.
Hari Jamu Nasional
Hari Jamu Nasional memiliki sejarah yang berakar pada upaya melestarikan kearifan lokal Indonesia. Peringatan ini resmi ditetapkan pada 27 Mei 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai respons terhadap menurunnya eksistensi jamu di tengah masyarakat.
Penetapan ini sekaligus menandai "Hari Kebangkitan Jamu Indonesia", dengan tujuan mengangkat kembali peran jamu sebagai obat tradisional yang terbuat dari bahan alami, seperti rempah-rempah, yang telah digunakan secara turun-turun untuk menjaga kesehatan.
Jamu, yang merupakan singkatan dari "jampi" (doa atau obat) dan "husada" (kesehatan), kini telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO sejak 6 Desember 2023.
Pada tahun 2025, tema Hari Jamu Nasional yang diangkat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam Pekan Jamu Nasional adalah "Jamu: Kearifan Lokal Untuk Indonesia Sehat”.
Hari Pemasaran Sedunia
Selain sebagai penghormatan kelahiran Philip Kotler sebagai Bapak Pemasaran Modern, Hari Pemasaran Sedunia adalah momen untuk merayakan peran strategis pemasaran dalam sebuah bisnis. Hari Pemasaran Sedunia juga sebagai bentuk apresiasi para profesional pemasaran yang berkontribusi dalam pertumbuhan bisnis dan ekonomi global.
Perayaan Hari Pemasaran Sedunia dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti kampanye kreatif. Kampanye itu misalnya dilakukan dengan membagikan konten inspiratif tentang tren pemasaran melalui media sosial.
Kemudian cara-cara lain untuk merayakan Hari Pemasaran Sedunia yang sesuai dengan kondisi terkini misalnya dengan mengadakan webinar dan workshop tentang inovasi pemasaran digital, AI, atau strategi branding.
Sedangkan, dalam konteks apresiasi bagi para profesional pemasaran, pada Hari Pemasaran Sedunia perusahaan dapat memberikan penghargaan kepada tim pemasaran. Penghargaan dapat dilakukan baik secara umum kepada seluruh tim pemasaran atau individu tim pemasaran yang berprestasi.
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Indyra Yasmin
Masuk tirto.id



































