tirto.id - Charlie Kirk, aktivis konservatif Amerika Serikat (AS), ditembak seseorang tak dikenal dalam acara di Orem, Utah, Rabu (10/9). Lantas, Charlie Kirk siapa? adakah kaitannya antara Trump Charlie Kirk?
Penembakan terhadap influencer sekaligus pendukung partai sayap kanan AS ini menyebabkan adanya korban jiwa. Kendati sudah ditangani secara darurat pasca leher kirinya ditembak, Kirk masih saja tak terselamatkan.
Peristiwa tragis itu terjadi di lingkungan kampus Utah Valley University (UVU). Menurut laporan pihak kampus ke sejumlah media AS, yaitu Fox News dan New York Times, penembakan dilakukan dari suatu gedung yang berjarak kisaran 182 meter dari tempat korban.
Bagaimana Kronologi Penembakan Charlie Kirk Aktivis Pro Trump?
Charlie Kirk mendapatkan kesempatan untuk berbicara dalam acara pidato di Universitas Utah Valley AS pada Rabu (10/9) kemarin. Ada berbagai video yang menunjukkan proses debat terbuka ini.
Dalam debat bertajuk "Prove Me Wrong" tersebut, Kirk tampak sedang menjawab pertanyaan yang diajukan mahasiswa. Nahasnya, satu peluru menyasar ke bagian leher kiri Kirk saat itu.
Menurut keterangan Beau Mason, Komisaris Departemen Keamanan Publik Utah, tembakan itu diluncurkan sekitar jam 12.20 siang waktu setempat. Aktivis ini langsung memperoleh penanganan dan dibawa ke rumah sakit.
Juru Bicara UVU, Ellen Trean, juga turut mengonfirmasi mengenai waktu penembakan Charlie Kirk tersebut.
"Sekitar pukul 12.20, terdengar tembakan dari sebuah gedung sekitar 200 yard dari pembicara. Sepengetahuan kami, orang tersebut terkena tembakan dan langsung dibawa pergi oleh petugas keamanannya," terang Ellen.
Sesuai penjelasan Mason, seperti dikutip dari NPR, penembak Charlie Kirk memakai pakaian berwarna gelap. Ia juga menuturkan bahwa tersangka mungkin menembak dari atap gedung yang berjarak jauh.
Adapun pihak kampus secara cepat merespons kejadian ini dengan melakukan evakuasi. Berbagai agenda perkuliahan terpaksa dibatalkan sampai informasi keamanan terbaru dibagikan.
Mengutip PBS, para hadirin yang hadir di lokasi acara tidak boleh meninggalkan tempat. Kemudian, baru dapat meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) dengan cara dikawal.
Para petugas juga mengelilingi lingkungan kampus untuk memburu pelaku penembakan Charlie Kirk. Mereka menginspeksi setiap pintu agar bisa menemukan tersangka tersebut.
Berdasarkan ungkapan Gubernur Utah, Spencer Box, kejadian ini termasuk hari kelam bagi negara bagian yang dikelolanya. Ia mengidentifikasi kejadian sebagai aksi pembunuhan politik, seperti yang tertulis di dalam salah satu laporan AP News.
Pasalnya, penembakan ini muncul saat serangan terhadap berbagai tokoh politik Amerika Serikat sedang marak. Hal ini terjadi bukan hanya pada kubu kanan, tetapi juga semua ideologi.
Adakah Hubungan Antara Charlie Kirk Trump?
Siapa itu Charlie Kirk dan adakah kaitannya dengan Donald Trump? Pertanyaan mengenai ada atau tidaknya hubungan antara Charlie Kirk dan Trump muncul seiring kejadian penembakan belakangan ini.
Dikutip dari Reuters, Charlie Kirk adalah seseorang yang aktif dalam organisasi gerakan konservatif di Amerika Serikat. Dia aktif dalam kegiatan konservatif di kampus dan organisasi pemuda.
Ketika masih berusia 18 tahun, ia turut serta mendirikan Turning Point USA untuk meningkatkan gerakan konservatif. Kemudian, membangun lembaga advokasi nirlaba Turning Point Action (TPA) pada 2019.
Melalui lembaga tersebut, Kirk kerap memberikan dukungan terhadap para kandidat konservatif. Bahkan, kelompoknya juga sering menggelar rapat dengan konservatif sebagai tema utamanya.
Adapun Presiden Donald Trump termasuk sebagai salah satu pembicara dalam gelaran rapat umum tersebut. Pada Pemilu 2020 silam, Kirk sempat memverifikasi klaim palsu Trump yang dianggap akan kalah akibat curangnya pemilih.
Donald Trump pun kerap memberikan pujian terhadap Kirk lantaran kehebatannya dalam menarik perhatian pemilih. Khususnya pemilih dari pemuda pada Pemilu AS 2024 silam.
Berita Internasional terbaru seputar Charlie Kirk, Menteri Nepal hingga Prancis Kolaps dapat dilihat melalui tautan sebagai berikut:
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id
































