Menuju konten utama

Sepakati Pakta Dagang, RI Bakal Impor Migas US$15 Miliar dari AS

RI dipastikan akan mengimpor migas dari AS senilai 15 miliar dolar AS per tahun sebagai salah satu bagian dalam kesepakatan dagang.

Sepakati Pakta Dagang, RI Bakal Impor Migas US$15 Miliar dari AS
Menteri Investasi Rosan Roeslani usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto mengantarkan kepulangan Raja Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein, di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (15/11/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indonesia dipastikan akan membeli gas dan minyak mentah (crude oil) dari Amerika Serikat (AS) senilai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp253,32 triliun (asumsi kurs Rp16.896 per dolar AS) per tahun.

Ini mencakup pembelian liquefied petroleum gas (LPG) senilai 3,5 miliar dolar AS, minyak mentah senilai 4,5 miliar dolar AS dan fasilitas pembelian bensin olahan senilai 7 miliar dolar AS.

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, komitmen ini merupakan salah satu bagian dalam kesepakatan dagang terkait tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Tariff/RAT) yang diteken pemerintah Indonesia dan AS pada Kamis (19/2/2026) pagi waktu AS.

“Ada kesepakatan untuk melakukan impor gas dan crude oil, nilainya 15 miliar dollar AS per tahunnya,” ungkapnya dalam konferensi pers Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS secara daring, Jumat (20/2/2026).

Tak hanya itu, seiring dengan telah ditandatanganinya RAT oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, Indonesia juga akan segera mengakuisisi 50 pesawat dari produsen pesawat terbang asal Washington, The Boeing Company.

Kendati pembicaraan awal sudah dijajaki oleh pemerintah Indonesia, sebagai tindak lanjut atas pembelian ini Danantara akan kembali menemui Boeing.

“Nantinya kita akan bicarakan dengan Boeing walaupun sudah ada pembicaraan awal dengan pihak Boeing, dan ini akan kita lanjutkan,” tambah Rosan.

Meski begitu, di balik komitmen pembelian sejumlah produk AS, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut menyebut Indonesia juga sudah mendapat komitmen investasi dari AS. Beberapa investasi yang berpotensi masuk ke Indonesia di antaranya berada di bidang minyak dan gas.

“Kita juga sudah memulai pembicaraan adanya beberapa kemungkinan investasi on the pipeline yang menyangkut di beberapa bidang, baik itu di bidang oil and gas maupun di bidang-bidang lainnya. Nah, mungkin itu yang menyangkut dua hal yang memang implementasinya berada di dalam Danantara,” papar Rosan.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan tujuan dan visi perjanjian ini adalah untuk mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, memperkuat rantai pasok, serta menghormati kedaulatan masing-masing negara. Bagi Indonesia, kesepakatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Oleh karena itu, perjanjian ini juga disebut sebagai New Golden Age bagi Indonesia maupun Amerika Serikat.

“Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan ini salah satu daripada perjanjian yang membentuk Council of Trade and Investment,” tutur dia.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana