Menuju konten utama

Danantara Incar Lahan 32 Ha untuk Kampung Haji Tahap Kedua

Kini pemerintah sedang mengikuti tender untuk membangun Kampung Haji tahap dua. Simak selengkapnya.

Danantara Incar Lahan 32 Ha untuk Kampung Haji Tahap Kedua
Menteri Investasi Rosan Roeslani usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto mengantarkan kepulangan Raja Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein, di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (15/11/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sedang mengikuti tender untuk membangun Kampung Haji tahap dua. Dalam hal ini, pemerintah akan turut memperebutkan tanah seluas sekitar 32 hektare dan berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram.

Lokasi tersebut dinilai strategis untuk pengembangan kawasan pemondokan dan fasilitas penunjang bagi jemaah haji Indonesia.

"Ini yang sudah kita lakukan pembelian hotel maupun lahan di Kampung Haji yang nextnya yang akan kita lakukan pembelian lahan kurang lebih jaraknya adalah 600 meter dari Masjidil Haram," CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam konferensi pers usai Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Rosan menjelaskan, pemerintah telah mengakuisisi hotel dengan total 4.641 kamar dan lahan seluas 5 hektare (ha) yang tidak jauh dari Masjidil Haram pada tahap awal pengembangan Kampung Haji. Pembelian kedua aset tersebut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

"Untuk yang sudah kita lakukan pembelian, itu satu hotel selain tiga bangunan, total kurang lebih 4.641 kamar,” kata dia.

Nantinya, di atas lahan seluas 5 hektare tersebut akan dibangun pula 13 menara (tower) hunian serta satu pusat perbelanjaan (mall). Sebagai tindak lanjut, saat ini pemerintah sedang menghitung kebutuhan investasi dan melakukan kajian teknis untuk pembangunan 13 menara tersebut.

"Nah itu, kita sekarang sedang menghitung untuk pembangunan yang 13 tower itu," tutur dia.

Lokasi Kampung Haji hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Selain itu, akses dari dan menuju Masjidil Haram didukung oleh terowongan (tunnel) yang sudah rampung dibangun.

Dengan fasilitas ini, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu berharap, para jamaah haji akan lebih mudah berjalan kaki menuju Masjidil Haram.

"Itu bisa digunakan untuk berjalan dan itu tahap pertama,” pungkas Rosan.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Anggun P Situmorang