Menuju konten utama

Danantara Kejar Rating Moody's dan S&P Gaet Investor

Langkah ini ditempuh untuk memperkuat kredibilitas Danantara, sehingga investor tidak akan ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Danantara Kejar Rating Moody's dan S&P Gaet Investor
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani berjalan usai mengikuti rapat terbatas Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/11/2025). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mendapatkan rating atau peringkat dari dua lembaga pemeringkat global, Moody's dan S&P (Standard & Poor’s). Langkah ini ditempuh untuk memperkuat kredibilitas Danantara, sehingga investor tidak akan ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia dan bermitra dengan Danantara.

Apalagi, dengan adanya rating dari lembaga pemeringkat, ke depan akan memberikan cerminan bahwa Danantara memiliki risiko yang terukur dan terstruktur.

"Kita in the process to get rating dari SMP and Moody's. Sehingga, ini juga memberikan lebih kepercayaan bahwa danantara ini resikonya sangat terukur, terstruktur, dan ini memberikan hal yang sangat positif mengenai Danantara," ujar dia, dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Untuk meningkatkan kepercayaan investor, sejauh ini Danantara baru mengantongi peringkat dari Pefindo dan Fitch Rating. Kedua lembaga tersebut memberi peringkat BBB (stabil) kepada Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) Indonesia itu, setara dengan peringkat kredit yang didapatkan pemetaan.

"Nah, ini yang ingin saya tekankan, bahwa kamipun dan antara kita pun meminta rating, memang pada saat ini kita sudah di rating oleh Pefvndo dan juga Fitch Rating, dan Alhamdulillah memang rating kami itu sama dengan rating pemerintah Indonesia, atau BBB Stabil," ungkap Rosan.

Sebelumnya, sejak Danantara berdiri pada Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto sudah bertekad untuk mengindustrialisasikan Indonesia secara signifikan. Dalam hal ini, Danantara akan membiayai industri-industri yang didirikan di Tanah Air pada masa depan

"Kami bertekad untuk mengindustrialisasi negara kami secara signifikan. Industri masa depan harus dijalankan dengan baik dan bijaksana," ujar Prabowo dalam gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Karenanya, Indonesia kini juga membuka peluang sebesar-besarnya bagi investor global untuk berinvestasi dan bermitra dengan Danantara.

"Indonesia kini semakin menjadi tanah peluang. Sekali lagi, saya sebutkan bahwa saya yakin pertumbuhan kita, pertumbuhan ekonomi kita, akan sangat mengejutkan banyak orang di dunia. Dengan Danantara, Indonesia kini mampu menjadi mitra Anda. Kita akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda," tutup Prabowo.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Anggun P Situmorang